Advertorial

Daerah

Sudah Berdarah-darah Sampai Ompong, Nicho Silalahi Jadi Bahan Tertawaan, Tokoh NU Heran: Ada Ya Orang Gembira Ketika Aktivis Dianiaya Oknum Polisi? Sakit Semua!

          Sudah Berdarah-darah Sampai Ompong, Nicho Silalahi Jadi Bahan Tertawaan, Tokoh NU Heran: Ada Ya Orang Gembira Ketika Aktivis Dianiaya Oknum Polisi? Sakit Semua!
Sudah Berdarah-darah Sampai Ompong, Nicho Silalahi Jadi Bahan Tertawaan, Tokoh NU Heran: Ada Ya Orang Gembira Ketika Aktivis Dianiaya Oknum Polisi? Sa
BENTENGSUMBAR.COM – Unggahan video aktivis sekaligus pegiat media sosial Nicho Silalahi tentang pengakuannya telah dianiaya polisi menuai komentar dari berbagai pihak.

Namun, tak sedikit yang berkomentar miring hingga mengolok-olok aktivis itu.

Oleh karenanya, seorang tokoh Nadhlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan atau Gus Umar menjadi heran melihat seolah peristiwa penganiayaan pada Nicho Silalahi jadi bahan tertawaan.

Tokoh NU itu heran mempertanyakan mengapa ada orang yang gembira ketika seorang aktivis dianiaya oleh oknum polisi.

Gus Umar lantas menilai orang-orang yang berbahagia di atas penderitaan orang lain itu sakit.

Hal tersebut diungkapkan oleh Tokoh NU itu lewat akun Twitter miliknya @UmarAlChelsea_7 pada Kamis (14/7/2022).

"Ada ya orang yg gembira ktk ada aktivis dianiaya oknum polisi. Sakit semua," ujar Gus Umar.

Diketahui, Nicho Silalahi memposting sebuah video di mana ia mengaku menjadi korban penganiayaan polisi.

Aktivis itu memperlihatkan mulutnya yang berdarah serta satu giginya yang copot. 

Nicho bahkan berniat untuk mengadukan penganiayaan yang dia alami ke Propam.

“Pak @ListyoSigitP beginilah kelakuan anggota bapak Dilapangan, dan saya telah menjadi korban penyiksaan anggota bapak, padahal saya sudah diamankan," tulis Nicho Silalahi lewat akun Twitter pribadinya @Nicho_Silalahi.

Sebelum peristiwa dugaan pengaiayaan itu terjadi, diketahui bahwa Nicho Silalahi tengah melalukan aksi lantaran keputusan dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Nicho Silalahi saat itu tengah berdemo untuk menolak eksekusi penutupan D’Caldera Coffee yang terletak di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota, pada Rabu (13/7/2022).

Dalam cuitannya, Nicho Silalahi mengatakan akan mempertahankan putusan PTUN yang telah ingkrah sebagai dasarnya berdemo.

"Saatnya Rakyat Melawan Untuk Mempertahankan Putusan PTUN Yang Telah Incraht. Alas hak kita Sertifikat BPN No 481 dan No 482, Ayo seluruh pejuang Rakyat Yang ada Di Sumut Segera Merapat dan Kita Pertahankan Markas Kita," ucap Nicho Silalahi. 

Sumber: Poskota
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »