Advertorial

Daerah

Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Syariah, Begini Penjelasan Kalaksa BPBD Kota Padang

          Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Syariah, Begini Penjelasan Kalaksa BPBD Kota Padang
Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Syariah, Begini Penjelasan Kalaksa BPBD Kota Padang
BENTENGSUMBAR.COM - Setiap bencana datang, masjid dijadikan tempat titik kumpul maupun sentral untuk evakuasi masyarakat.

Kedatangan masyarakat tersebut tidak diimbangi oleh pengetahuan bencana kepada remaja masjid. 

Remaja masjid harus mempunyai pengetahuan kebencanaan untuk merespon setiap bencana yang datang terutama masyarakat yang menggunakan masjid sebagai titik kumpul.

Ada tujuh objek ketangguhan bencana di pra bencana, meliputi keluarga tangguh bencana di sini harus memikirkan potensi bencana di keluarga," ujar Endrizal, Kalaksa BPBD Kota Padang melalui siaran persnya yang diterima BentengSumbar.com, Selasa, 1 November 2022.

Selain itu, katanya, satuan pendidikan aman bencana dimana sekolah, kampus harus memiliki para relawan hingga program penanggulangan bencana, pasar tangguh bencana karena pasar menjadi hal yang utama di hidupkan sebagai sumber perekonomian.

"Puskesmas tangguh bencana, kantor aman bencana, obyek vital bandara, terminal, pariwisata, hotel dan lain-lain dan rumah ibadah tangguh bencana," urainya.

"Untuk itu kami dari BPBD Kota Padang pada saat sekarang selain membentuk Kelurahan Tangguh Bencana, kami juga mempunyai Program yakni Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Syariah, dengan adanya Program ini kita kembali menghidupkan masyarakat akan kembali Ke Mesjid untuk mendekatkan diri agar terhindar dari Bencana Gempa dan Tsunami  ataupun Bencana lainnya," cakapnya.

Gebrakan ini, katanya lagi, dicoba dilakukan di Mesjid Tarbiyatul Ulum Kelurahan Pasia Nan Tigo, karena pihaknya melihat tingkat ancaman akan bahaya seperti Tsunami sangat besar sekali di daerah itu.

"Untuk itu, kami akan mencoba membentuk, seperti Remaja Mesjid atau Mushalla Tangguh Bencana, Majelis Taklim Tangguh Bencana dan organisasi Mesjid atau Mushalla lainnya," terangnya.

Tujuannya, jelas Endrizal, agar mereka ini bisa merangkul kembali untuk meramaikan Mesjid dan Mushalla dengan aktivitas Sholat Berjamaah, zikir dan sebagainya. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »