PILIHAN REDAKSI

Swimsuit Merah Wulan Guritno Menerawang Pakai Busana Transparan, Gaya Seksinya Tiada Lawan!

BENTENGSUMBAR.COM - Penampilan  Wulan Guritno yang cantik dan seksi tak ada habisnya mencuri perhatian. Terbaru, gaya Wulan Gur...

Advertorial

Ungkit Lagi Luhut Brutus Istana, Masinton PDIP: Bukan Lagi Ditikam Pakai Pisau

          Ungkit Lagi Luhut Brutus Istana, Masinton PDIP: Bukan Lagi Ditikam Pakai Pisau
Ungkit Lagi Luhut Brutus Istana, Masinton PDIP: Bukan Lagi Ditikam Pakai Pisau
BENTENGSUMBAR.COM - Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu kembali menyebut Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Brutus Istana. 

Namun, ia menyebut brutus yang dimaksud tidak seperti kisah pada zaman dahulu yang menikam orang terdekatnya dengan pisau.

"(Brutus) itu kan kisah yang digunakan di seluruh dunia kan. Brutus itu kan yang tikam teman dekatnya, Julius Cesar, kemudian ditikam kan, itu dulu peristiwa menikam, orang dekat yang menikam penguasanya. Kan kira-kira begitu ya," kata Masinton, dilansir dari Jitunews pada Kamis, 5 Mei 2022.

"Hari ini gambarannya bukan lagi persis seperti cerita itu, bukan lagi ditikam pakai pisau atau belati, penikaman itu kan bisa macam-macam, termasuk ya dengan seperti agenda, Presiden jelas-jelas nyatakan taat konstitusi, kemudian didorong-dorong untuk kampanye 3 periode. Ya kan?" sambungnya.

Masinton menyebut Presiden Joko Widodo secara gamblang menolak wacana penundaan pemilu. 

Namun, pembantunya justru mendukung wacana Jokowi 3 periode dengan mengklaim memiliki big data suara rakyat mendukung perpanjangan jabatan presiden.

"Presiden jelas 'menampar muka saya, mencari muka ke saya, bahkan menjorokkan saya'. Kemudian apa lagi disampaikan lah kemudian untuk pembenaran 3 periode tadi big data yang sudah dilakukan forensik digital, nggak ada tuh suara 10 juta. Bahkan Ketua DPD sekali pun, pimpinan lembaga tinggi negara nyatakan itu bohong, sampai sekarang kan nggak ada pertanggungjawaban. Pola cara kekuasaan begini kan nggak benar gitu," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti Luhut sebagai pembantu Jokowi yang mendukung penundaan pemilu. Ia menyebut suara suara itu berasal dari rakyat.

"Kita kan mendengar suara-suara masyarakat, jangan dikira masyarakat nggak tahu apa-apa, mereka yang rasakan, mereka mau suarakan terbuka mereka takut dituduh pencemaran nama baik atau dikriminalisasi tadi. Kemudian kalau bicara di medsos langsung buzzer menyerang. Artinya ketika ada masyarakat mau berpendapat juga ketakutan di era demokrasi ini nah insting dan naluri kita ini nggak benar, nggak boleh," pungkasnya. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »