Advertorial

Daerah

Kuatkan Literasi di Sumbar, Balai Pustaka Akan Luncurkan Film Sitti Nurbaya

          Kuatkan Literasi di Sumbar, Balai Pustaka Akan Luncurkan Film Sitti Nurbaya
Kuatkan Literasi di Sumbar, Balai Pustaka Akan Luncurkan Film Sitti Nurbaya
BENTENGSUMBAR.COM - Pemprov Sumbar memberikan apresiasi yang tinggi kepada PT Balai Pustaka (BUMN) yang terus menggelorakan semangat literasi, khususnya untuk Sumbar sejak puluhan tahun lalu hingga sekarang.

Termasuk dalam waktu dekat ini Balai Pustaka akan meluncurkan film Sitti Nurbaya yang berasal dari karya literasi Marah Roesli.

Apresiasi itu diungkapkan Gubernur Sumbar yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Drs. H. Syafrizal Ucok, MM Datuak Nan Batuah ketika membuka acara "Balai Pustaka Pulang Kampung" di Auditorium Gubernuran, Jalan Sudirman Padang, Rabu (9/11/2022) pagi.

Acara yang dikemas dalam bentuk diskusi ini menghadirkan Dirut Balai Pustaka Ir. Achmad Fachrodji, MM., ahli waris pengarang Aman Dt Majoindo yaitu Komjen Pol Boy Rafli Amar, SH.MH, Kadis Arsip Perpustakaan Provinsi Novrial, SE.MA.Ak., Kepala Balai Bahasa Dr. Eva Krisna, M.Hum., Kadis Arsip Perpustakaan Kabupaten/Kota, Kadis Pendidikan Kabupaten/Kota, wartawan senior dan komunitas serta penggiat literasi. 

"Kita sangat berterima kasih kepada Balai Pustaka, dimana sebagian besar tokoh-tokoh literasinya berasal dari Ranah Minang, sebut saja Hamka, M. Yamin, Abdul Muis, Aman Dt Majoindo, Toelis St. Sati, Marah Roesli, Chairil Anwar, sampai era tahun 80-an ada Moechtar Naim, Leon Agusta, Wisran Hadi, Darman Moenir, dan Chairul Harun. Lilin literasi inilah yang harus terus kita nyalakan," kata Syafrizal Ucok. 

Pengarang, penyair, buku dan penerbit adalah rangkaian pelaku dan lembaga yang menjaga sejarah dan kebudayaan yang akan menghantarkan generasi saat ini ke masa depan yang lebih baik.

Melalui program-program di bidang pendidikan, kebudayaan dan perpustakaan, tingkat kegemaran membaca generasi muda harus terus dipelihara.

Karena itu, kedatangan Dirut Balai Pustaka ke Sumbar kali ini bisa disebut sebagai "Balai Pustaka Pulang Kampung", dimana sejak dulu penerbit buku milik pemerintah ini telah menjadi "rumah" sastrawan dan penyair asal Sumatera Barat. 

"Kedatangan Balai Pustaka ini mesti disambut dengan tangan terbuka dan diikuti dengan program yang kongkrit oleh stakeholder di Sumbar," kata Syafrizal Ucok, yang juga mantan Wabup Pesisir Selatan 2005-2010.

Dalam kesempatan "Balai Pustaka Pulang Kampung" tampil Komjen Pol Boy Rafli Amar, yang menceritakan tentang kakeknya Aman Dt Majoindo, pengarang buku-buku legendaris terbitan Balai Pustaka, seperti Tambo Minangkabau, Si Doel Anak Jakarta, Malin Deman dan Puti Bungsu, Sepuluh Cerita Anak-anak, Putri Rimba Larangan, dan 500 Pepatah.

Menurut Boy Rafli Amar, kakeknya ini memang disiplin, memberikan tunjuk ajar adat Minangkabau dan tentunya juga suka mendongeng kepada cucunya. 

Karena itu tidak salah banyak sekali buku-buku cerita anak-anak yang ditulis Aman Dt Majoindo, dan terus dicetak ulang oleh Balai Pustaka hingga sekarang.

Dalam acara "Balai Pustaka Pulang Kampung" ini disepakati program-program literasi kedepan melalui Dinas Arsip Perpustakaan Provinsi dan Dinas Arsip Perpustakaan Kabupaten/Kota, terutama dalam meningkatkan minat baca masyarakat dan mendorong lahirnya sastrawan dan penyair dari Ranah Minangkabau. 

Laporan: Novrianto Ucoxs
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »