Advertorial

Daerah

1,5 Tahun Mangkrak, Pekerja Pindah ke Pekanbaru, Andre Rosiade Resmikan Pembangunan kembali Tol Padang-Sicincin

          1,5 Tahun Mangkrak, Pekerja Pindah ke Pekanbaru, Andre Rosiade Resmikan Pembangunan kembali Tol Padang-Sicincin
1,5 Tahun Mangkrak, Pekerja Pindah ke Pekanbaru, Andre Rosiade Resmikan Pembangunan kembali Tol Padang-Sicincin
BENTENGSUMBAR.COM - Setelah 1,5 tahun mangkrak, pembangunan tol Padang-Sicincin kembali dikerjakan oleh PT Hutama Karya (HK) September 2022 karena tangan dingin Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade.

Bersama Direktur Operasi III HK Koentjoro, Andre Rosiade memukul gong tanda dimulainya pembangunan kembali jalur tol yang direncanakan menghubungkan Kota Padang dan Pekanbaru, Riau itu.

Turut hadir dalam acara bertema makan bajamba yang digelar di atas jalan tol yang sudah dibangun di Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman itu, Direktur Utama (Dirut) PT Semen Padang Asri Muchtar, Direktur Operasional PT SP Indrieffouny Indra, Ketua DPRD Sumbar Supardi, Anggota DPRD Sumbar Eviyandri, Hidayat, Project Director Jalan Tol Padang-Sicincin Hutama Karya Marthen Robert, Kasilog Korem 032/Wbr Kolonel Akmil, Ketua DPRD Padang Syafrial Kani, Ketua Fraksi Gerindra Mastilizal Aye, Ketua DPRD Padangpariaman Arwinsyah, Ketua DPRD Kota Pariaman Fitri Nora dan lainnya. 

Menariknya, sebelum memulai sambutannya, Andre Rosiade yang juga anggota Komisi VI DPR RI itu meminta maaf kepada Hutama Karya. Karena terjadi keterlambatan pembangunan tol dari seharusnya. 

“Sebagai wakil rakyat asal Sumbar, kami minta maaf atas kelambanan Pemprov Sumbar dalam pembebasan lahan. Karena, sama-sama ground breaking dengan tol Dumai-Pekanbaru yang 133 KM sudah diresmikan dua tahun lalu. Sementara Padang-Sicincin yang 36 KM baru selesai 3 KM,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar ini.

Andre Rosiade menegaskan, hal ini tanda ketidakmampuan dan ketidakseriusan Pemprov Sumbar dalam menyelesaikan pembenasan lahan. 

“Di Aceh saja enam bulan beres, pembangunan tol berjalan. Lampung, Bengkulu juga. Di Pekanbaru sudah hampir dibangun sampai ke batas Sumbar. Ini sangat memprihatinkan, karena Sumbar tertinggal dari Provinsi lain di Pulau Sumatra,” kata ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini. 

Andre Rosiade menegaskan, di Komisi VI DPR RI dia terus mengawal pembangunan tol. Bahkan, sampai memastikan adanya penanaman modal negara (PMN) sebesar Rp30 triliun kepada HK untuk proyek-proyek tol.

“Kita minta bulan September ini setelah makan bajamba dimulai kembali. Dimulai meski baru 77 persen tanah bebas, agar Pemprov Sumbar bangun dari tidur. DPRD Sumbar harus panggil Pemprov Sumbar untuk menyelesaikan ini,” kata Andre Rosiade yang menekankan kepada Ketua DPRD Sumbar Supardi yang berasal dari Partai Gerindra. 

Andre menyebut pembangunan mangkrak 1,5 tahun adalah sebuah pertanyaan besar. Semua warga Sumbar berharap pemerintah daerah bisa bangun dan bekerja lebih baik.

“Kalau Lampung bisa, Sumsel bisa, Bengkulu bisa, Riau Bisa, Sumut bisa, Jambi bisa, kenapa Sumbar tidak bisa. Ini sangat aneh. Kita harapkan, acara ini bisa membangunkan Pemprov. Kalau bahasa HK, kebanyakan rapat, action tak ada. Harapan kami, kita hadir makan bajamba, Insya Allah HK bisa segera memulai pekerjaan kembali,” kata Andre.

Andre membocorkan, sebenarnya HK ‘malas’ melanjutkan pembangunan karena pembebasan lahan belum 90 persen. 

“Tapi setelah dirayu, akhirnya direksi termasuk Dirut HK Budi Harto setuju kembali berjalan. Kami berterima kasih ke pemerintah pusat yang menyelesaikan Trans Sumatra. Terima kasih kepada Presiden Jokowi dan Menteri PUPR serta Menteri BUMN. Kami sampaikan curhat HK ini agar DPRD Sumbar membantu. Kelanjutan pembangunan tol ini adalah hadiah HUT RI ke-77 di Sumbar,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar ini.

Direktur Operasi III HK Koentjoro mengatakan, sesuai dengan penugasannya, dia mendapatkan target penyelesaian 24 ruas tol di Sumatra. Salah satunya di Sumbar. 

“Khusus yang Padang-Sicincin sepanjang 36 KM yang kita sudah mulai dari tahun 2018-2019 agak lambat. Sampai saat ini baru 3,6 KM yang sudah, tapi yang bisa dilewati baru 2 KM saja,” katanya. 

Koentjoro menyebut, HK sangat berterima kasih kepada Andre Rosisde yang hadir memastikan proyek ini segera berlanjut kembali. 

“Sampai dengan saat ini baru 77 persen lahan dibebaskan. Harapan kita mendekati 90 persen, kita akan mulai lanjutkan pembangunan. September kita segera mulai. Kami ucapkan terima kasih pada pak Andre Rosiade. Berkenan memasukkan jadwalnya dan memastikan memberikan dorongan pembebasan lahan. Agar HK bisa melanjutkan pembangunan sampai selesai,” katanya. 

Dia mengatakan, dukungan Andre Rosiade sangat luar biasa kepada pembangunan. Karena mendukung penanaman modal negara yang menjadi sumber pembangunan tol.

“Sehingga apa yang diperjuangkan anggota dewan bisa kami diselesaikan pekerjaannya. Apabila selesai terbangun tol 36 KM ini, jalur yang biasa ditempuh satu sampai dua jam, Insya Allah dilalui hanya 30 menit. Target kita tol sesi 1 ini selesai 2024 awal,” katanya pada acara yang dilengkapi dengan sumbangan untuk anak asuh dari Panti Asuhan Mutiara Budi di Padangpariaman.

Secara nasional, kata Koentjoro, pembangunan tol di Sumbar tergolong masih sedikit diselesaikan dibanding daerah lain. Dampaknya, masyarakat Sumbar tidak bisa menikmati infrastruktur yang lebih baik dan berkualitas. Sehingga ada kendala kemacetan, distribusi logistik yang tidak maksimum bisa terjadi. 

“Tapi kalau tol bisa tersambungkan kemacetan dan peningkatan logistik bisa ditingkatkan,” katanya.

Koentjoro membenarkan, pembangunan sudah terhenti sejak 1,5 tahun lalu. Di akhir tahun 2020 sudah slow, tapi hanya ada pekerjaan pemeliharaan. 

“Pekerja sebelumnya digeser untuk mempercepat pembangunan di Pekanbaru dan Palembang. Sehingga ada satu ruas yang seudah selesai di Pekanbaru. September ini akan kembali ke Sumbar. Khusus sesi 1 kita usahakan segera tuntas,” katanya.

Sebelumnya Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy mengatakan, pembebasan tanah saat ini telah lebih dari 70 persen dari 36,15 km ruas Padang-Sicincin, dengan total lahan tersambung sepanjang 12 km. Dengan begitu pekerjaan sudah dapat dimulai secara simultan bersamaan sisa proses pembayaran UGK yang terus dipacu.

“Sementara untuk bidang-bidang tanah yang masih belum bebas di Nagari Kapalo Hilang, kita menargetkan akan selesai sebelum akhir tahun. Jadi yang disini dulu, Kapalo Hilalang kan di ujung sana, aktivitasnya mungkin tahun depan, tapi tanahnya tahun ini harus sudah selesai," ungkapnya. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »