PILIHAN REDAKSI

Ekspor CPO kembali Dibuka, Andre Rosiade: Solusi Menyelamatkan Petani

BENTENGSUMBAR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membuka kembali ekspor sawit mentah (CPO) dan minyak goreng mulai Senin ...

Advertorial

MUI Banten Keluarkan Fatwa Hukum Membaca Al Qur'an di Trotoar, Bisa Makruh dan Haram, Begini Penjelasannya

          MUI Banten Keluarkan Fatwa Hukum Membaca Al Qur'an di Trotoar, Bisa Makruh dan Haram, Begini Penjelasannya
MUI Banten Keluarkan Fatwa Hukum Membaca Al Qur'an di Trotoar, Bisa Makruh dan Haram, Begini Penjelasannya
BENTENGSUMBAR.COM - Komisi Fatwa Majlis Ulama Indonesia Provinsi Banten (MUI Banten) mengeluarkan fatwa haram mengenai mengaji atau membaca Al-Qur'an di trotoar.

Fatwa MUI Banten mengenai fatwa mengaji Al-Quran di trotoar tertuang dalam fatwa Nomor 2 Tahun 2022 dikeluarkan pada Kamis 21 April 2022.

Fatwa MUI Banten mengenai mengaji Al-Quran di trotoar ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris komisi Fatwa MUI Banten, K.H. Imaduddin Utsman dan Kiai Irsyad Al Faruq, juga oleh K.H.Tubagus Hamdi Ma'ani dan K.H. Endang Saeful Anwar sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum MUI Banten.

Ketua Komisi Fatwa MUI Banten, K.H. Imaduddin Utsman membenarkan bahwa Komisi Fatwa MUI Banten telah menerima istifta (permintaan fatwa, red.) dari masyarakat terkait masalah hukum membaca al-Quran di atas trotoar.

"Kita dari Komisi fatwa MUI Banten menerima istifta dari masyarakat terkait hukum membaca al-Qur'an di atas trotoar. Lalu kami mengadakan rapat fatwa membahas masalah tersebut, setelah rapat fatwa menghasilkan keputusan kita serahkan hasilnya kepada sekjen dan ketum," katanya Jum'at 22 April 2022.

Menurut Kiai Imaduddin, keputusan komisi fatwa MUI Banten tidak tidak mutlak haram, tapi dua hukum, yaitu makruh ada haram.

"Membaca Al-Qur'an di trotoar hukkumnya makruh jika trotoar masih bisa digunakan sebagai akses jalan, illat (alasan) dari pemakruhannya adalah ihanah, yaitu termasuk tidak mengagungkan Al-Qur'an," katanya.

Pendapat ini, kata Kiai Imaduddin, diantaranya adalah pendapat dari Syekh Nawawi al-Bantani, guru para ulama di Indonesia.

Sedangkan illat kedua pemakruhan itu adalah membuat pengguna jalan tidak nyaman," tuturnya.

"Sedangkan hukum membaca Al-Qur'an di atas trotoar bisa menjadi haram juga dengan dua illat," katanya.

Pertama jika dengan sebab adanya jamaah membaca Al Qur'an itu pejalan kaki samasekali tidak bisa lewat di atas trotoar tersebut, sehingga untuk dapat berjalan ia harus ke jalan raya yang sangat beresiko tertabrak kendaraan yang lewat;" ujarnya.

Kiai Imaduddin menambahkan alasan kedua membaca Al-Quran di atas trotoar haram adalah pendapat ulama Darul Ifta Mesir, Menurut dia, pendapat ini di antaranya adalah pendapat dari Syekh Nawawi al-Bantani, guru para ulama di Indonesia.

Sedangkan illat kedua pemakruhan itu adalah membuat pengguna jalan tidak nyaman.Sedangkan hukum membaca Al Quran di atas trotoar, kata dia, bisa menjadi haram juga dengan dua illat.

Pertama jika dengan sebab adanya jamaah membaca Al Quran itu pejalan kaki samasekali tidak bisa lewat di atas trotoar tersebut, sehingga untuk dapat berjalan ia harus ke jalan raya yang sangat beresiko tertabrak kendaraan yang lewat.

Kiai Imaduddin menambahkan alasan kedua membaca Al Quran di atas trotoar haram adalah pendapat ulama Darul Ifta Mesir.

"Jika ada orang yang sedang mengerjakan kegiatan lalu kita membaca Al Qur'an di dekatnya, lalu ia bisa mendengar bacaan kita tapi tidak bisa menyimak dengan hormat bacaan Al Qur'an itu, maka yang berdosa bukan orang yang tidak menyimak itu, tetapi yang berdosa ada yang membaca Al Qur'an, karena ia yang menyebabkan orang lain tidak memperhatikan Al Quran dengan hormat," tuturnya.

Sebelumnya pada beberapa pekan lalu marak kegiatan membaca Al Quran di trotoar sepanjang Alun-alun Kota Serang dan sejumlah tempat lain.
Fatwa MUI Banten tentang membawmca Alquran di trotoar ini juga memuat tiga rekomendasi.

Pertama, kaum muslimin yang melakukan aktivitas membaca Alquran di tempat yang mulia dan suci seperti masjid, mushola dan majlis taklim.

Kedua, kaum muslimin dalam melakukan ibadah harus memperhatikan aspek eksternal yanv tidam menimbulkan bahaya (dhirar) bagi yang berada di sekitarnya.

Ketiga, kaum muslimin yang ingin membaca Alquran dengan berjamaah unfuk tujuan syiar maka hendaknya di lokasi tempat yang aman.Keempat, pemerintah maupun aparat kepolisian dalam melarang aktivitas gerakan membaca Al-Quran.

Sumber: Kabarbanten
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »