PILIHAN REDAKSI

Tantang Pendukung UAS, Singapura Sebut Hongkong dan Negara Eropa Lainnya Juga Menolak, Berani?

BENTENGSUMBAR.COM - Singapura dengan tegas dan berani menghadapi kemarahan pendukung penceramah Ustad Abdul Somad (UAS) di medi...

Advertorial

Pertama Laksanakan Shalat Ied Pasca Pandemi, Mesjid Raya IKK Penuh Sesak

          Pertama Laksanakan Shalat Ied Pasca Pandemi, Mesjid Raya IKK Penuh Sesak
Pertama Laksanakan Shalat Ied Pasca Pandemi, Mesjid Raya IKK Penuh Sesak
BENTENGSUMBAR.COM - Untuk pertama kalinya digunakan untuk shalat Idul Fitri semenjak Pandemi Covid-19, Mesjid Raya IKK (Ibu Kota Kabupaten) yang berada di Nagari Parik Malintang penuh sesak oleh jemaah yang datang dari berbagai penjuru Padang Pariaman.

Walaupun dibawah guyuran hujan, Shalat Ied pada Senin (2/5)  tetap terlaksana sesuai rencana. Bertindak sebagai Khatib Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag. Tuanku Mudo dan sebagai imam Tuanku Dahlan, S.PdI

Hadir dalam shalat Ied tersebut, Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur beserta keluarga, Wakil Bupati Rahmang bersama keluarga, Sekdakab. Rudy Repenaldi Rilis bersama keluarga serta Kepala OPD dan Camat se Kabupaten Padang Pariaman, Wali Nagari dan tokoh masyarakat setempat.

Sebelum shalat Ied, Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur  menyampaikan sambutan singkat dihadapan para jemaah.

Disamping menyampaikan permohonan maaf atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah di hari kemenangan, Suhatri Bur menginformasikan sekelumit hasil yang dicapai selama satu tahun kepemimpinan Suhatri Bur dan Rahmang.

"Semenjak dilantik tanggal 26 Februari 2021 lalu, mungkin kami belum bisa berbuat banyak untuk kemajuan Kabupaten Padang Pariaman. Karena, pada masa itu daerah kita masih dilanda pandemi Covid-19 dan Pemerintah Pusat melakukan refocusing atau melakukan penyederhanaan terhadap penggunaan anggaran pembangunan di daerah," ujar Suhatri Bur.  

Dia mengatakan, bahwa telah menetapkan Visi dan Misi pembangunan untuk lima tahun ke depan, yaitu Padang Pariaman Berjaya. Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Daerah nomor 8 tahun 2021, tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Padang Pariaman tahun 2021-2026.

"Visi “Padang Pariaman Berjaya” merupakan cita-cita dan semangat serta tekad Kabupaten Padang Pariaman, untuk menjadi yang terbaik dalam segala aspek dan menjadi Kabupaten terdepan di Provinsi Sumatera Barat," ulasnya.

Dijelaskan Suhatri Bur penjabaran dari visi BERJAYA tersebut, mengandung empat kata kunci.

1. Unggul BErkelanjutan : Menjadikan Kabupaten Padang Pariaman maju selangkah dibandingkan daerah lain dalam segala hal, yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

2. Religius : Masyarakat Kabupaten Padang Pariaman yang menjunjung tinggi norma-norma agama, berpegang teguh pada ajaran agama dan menjadikan agama sebagai pondasi dalam kehidupan sehari-hari.

3. SeJAhtera : Kondisi masyarakat Kabupaten Padang Pariaman yang mencapai taraf kehidupan layak, dari sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sosial budaya.

4. BerbudaYA : Kehidupan masyarakat yang mempertahankan nilai-nilai adat dan budaya setempat, sebagai kearifan lokal dan warisan nenek moyang terdahulu.

Diakhir sambutannya, Bupati Suhatri Bur mengharapkan dukungan seluruh masyarakat khususnya perantau. Berupa masukkan dan ide-ide positif untuk kemajuan kampung halaman tercinta. 

"Padang Pariaman Berjaya tidak akan terwujud tanpa dukungan seluruh lapisan masyarakat, baik yang berada di kampung maupun di perantauan," harapnya.

Dalam penyampaian khotbah Idul Fitri Buya Duski Samad memberi judul "Check Point Berjaya". Artinya, dari mana kita mulai bergerak untuk mewujudkan Padang Pariaman yang unggul berkelanjutan, religius, sejahtera dan berbudaya.

"Dihari pertama Idul Fitri adalah saatnya umat Islam kembali mempersiapkan diri meneguhkan iman dan taqwa menyongsong Kehidupan Berjaya. Ibarat perjalanan antar negara, hari ini kita tengah berada digaris antara dua 
kehidupan. Kehidupan Ramadhan yang penuh ibadah, 
penguatan aqidah dan pengalaman sipritualitas yang segera 
akan kembali pada kehidupan keseharian dengan segenap 
umat Islam kembali mempersiapkan diri meneguhkan iman," terang Buya Duski Samad.

Dikatakan, visi Padang Pariaman berjaya sulit dapat dicapai bila 
imsak (menahan diri dan ketahanan diri) pemimpin negeri ini 
lemah, kalah oleh penjahat masa depan anak cucu di masa 
datang. 

"Bukankah alam lingkungan ini warisan untuk cucu. Dapat 
dipastikan kerusakan itu terjadi ulah manusia serakah dan 
gegabah yang tak dapat dicegah oleh pihak pemegang perintah," tukasnya. 

Buya Duski Samad mengatakan, kehidupan berjamaah membutuhkan komando yang jelas 
dan terarah. Saat rukuk, itidal, sujud, dan bangkit akan 
bermasalah bila suara komando imam tidak jelas dan 
makmum tidak mengerti, dan akan kacau jamaah. 
Kepemimpinan memerlukan sistim komunikasi yang sama 
antara pemimpin dengan yang dipimpin. 

"Ada 6  bentuk dan pola komunikasi yang dapat 
mengerakkan perubahan untuk kejayaan. Dengan nemberikan 
pembekalan yang cukup kepada semua pengerak perubahan, untuk dapat memerintah dan memberi pengarahan yang qaulan 
baligha (jelas dan tegas), qaulan sadida (jujur dan terukur), 
qaulan karima (mulia dan santun), qaulan maysara
 (memudahkan), qaulan ma’rufa (diterima publik) dan qaulan 
layyina (ramah dan ceria)," terangnya.

Kesimpulan yang ingin ditegaskan oleh guru besar UIN Imam Bonjol itu, adalah  di tapal batas 
menuju kehidupan alam rutinitas dan perjuangan mengapai 
bahagia. Maka perlu diingatkan ke dalam diri dan orang-orang 
terdekat. Agar terus memastikan bahwa kendali dipegang 
sendiri (imsak abadi), riyadah berjamaah (hidup bersama dalam 
kebersamaan) memerlukan pemimpin mengayomi, rakyat yang 
memuliakan pemimpinannya dan didukung oleh leadership 
pemimpin yang jelas dalam memberi perintah, tegas dalam 
aturan, berpihak pada program kerakyatan.

"Menyiapkan landasan dan pedoman kerja yang unggul dan mengawasi setiap sen uang rakyat, adalah prasyarat utama 
untuk hadirnya Padang Pariaman berjaya. Semoga kita lebih 
baik, lebih makmur dan lebih bahagia di masa datang. Amin," tutupnya. 

Diakhir kegiatan, Pengurus Mesjid Raya IKK Drs. Azwarman, MM mengumumkan hasil kotak infaq dan shadaqah yang diterima pada shalat Ied tersebut sebanyak Rp. 9.410.000.

"Atas nama pengurus, kami mengucapkan terima kasih kepada semua jemaah atas  kehadirannya meramaikan Shalat Ied di Mesjid Raya IKK ini. Semoga semua yang telah diberikan, bermanfaat untuk pengembangan Mesjid Raya yang kita banggakan ini dan dibalas dengan pahala yang berlimpah oleh Allah SWT," ujarnya. (R/AT)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »