PILIHAN REDAKSI

Hisap Lem Di Atap Gedung Pasar Raya Padang, Empat ABG Diamankan Satpol PP Padang

BENTENGSUMBAR.COM - Empat orang bocah kedapatan ngelem di lantai atas Gedung Pasar Raya Padang, terpaksa diamankan Satpol PP Pa...

Advertorial

Mau 'Dijilat' Irjen Napoleon, Pendeta Saifuddin Ibrahim Ketar-ketir: Jenderal Nggak Punya Akhlak!

          Mau 'Dijilat' Irjen Napoleon, Pendeta Saifuddin Ibrahim Ketar-ketir: Jenderal Nggak Punya Akhlak!
Mau 'Dijilat' Irjen Napoleon, Pendeta Saifuddin Ibrahim Ketar-ketir: Jenderal Nggak Punya Akhlak!
BENTENGSUMBAR.COM - Penista agama pendeta Saifuddin Ibrahim ketar-ketir mendapat ancaman akan 'dijilat' oleh Irjen Napoleon Bonaparte.

Saking takutnya, si penista agama Islam itu mengumpat Irjen Napoleon dengan sebutan Jenderal yang tak memiliki mental dan akhlak.

"Jenderalnya saja seperti nggak punya mental nggak punya akhlak, nggak belajar kepribadian. Apa yang bisa kita wariskan kepada anak cucu kita kalau membaca figur seorang pemimpin seperti tadi," kata Saifuddin melalui video di chanel Saifuddin Ibrahim yang diunggah Selasa 3 Mei 2022.

"Itu baru jenderal bintang dua, bagaimana kalau dia jenderal bintang tiga?" sambungnya.

Irjen Napoleon yang saat ini tengah menjalani hukuman karena kasus korupsi memang dikenal galak dengan penista agama. 

Sebelumnya, penista agama M Kace, babak belur dihajar Irjen Napoleon bersama dengan tahanan lain di dalam Rutan pada September 2021 lalu.

"Dia mempermalukan agamanya. Karena dia melakukan itu untuk membela agamanya untuk membela nabinya membela Allah nya. Inikah agama yang dia bela?" ucap Saifuddin yang kini menjadi buronan Polri.

Sebelumnya, Irjen Napoleon Bonaparte mengancam Pendeta Saifuddin Ibrahim, tersangka kasus penistaan agama Islam. 

Eks Kepala NCB Interpol Polri itu menegaskan, tak ada toleransi bagi para pelaku penistaan agama.

Bila pendeta Saifuddin yang kini berada di Amerika berhasil ditangkap polisi dan satu sel dengannya, Napoleon berjanji tak akan bertindak anarkis.

Meski begitu, Napoleon mengatakan, pendeta asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut, perlu diberi 'pelajaran' agar kapok.

"Tidak saya aniaya. Paling 'kujilat' saja dia,” ujar Napoleon. 

Sumber: Poskota
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »