Editors' Choice

Ketua MUI Larang Politik Praktis di Masjid Jelang Pemilu 2024

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah Cholil Nafis menyatakan pihaknya melarang aktivitas polit...

Main Keroyokan! PKB dan Demokrat Kompak Nyinyirin Acara Kumpul-kumpul Jokowi Bareng Relawan di GBK, Pasang Kuping Baik-baik!

          Main Keroyokan! PKB dan Demokrat Kompak Nyinyirin Acara Kumpul-kumpul Jokowi Bareng Relawan di GBK, Pasang Kuping Baik-baik!
Main Keroyokan! PKB dan Demokrat Kompak Nyinyirin Acara Kumpul-kumpul Jokowi Bareng Relawan di GBK, Pasang Kuping Baik-baik!
"Orang yang pesimis selalu melihat kesulitan di setiap kesempatan. Tetapi orang yang optimis selalu melihat kesempatan dalam setiap kesulitan."

Imam Ali Kwh

BENTENGSUMBAR.COM - Acara  ‘Gerakan Nusantara Bersatu’ yang dihelat Presiden Joko Widodo bersama ratusan ribu relawannya di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (26/11/2022) berpolemik.

Sejumlah pihak memang mendukung acara tersebut, tetapi tak sedikit pula yang tak sejalan dan mengkritik keras hajatan itu. 

Salah satu pihak yang mengkritik kegiatan tersebut adalah Partai Demokrat, kritik disampaikan  lewat Deputi dan Kebijakan DPP Partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu, Yan Harahap. 

Dia menilai acara pribadi yang menggunakan fasilitas GBK ini jelas kebijakan yang ‘semau gue’ dari pemerintahan Joko Widodo. 

"Suka-suka ugal-ugalan," ujar Yan Harahap dilansir dari twitter pribadinya Minggu (27/11/2022). 

Senada Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga politisi Partai  Kebangkitan Bangsa (PKB)  Umar Hasibuan juga melontarkan kritikan keras.

Menurut Gus Umar acara kumpul-kumpul itu sebetulnya tak ada urgensinya buat Jokowi, seharusnya kepala negara lebih bijak lagi jelang berakhirnya masa jabatannya. 

Gus Umar sendiri mengaku sangat heran dengan gelaran acara tersebut.

"Kadang saya bingung utk apa sih jokowi masih mau ikutan acara relawan gini?" kata Gus Umar.

Sementara itu, Pengamat Politik sekaligus Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi mengklaim acara  kumpul-kumpul itu ternyata dihadiri massa bayaran. 

Bahkan untuk memobilisasi massa bayaran itu, Muslim mengklaim Kepala Negara sampai menggelontorkan dana hingga miliaran rupiah.

Sayangnya Muslim tak menjelaskan secara terperinci jumlah massa bayaran, pun demikian dia tak mengatakan secara gamblang asal usul massa bayaran yang ia maksud. 

“Diberitakan dana yang digelontorkan untuk mobilisasi massa bayaran di GBK mencapai puluhan miliar,” kata Muslim.

Muslim juga menayangkan kegiatan tersebut, dengan menghelat acara tersebut Jokowi terlihat seperti tak punya rasa empati kepada para korban gempa bumi Cianjur, Jawa Barat yang merenggut ratusan jiwa itu. 

Ketimbang menghambur-hamburkan anggaran miliaran rupiah, Muslim mengatakan anggaran acara itu akan jauh  lebih bermanfaat jika dipakai untuk membantu korban gempa Cianjur yang sampai saat ini banyak yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah. 

“Kenapa dana itu tidak digunakan untuk bantu korban rakyat yang menderita di Cianjur akibat karena Gempa? Acara yang nihil rasa kemanusiaan. Tidak pantas dan patut karena ada rakyat Cianjur yang sedang berduka," tutur Muslim. 

Adapun Dalam acara tersebut, Jokowi meminta relawannya untuk memilih calon presiden pekerja keras, salah satu ciri calon pekerja keras adalah yang sudah berambut uban, pernyataan dianggap ditujukan untuk Ganjar Pranowo.

Wajar publik berasumsi demikian, sebab dari tiga tokoh yang digadang-gadang bakal maju pada Pilpres 2024, hanya Ganjar yang sudah ubanan, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan sebagaimana diketahui bersama memang belum beruban. 

“Lagian ngapain Jokowi ngomong calon pemimpin? Musim kampanye masih lama," tukas Muslim.

Sumber: Populis
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BentengSumbar.com di Google News
Silahkan ikuti konten BentengSumbar.com di Instagram @bentengsumbar_official, Tiktok dan Helo Babe. Anda juga dapat mengikuti update terbaru berita BentengSumbar.com melalui twitter: