PILIHAN REDAKSI

Buang Sabu Keselokan, AI Terpaksa Diamankan Satres Narkoba Polres Solok Kota

BENTENGSUMBAR.COM - Tim Satresnarkoba Polres Solok Kota mengamakan AI ( 25 ) sekira jam 22 50 Wib pada Senin tanggal 27 Juni 20...

Advertorial

Ramai Rendang Babi, Habib Hafidz Allatas: Teman Non Muslim Berhak Mengolah Makanan Sesuai Selera Mereka, Mengapa Kita Gusar?

          Ramai Rendang Babi, Habib Hafidz Allatas: Teman Non Muslim Berhak Mengolah Makanan Sesuai Selera Mereka, Mengapa Kita Gusar?
Ramai Rendang Babi, Habib Hafidz Allatas: Teman Non Muslim Berhak Mengolah Makanan Sesuai Selera Mereka, Mengapa Kita Gusar?
BENTENGSUMBAR.COM - Sekjen Majelis Hikmah Alawiyah (MAHYA), Habib Hafidz Alattas angkat suara terkait ramainya kecaman terhadap restoran padang bernama Babiambo yang menjual menu rendang berbahan babi.

Menurutnya warga non muslim berhak mengolah makanan mereka dengan cara apapun sesuai selera mereka.

Seharusnya pemeluk Islam berterima kasih karena si pemilik resto mencantumkan label non halal pada usahanya.

“Teman2 non-muslim berhak mengolah makanan mrk dgn cara apapun sesuai selera mereka. Harusnya kita terimakasih yg punya resto sdh ngasih label “Non-Halal”, mengapa kita gusar?” cuit Hafidz Allatas di Twitter, dilansir pada Senin (13/6/2022).

Lagian kata dia, resto tersebut sudah tak beroperasi sejak tahun 2020 lalu.

“Saya tahu resto sdh tutup, apa salah mereka?” katanya.

Hafidz Allatas lantas menjabarkan fakta bahwa Indonesia adalah negara berpenduduk Islam terbesar yg paling banyak mengkonsumsi daging babi.

“Tahukah kalian Indonesia adalah negara berpenduduk Islam terbesar yg paling banyak mengkonsumsi daging babi: FAKTA,” tegasnya.

“Temen2 non-muslim di Indonesia jumlahnya sekitar 30 juta. Lumayan banyak ya. Menurut FAO, Indonesia menghasilkan 8,54 juta Babi di tahun 2018,” bebernya lagi.

Ia mengatakan negara pertama dengan populasi muslim terbesar di dunia yang memiliki produktivitas babi yang tinggi karena besarnya bisnis dan konsumsi penduduk non-muslimnya.

“Mau jualan di toko, di resto, dimasak apa aja asal labeling jelas selama ini ga masalah. Karena ini, Indonesia dipuji dunia,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ustaz Hilmi mengatakan jika restoran padang gunakan menu babi tersebut sudah melampaui batas. Sebab masakan rendang adalah khas Minang. Sementara minang identik dengan Islam.

“Menurut saya ini sudah melampaui batas. Warga Minang teguh dengan prinsip: Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” kata Ustaz Hilmi lewat cuitan di Twitter-nya, dikutip pada Sabtu 11 Juni 2022. 

Sumber: Fajar.co.id
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »