PILIHAN REDAKSI

Bupati Langkat soal Warga Murtad: Tidak Benar Massal, Ini Ada yang Menggoreng!

BENTENGSUMBAR.COM - Bupati Langkat Syah Afandin buka suara soal kabar adanya warga yang murtad di Kabupaten Langkat, Sumatera U...

Advertorial

Marah, Aktivis Non Muslim: Woe Yaqut, Gue Kafir Tidak Masalahkan Azan, Binatang Mulut mu!

          Marah, Aktivis Non Muslim: Woe Yaqut, Gue Kafir Tidak Masalahkan Azan, Binatang Mulut mu!
Marah, Aktivis Non Muslim: Woe Yaqut, Gue Kafir Tidak Masalahkan Azan, Binatang Mulut mu!
BENTENGSUMBAR.COM - Video viral aktivis Nicho Silalahi melakukan orasi mengecam Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam aksi demonstrasi di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) belum lama ini.

Aksi itu mengatasnamakan rakyat menggugat. Mereka menuntut Menteri Agama Yaqut Qoumas minta maaf atas ucapannya yang menganalogikan suara toa Masjid dengan suara anjing.

Seperti disiarkan oleh kanal YouTube Mimbar Tube, Nico Silalahi tengah berdiri di atas mobil komando dan melakukan orasi.

Nicho mengecam ucapan Menag Yaqut. Dia menilai, ucapan Yaqut tidak beradab.

"Menteri agama yang seharusnya melindungi umat beragama untuk menjaga toleransi antar umat beragama," ujar Nicho Silalahi dengan lantang, dilansir FIN Rabu 9 Maret 2022.

"Tapi dari mulutnya keluar analogi menyesatkan. Dia menggunakan golongan anjing. Ini biadab namanya. Hanya untuk mendeskripsikan suara azan," sambung dia.

Nicho mengatakan, meskipun dia seorang non muslim, tetapi dia tidak terganggu dengan suara azan.

Kata dia, justru azan menjadi alarm dan mengingat dalam aktifitas hari-harinya.

"Woe Yaqut, gue ini kafir, semenjak ada azan itu membantu gue. Azan subuh ingatkan gue untuk bangun pagi atau tidur. Azan asar mengingatkan gue untuk makan. Azan magrib mengingatkan gue untuk mandi," kata Nicho Silalahi.

"Dan kami kafir-kafir tidak pernah mempermasalahkan suara dari azan. Kami merasa terbantu akan adanya suara itu," sambung dia.

"Wor Yaqut, gue nggak lagi hargai lu. Gue mau bilang sama lu, hanya setan dan iblis yang takut dengar suara azan", katanya lagi.

Pria bernama asli Nicholas Frans Giskos ini berujar, selama rezim ini berkuasa, narasi Radikal radikul selalu  jadi senjata rezim untuk menutupi kegagalan mereka. 

"Selama rezim ini berkuasa, selalu ada Radikal Radikal untuk menutupi kegagalan pemerintah" ucapnya. 

Nicho menyayangkan Yaqut yang menganalogikan suara suara toa Masjid dengan suara anjing. Dia meminta Yaqut agar mohon maaf kepada umat Islam. 

"Omongan yang menganalogikan suara yang sangat merdu. Yang sangat damai. Kau analagikan dengan golongan anjing. Binatang. Binatang mulut mu Yaqut," katanya. 

"Bertobalah akui kesalahan mu. Dan mohon maaf.  Ummat ini hanya memohon ada permohonan maaf. Ketika kau mengakui kesalahan mu maka umat di negeri ini akan memafkanmu," tuturnya. 

Sumber: FIN.CO.ID
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »