Advertorial

Daerah

Teriaki Puan 'Hidup Presiden', Menteri Bahlil Bela Diri: Emang Nggak Boleh Kader Partai Lain Dukung Mbak Puan?

          Teriaki Puan 'Hidup Presiden', Menteri Bahlil Bela Diri: Emang Nggak Boleh Kader Partai Lain Dukung Mbak Puan?
Teriaki Puan 'Hidup Presiden', Menteri Bahlil Bela Diri: Emang Nggak Boleh Kader Partai Lain Dukung Mbak Puan?
BENTENGSUMBAR.COM - Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia buka suara soal omongannya yang tiba-tiba meneriakkan hidup presiden saat Puan Maharani berpidato membuka lomba piala DPR RI.  

Bahlil menegaskan bahwa meskipun dia kader partai Golkar, dukungan presiden kepada Puan tak perlu dipermasalahkan.

"Emang ngga boleh kalau kader partai lain ngomong mbak Puan presiden?," katanya kepada Populis.id pada Selasa (01/10/2022).

Ia mengklaim punya alasan kuat untuk mendukung Puan menjadi orang nomor wahid di Indonesia. 

Menurutnya, Ketua DPR RI itu mempunyai kapasitas untuk duduk di kursi RI 1. 

Ia menyebut, Puan adalah wanita berprestasi dan memiliki pengaruh. Menurutnya, anak Megawati Soekarno Putri itu juga punya prestasi karena sempat menduduki posisi strategis di berbagai pemerintahan.

"Mbak Puan itu kan salah satu wanita top yang berpengaruh sekarang. Mantan Menko, mantan anggota DPR, sekarang ketua DPR, usianya muda, cucu dari presiden, anak dari presiden. Apa lagi yang kurang?," tuturnya.

Saat ditanya kenapa tidak dukung Airlangga Hartarto yang notabene adalah ketua umum partai pohon beringin, Bahlil menjawab semuanya pantas untuk memimpin Indonesia. Semua orang menurut Bahlil juga berhak mencalonkan.

"Oh saya ga bilang begitu. Kalian ini lama-lama kalau aku pengen makan bakso, kalian bilang kenapa ga makan gado-gado. Itu kan demokrasi. Kita semuanya pantas lah. Namanya calon kan boleh dong semua mencalonkan. Semua calon bagus-bagus," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPR RI, Puan Maharani diteriaki presiden oleh Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Puan disoraki presiden saat membuka piala ketua DPR RI III 2022 sekaligus meresmikan sport center DPR RI.

Ketika itu, Puan menjanjikan tambahan hadiah sepuluh juta rupiah untuk setiap kelas kejuaraan. Atas janji ini, Bahlil kemudian meneriakkan hidup presiden. 

"Untuk menambah kebahagiaan tsb dari setiap kelas saya tambah 10 juta hadiahnya. Jadi kemudian harus semangat," katanya.

"Hidup presiden! Hidup presiden!," kata Bahlil menimpali pidato Puan.

Sumber: Populis
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »