Advertorial

Daerah

Waduh! Menantu Rizieq Sindir Keras Pemerintah: Pemimpin yang Mati dalam Keadaan Menzalimi Rakyat, Haram Baginya Surga!

          Waduh! Menantu Rizieq Sindir Keras Pemerintah: Pemimpin yang Mati dalam Keadaan Menzalimi Rakyat, Haram Baginya Surga!
Waduh! Menantu Rizieq Sindir Keras Pemerintah: Pemimpin yang Mati dalam Keadaan Menzalimi Rakyat, Haram Baginya Surga!
BENTENGSUMBAR.COM - Menantu Habib Rizieq Shihab, Habib Hanif Alatas, menyindir pemerintah dengan isi ceramah agama. Bekas pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu menyebut pemimpin yang mati dalam keadaan menzalimi rakyatnya maka diharamkan baginya surga alias masuk neraka.

Menurut Habib Hanif, konsekuensi balasan neraka diberikan kepada pemimpin yang zalim lantaran selama hidup di dunia ia diamanahi pemerintahan oleh rakyat. 

Jika pemimpin itu tak bertaubat atas perbuatan zalimnya, maka neraka menjadi balasannya.

"Tidaklah seorang Allah beri jabatan, berikan amanat rakyat, ketika meninggal dia dalam keadaan menzalimi rakyatnya, menzalimi ini bisa memang dalam keadaan dia sedang menzalimi atau dia belum bertaubat dalam kezaliman tersebut. Kalau dia meninggal dalam keadaan menzalimi rakyatnya, maka Allah haramkan baginya surga," kata Habib Hanif dalam sebuah video yang diunggah di saluran Youtube Refly Harun, dikutip Rabu (29/6/2022).

Habib Hanif menerangkan, hukum utama bagi seorang pemimpin adalah sikap lemah lembut kepada rakyatnya, dia bahkan mengatakan, pemimpin yang semena-mena kepada rakyatnya sudah disumpahi Nabi untuk masuk neraka. 

Sebaliknya pemimpin-pemimpin selalu berbuat baik kepada rakyatnya jelas punya jaminan masuk surga.

"Ya Allah barang siapa yang mengurusi urusan umatku kemudian menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia Ya Allah. Disumpahin sama Nabi. Kemudian, barang siapa yang mengurusi urusan umatku, kemudian dia berlemah lembut, maka berlemah lembutlah terhadapnya Ya Allah, berilah pertolongan kepadanya,” tuturnya.

Habib Hanif mengatakan masyarakat diwajibkan patuh pada pemimpin mereka yang amanah. 

Habib Hanif menegaskan, patuh kepada pemimpin terikat dengan kepatuhan kepada Allah SWT dan RasulNya.

"Kalau perintah yang diperintahkan kepada kita bertentangan dengan perintah Allah dan RasulNya, maka seorang Muslim tidak boleh mematuhi sebuah kemaksiatan yang diperintahkan atasnya. Jadi kepatuhan kepada Allah dan Rasul itu sifatnya mutlak, tapi kepatuhan kepada ulil amri relatif, terikat kepatuhan kepada Allah dan RasulNya," tandasnya.

Diketahui, organisasi FPI yang kini sudah dibubarkan sering melontarkan kritikan pedas untuk pemerintah.

Mereka bahkan tak segan menyebut pemerintah zalim karena menilai tindakan penguasa saat ini menyakiti pihak mereka.

Misalnya, FPI menilai proses hukum terhadap kerumunan dalam kegiatan pimpinannya, Habib Rizieq Shihab, pada Selasa (10/11/2020) lalu adalah tindakan zalim karena tebang pilih.

Menurut kuasa hukum Habib Rizieq, Aziz Yanuar, ada perlakuan yang tebang pilih terhadap Rizieq dan FPI sejak dirinya pulang ke Indonesia. 

Padahal, kata dia, seharusnya setiap orang mendapat perlakuan yang sama di depan hukum.

Sumber: Poskota
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »