Advertorial

Daerah

Wako Pariaman Sampaikan Nota Keuangan RAPBD-P Kota Pariaman Tahun 2022

          Wako Pariaman Sampaikan Nota Keuangan RAPBD-P Kota Pariaman Tahun 2022
Wako Pariaman Sampaikan Nota Keuangan RAPBD-P Kota Pariaman Tahun 2022
BENTENGSUMBAR.COM - Walikota Pariaman  Genius Umar sampaikan Nota Keuangan tentang  Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD P) Kota Pariaman tahun anggaran 2022, di Gedung Utama Kantor DPRD Kota Pariaman, Desa Manggung, Kecamatan Pariaman Utara, Selasa (13/9).

Penyampaian Nota Keuangan Walikota tentang RAPBD P ini, juga dihadiri  Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, Ketua DPRD Kota Pariaman, Fitri Nora, Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman, Efrizal, Anggota DPRD Kota Pariaman, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Kabag dan Camat se Kota Pariaman.

Dalam penyampaianya Genius Umar menyampaikan ucapan terimakasih kepada pimpinan dan anggota DPRD Kota Pariaman, yang telah menyetujui dan menandatangani dokumen KUA PPAS APBD P Tahun 2022 beberapa waktu lalu, sebagai komitmen bersama untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Proyeksi RAPBD P Kota Pariaman tahun 2022, untuk pendapatan daerah, APBD awal sebesar Rp. 616.934.202.345, setelah perubahan menjadi Rp. 628.866.299.312, atau bertambah sebesar Rp. 11.932.096.967,” ujarnya.

Untuk PAD Tahun 2022, Genius menyebutkan yang awalnya Rp. 47.502.438.431, naik menjadi Rp. 49.488.866.439, atau bertambah sebesar Rp. 1.986.428.008, yang berasal dari pengelolaan kekayaan daerah, yang semula Rp. 6.986.510.155, setelah perubahan menjadi Rp. 8.927.938.163, atau mengalami penambahan Rp. 1.986.428.008, ungkapnya.

“Untuk penerimaan dana transfer, yang semula Rp. 563.520.763.914, setelah perubahan mengalami penambahan sebesar 1,72 persen, sebesar Rp. 9.675.646.314, sehingga menjadi Rp. 573.196.410.228,” tuturnya.

Sedangkan Belanja Daerah, Genius menyebutkan yang semula Rp. 646.934.202.345, berkurang sebesar Rp. 17.712.142.346 atau 2,73 persen, sehingga pada perubahan ini menjadi Rp. 629.222.059.999.

“Kalau kita bandingkan antara pendapatan setelah perubahan sebesar Rp. 628.866.299.312, dan belanja daerah sebesar Rp. 629.222.059.999, terjadi difisit anggaran sebesar Rp. 357.760.687,” tukasnya.

Untuk Pembiayaan daerah, yang semula dirancanakan Rp. 30.000.000.000, pada perubahan ini mengalami pengurangan sebesar 90,48 persen, sebesar Rp. 27.144.239.313, menjadi Rp. 2.855.760.687, dan pengeluaran pembiayaan yang semula Rp. 0, pada perubahan ini menjadi Rp. 2.500.000.000, untuk penyertaan modal pada Bank Nagari.

“Kalau dibandingkan antara pemnerimaan pembiayaan sebesar Rp. 2.855.760.687 dengan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp. 2.500.000.000, terdapat pembiayaan netto sebesar Rp. 357.760.687 , yang digunakan untuk menutup defisit anggaran tersebut,” tutupnya. (J/at)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »