PILIHAN REDAKSI

Yolla Yuliana, Bidadari Voli Indonesia yang Bikin 3 Pria Terlena

BENTENGSUMBAR.COM - Ada tiga pria tampan yang pernah terlena oleh kecantikan bidadari voli Indonesia, Yolla Yuliana. Yolla Yuli...

Advertorial

Bukan Tolak 3 Periode, Mahasiswa Justru Tak Sudi Jokowi Lanjut di Periode Sekarang

          Bukan Tolak 3 Periode, Mahasiswa Justru Tak Sudi Jokowi Lanjut di Periode Sekarang
Bukan Tolak 3 Periode, Mahasiswa Justru Tak Sudi Jokowi Lanjut di Periode Sekarang
BENTENGSUMBAR.COM - Aksi demo mahasiswa kembali terjadi di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat hari ini, Kamis (21/4/2022). 

Tuntutan kali ini bukan hanya penolakan masa jabatan 3 periode presiden, tapi mahasiswa tidak ingin Jokowi lanjut sebagai presiden di periode sekarang.

Sejatinya, beberapa waktu lalu Jokowi sudah menunjukkan sikap tidak setuju atas wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode.

Namun klaim Jokowi itu bagi sebagian pihak meragukan lantaran isu 3 periode masih terus menggelinding.

Mahasiswa yang tergabung dalam BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) lantas kembali berunjuk rasa hari ini. 

Mereka bersikukuh bahwa jalan terbaik bukan hanya menolak wacana 3 periode.

Lebih dari itu, mereka menuntut Jokowi tidak melanjutkan sisa kepemimpinannya alias lengser dari jabatan presiden.

"Kalau banyak yang tidak setuju Jokowi tiga periode, kalau aku nggak setuju presiden Jokowi selesai di periode ini," teriak salah seorang orator bernama Yoga dari atas mobil komando.

Orator lainnya, Abdul, mengatakan Jokowi telah gagal memimpin di periode keduanya. Terlebih, Jokowi dinilai tutup telinga terhadap tuntutan masyarakat.

"Rezim yang sudah tak mau mendengar masyarakat ini tak patut minta perpanjangan atau tiga periode. Rezim ini sudah keluar jalur, malah sangat nahas jika kita diam tak melakukan koreksi," tegasnya.

Abdul menilai rezim Jokowi terlihat membatasi kebebasan berpendapat. 

Ini bisa dilihat dari kasus Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti yang ditetapkan tersangka karena menyinggung Luhut.

"Tapi Luhut yang bilang big data 110 juta dibiarkan, padahal bohong. Yang menyebarkan hoax malah aman, maka adili penjahat konstitusi!," tandasnya.

Sumber: Poskota
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »