PILIHAN REDAKSI

Perbedaan Jadikan Kekuatan, Ansor Pasbar Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama

BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah lesunya gerakan organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Pasaman Barat, Gerakan Pemuda Ansor tern...

Advertorial

Reuni 212 Besok Desember Ngotot Tetap Digelar, Novel Bamukmin: Corona Sudah Gak Ada, Kumpul-Kumpul Gapapa

          Reuni 212 Besok Desember Ngotot Tetap Digelar, Novel Bamukmin: Corona Sudah Gak Ada, Kumpul-Kumpul Gapapa
Reuni 212 Besok Desember Ngotot Tetap Digelar, Novel Bamukmin: Corona Sudah Gak Ada, Kumpul-Kumpul Gapapa
BENTENGSUMBAR.COM – Meski menuai kontroversi, dikabarkan bahwa acara reuni 212 ngotot tetap digelar pada bulan Desember 2021 mendatang.

Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin mengatakan, Musyawarah Tahunan 212 yang tahun ini dilaksanakan pada 2 Desember 2021 tetap akan digelar meski mendapat tentangan keras.

Hambatan yang dimaksud adalah karena kekhawatiran gelombang baru pandemi di tanah air, setelah pertemuan besar 212 yang akan mengerahkan massa sejumlah 7 juta orang.

Novel Bamukmin mengatakan bahwa pihaknya sejauh ini menilai polisi masih memperumit agendanya.
Sosok yang menjabat sebagai wasekjen tersebut juga ‘ngotot’ bahwa keputusan mereka sudah final.

“Keputusan kita final mau seperti itu, tapi memang kita dipersulit oleh Polda Metro Jaya dan aparatur Kepolisian,” kata Novel Bamukmin.

Padahal, jika pemerintah atau polisi memandang positif aksi reuni 212, Novel Bamukmin menyebut peristiwa itu bisa menjadi acuan teori hilangnya virus corona sudah menghilang.

Dilansir Kabar Besuki dari YouTube RDSfm Solo, dikarenakan menurut Novel Bamukmin, dengan adanya acara tersebut bisa menunjukkan bahwa virus corona sudah tidak ada lagi.

“Corona sudah gak ada, kumpul-kumpul gapapa jangan ditakut-takuti lagi. Ini untuk kebaikan bersama, ini juga bisa meyakinkan masyarakat bahwa covid sudah selesai,” tutur Novel Bamukmin.
Novel Bamukmin kemudian mengangkat rencana selanjutnya alias plan B, apakah Monas sebagai acuan rapat massa 212 dilarang atau tidak boleh berbisnis di sana.

Novel Bamukmin mengatakan kegiatan itu bisa dilakukan di lokasi lain, tapi tidak di Jakarta.

Mungkin juga hal ini akan dilakukan di sejumlah daerah secara bergantian. Agar aman, aktivitas offline harus dilakukan.

Novel Bamukmin juga meyakini, meski kegiatan ini masih ditentang oleh polisi yang masih memandang gerakan Muslim dengan sensitif, itu adalah jalan kebenaran.

Di satu sisi, menurut Novel Bamukmin Polri juga harus bisa melihat bahwa berkumpul bukan berarti anarki. (Kabarbesuki)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...