PILIHAN REDAKSI

Ustaz Abdul Somad Ditolak Singapura, Sandiaga Uno: UAS Penggerak Ekonomi

BENTENGSUMBAR.COM - Terkait Ustaz Abdul Somad (UAS) yang mengaku dideportasi dari Singapura, begini komentar Menteri Pariwisata...

Advertorial

Catatan Abdul Jamil Al Rasyid: Hindari Malas

          Catatan Abdul Jamil Al Rasyid: Hindari Malas
Catatan Abdul Jamil Al Rasyid: Hindari Malas
MENGHINDAR adalah suatu sikap yang digunakan untuk pergi menjauhkan diri dari orang lain supaya diri kita tidak terlibat dalam suatu hal(masalah). Menghina tentunya sikap yang gentelmen bagi seseorang karena keputusan menghindar adalah suatu keputusan terbaik. Maksudnya menghindar identik dengan diam karena diam tentu saja adalah hal yang baik juga dalam menghindari suatu masalah. Setiap orang pernah menghindar dalam suatu hal baik itu buruk untuk dirinya maupun baik untuk dirinya.

Malas adalah suatu sikap yang berleha-leha yang dilakukan oleh seseorang. Sikap ini juga identik dengan menunda yang berasal dari dalam diri seseorang. Orang yang sering menunda pekerjaan maka dia akan terlihat malas. Setiap orang pernah melakukan malas terhadap suatu hal. Baik yang berasal dari dirinya sendri maupun berasal dari orang lain. Orang yang menghindar identik dengan malas karena malas adalah salah satu bagian dari menghindari suatu hal

Sikap malas tentunya bisa mencerminkan diri seseorang. Orang yang sudah malas dari kecil misalnya malas pergi sekolah maka setelah dewasa sikap malas tersebut sulit diubah karena kebiasaan tersebut. Sebaliknya ketika seseorang yang rajin dalam suatu hal tentunya setelah dewasa notabene orang itu rajin dalam suatu hal. Makanya malas itu sangat berlawanan dengan rajin. Kemalasan seseorang tentunya harus dilawan dan dihindari karena bisa saja merugikan dirinya sendiri.

Ketika kita malas maka bisa saja kita rugi dalam waktu. Setiap waktu yang digunakan untuk sekolah misalnya tapi kita bermalas-malasan maka hal itu akan berdampak terhadap diri kita. Kita bisa saja rugi ilmu, rugi pengetahuan dan lainnya. Hidup diatas dunia tentunya perlu manajemen waktu yang baik. Jangan gunakan waktu itu dengan kemalasan. Orang yang malas akan merugikan waktu malas tersebut buat kehidupannya. Karena malas identik dengan membuang waktu secara sia-sia.

Malas juga identik dengan sikap seseorang. Ada orang yang malas dengan rebahan, tidur-tiduran, duduk dan merenung. Semua hal diatas dilakukan tergantung sikap seseorang itu sendiri. Bagaimana dia malas dalam mengerjakan suatu hal. Ketika kita malas tetapi tetap kita kerjakan maka hasilnya tidak baik bagi diri kita. Lebih baik tidak dikerjakan daripada bermalas-malasan dengan pekerjaan itu. Misalnya kita sekolah akan tetapi malas bangun pagi akibatnya maka kita jarang mandi dan mengantuk di sekolah misalnya.

Malas bisa dilawan dengan semangat dari dalam diri kita. Ketika seseorang bersemangat dan hobi mengerjakan suatu hal maka akan terhindar dari malas. Semangat bisa menjadi kunci untuk menghindari rasa malas. Orang yang awalnya malas ke sekolah misalnya tetapi ada suatu hal yang bisa membuat dia bersemangat dalam pergi ke sekolah maka dia akan rajin pergi ke sekolah. Ada juga orang yang seperti itu.

Tentu ada hubungan antara menghindar dan rasa malas. Menghindar identik dengan malas karena suatu hal yang dilakukan dengan kemalasan maka hal tersebut bisa kemungkinan kita hindari. Orang yang menghindar dari suatu hal maka dia juga malas dalam suatu hal. Kedua hal ini adalah suatu keterkaitan yang saling berhubungan. Tetapi hal ini tidak usah kita tiru karena bisa saja membuang waktu dan membuat hidup kita sia-sia.

Untuk itu hindari rasa malas sedini mungkin karena sikap yang paling sering ditemui seseorang dalam hidup adalah rasa malas. Rasa malas ini harus dilawan oleh hati kita sendiri. Siapa yang bisa melawan malas dengan baik maka dia sudah satu langkah di depan orang yang memiliki rasa malas. Jangan kita suka tiduran, rebahan karena tidak ada manfaat yang bisa diambil dari hal ini. Orang yang suka malas akan rugi secara materi, ilmu dan waktu. Setiap kita hidup adalah sebuah pengalaman, isilah pengalaman dengan hal positif dan hindari rasa malas.

*Penulis adalah Abdul Jamil Al Rasyid, Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand angkatan 2019 berdomisili di Padang Pariaman  Sumatera Barat Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas  Patamuan Tandikek
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »