PILIHAN REDAKSI

Mendagri Singapura: Ada Ancaman Serangan Serupa 9/11 dari Indonesia

BENTENGSUMBAR.COM - Singapura menerima ancaman mengenai potensi serangan yang sama dengan peristiwa 9/11. Ancaman tersebut bera...

Advertorial

Anwar Abbas Minta Menteri-Politikus Setop Galang Dukungan Jokowi 3 Periode, Hanya Buat Negara Semakin Gaduh

          Anwar Abbas Minta Menteri-Politikus Setop Galang Dukungan Jokowi 3 Periode, Hanya Buat Negara Semakin Gaduh
Anwar Abbas Minta Menteri-Politikus Setop Galang Dukungan Jokowi 3 Periode, Hanya Buat Negara Semakin Gaduh
BENTENGSUMBAR.COM - Pengamat sosial, ekonomi, dan keagamaan Anwar abbas menilai isu 3 periode telah ditolak Presiden Jokowi. Jokowi bahkan menegaskan mematuhi konstitusi. 

Anwar Abbas menilai justru para tokoh politik dan menterilah yang harus berhenti bermanuver menggalang dukungan terkait isu presiden 3 periode itu.

"Jadi, berdasarkan hal demikian, diharapkan para menteri dan para tokoh politik di negeri ini untuk berhentilah melakukan manuver dan merekayasa, serta menggalang dukungan untuk Pak Jokowi agar masa jabatan beliau bisa diperpanjang atau bisa menjadi tiga periode, karena hal demikian hanya akan membuat negeri ini semakin gaduh dan rusuh," kata Anwar Abbas dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/4/2022), dilansir dari detikcom.

Anwar mengatakan isu presiden 3 periode hanya akan membuat negara semakin gaduh. Sementara itu, persoalan utama yang sedang dihadapi bangsa adalah persoalan kesehatan atau COVID-19, harga minyak, pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, ketidakadilan, utang negara yang semakin membengkak, dan persoalan kemandirian bangsa yang semakin tergerus baik dalam bidang ekonomi dan politik serta keamanan.

"Untuk itu, karena sikap dari Presiden kita sudah jelas, di mana kita sebagai bangsa harus taat dan patuh pada konstitusi, tolong para menteri dan para tokoh politik di negeri ini supaya jangan lagi melakukan penggalangan-penggalangan kekuatan yang bertentangan dengan semangat reformasi dan apa yang sudah ada dalam hukum dasar kita, yaitu UUD 1945," kata Abbas.

Anwar Abbas menyarankan agar para menteri maupun tokoh politik memfokuskan diri dan kegiatannya untuk mengatasi masalah-masalah yang ada. 

Sebab, biasanya satu atau satu setengah tahun sebelum Pemilu 2024, para menteri dan tokoh-tokoh politik tersebut akan lebih sibuk memikirkan masalah pemilu dan pilpres.

"Akibatnya, pekerjaan yang harus dikerjakan tidak terkerjakan sehingga usaha kita untuk melindungi, mencerdaskan, dan menyejahterakan rakyat tidak tercapai. Akibatnya, bak kata orang-orang arif, duit habis tapi rumah tidak selesai," katanya.

Anwar Abbas meminta agar para menteri membantu tugas Presiden menyelesaikan pekerjaannya. Hal itu agar Jokowi dapat menyelesaikan sisa pemerintahannya dengan baik.

"Untuk itu, kepada para menteri yang ada dalam kabinet sekarang ini, karena para menteri itu tugasnya adalah membantu presiden, kerjakanlah pekerjaan yang menjadi pekerjaannya masing-masing agar apa yang menjadi visi dari Presiden bisa terwujud sehingga beliau bisa mengakhiri periode kepemimpinannya dengan baik, anggun, dan husnulkhatimah," kata Anwar.

"Di mana beliau akan dikenal sebagai seorang presiden yang fenomenal, yang telah berjasa dan dicintai oleh rakyatnya, meskipun beliau nanti tidak lagi bekerja di Istana bagi mengendalikan negeri ini," imbuhnya.

Jokowi Taat Konstitusi

Jokowi berbicara soal teriakan 3 periode yang disampaikan warga saat dia berkunjung di daerah. Jokowi mengaku sering mendengar teriakan seperti itu.

"Yang namanya keinginan masyarakat, yang namanya teriakan-teriakan seperti itu, kan sudah sering saya dengar," kata Jokowi setelah meninjau Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (30/3).

Hal itu disampaikan Jokowi terkait pertanyaan soal teriakan 3 periode dari warga yang terdengar dalam perjalanan dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menuju Pasar Baledono di Purworejo hingga Pasar Rakyat di Magelang.

Jokowi mengaku tetap patuh pada konstitusi. Dia mengatakan konstitusi telah mengatur secara jelas pembatasan masa jabatan presiden.

"Tetapi yang jelas, konstitusi kita sudah jelas. Kita harus taat, harus patuh terhadap konstitusi, ya," ujar Jokowi. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »