Samba Ubek: Lebih dari Sekadar Kuliner, Warisan Pengobatan Tradisional yang Tetap Lestari

Samba Ubek: Lebih dari Sekadar Kuliner, Warisan Pengobatan Tradisional yang Tetap Lestari
Salah satu bentuk kearifan lokal yang unik dan masih terjaga keberadaannya adalah Samba Ubek. (Foto: Oktriyoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Di tengah pesatnya perkembangan zaman dan kemajuan ilmu kesehatan modern, warisan pengobatan tradisional berbasis rempah-rempah tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Salah satu bentuk kearifan lokal yang unik dan masih terjaga keberadaannya adalah Samba Ubek.

Masakan ini bukan sekadar lauk pauk biasa, melainkan hidangan yang dipercaya memiliki khasiat penyembuh bagi tubuh. Hal tersebut disampaikan oleh Wali Nagari Tanjung Alai Yurdam, SE, pada acara Pawai Budaya dan Festival Kuliner yang digelar Senin, 20 April 2026.

Menurut Yurdam, samba ubek dibuat dengan komposisi bahan dan rempah-rempah yang sangat spesifik, yang dipilih berdasarkan pengetahuan turun-temurun. Berikut adalah beberapa jenis samba ubek beserta kandungan dan manfaatnya:

1. Samba Ubek Biring

Masakan ini menggunakan kombinasi unik dari berbagai jenis buah-buahan hutan seperti galundi, malin-malin, galinggang, mansiro, mangkudu, dan loben. Tidak hanya itu, hidangan ini juga memadukan putik-putikan tanaman seperti karamunting, sikaduduk, dalimo, dan sicerek, yang dicampur dengan bumbu pelengkap seperti cabai, bawang, kunyit, jahe, lengkuas, kelapa, serta ikan bada.

Manfaat: Secara tradisional, samba ini dipercaya sangat efektif untuk mengobati rasa gatal yang mengganggu, terutama pada area telinga, mata, dan kulit kepala.

2. Samba Ubek Bada

Berbeda dengan varian sebelumnya, jenis ini lebih menonjolkan penggunaan akar-akaran seperti ampu kunik, lengkuas, dan sapodeh. Bahan-bahan tersebut dicampur dengan bawang, cabai, ikan bada kecil, serta berbagai daun-daunan aromatik.

Manfaat: Masakan ini dikenal ampuh untuk mengatasi masalah kesehatan yang dalam istilah lokal disebut takilia poruik, yang mencakup kondisi perut turun, kaku, atau kembung. Selain itu, juga berkhasiat meredakan rasa pegal dan lelah pada tubuh atau yang sering disebut badan ponek.

3. Samba Gulai Ayam Ubek

Jenis ini memiliki fungsi yang cukup unik dalam praktik pengobatan tradisional. Bumbunya terdiri dari rempah umum seperti kunyit, jahe, lengkuas, kemiri, dan santan, yang dimasak bersama ayam kampung.

Manfaat: Dalam tradisi setempat, ayam ini pertama kali digunakan sebagai alat untuk mendeteksi atau "melihat" letak penyakit dalam tubuh seseorang. Setelah penyakit dianggap terdeteksi atau tertarik pada ayam tersebut, maka unggas tersebut kemudian diolah menjadi gulai dengan tambahan daun kemumu untuk kemudian dimakan oleh yang bersangkutan sebagai obat penyembuh.

Kehadiran samba ubek membuktikan bahwa masyarakat memiliki pengetahuan yang mendalam tentang alam dan khasiatnya. Setiap bahan yang digunakan dipilih bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan pengalaman panjang yang diwariskan, menjadikan masakan ini sebagai bukti nyata harmoni antara kuliner dan kesehatan.(BO)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »