| Turut hadir Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPPG) Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, Dr. Syartiwidya, S.TP., M.Si., Ketua HMP Gemas Sumbar H. Marlis, MM., dan lain-lain. (Foto: Diskomonfo). |
Mengusung semangat persatuan, pertemuan ini bertajuk “Membangun Kolaborasi dan Sinergi dalam Mendukung Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Solok”.
Agenda penting ini menjadi momen penyamaan visi seluruh elemen yang terlibat, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di tingkat masyarakat.
Turut hadir Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPPG) Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, Dr. Syartiwidya, S.TP., M.Si., Ketua HMP Gemas Sumbar H. Marlis, MM, Sekretaris Daerah selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Solok, para kepala organisasi perangkat daerah, camat, jajaran Badan Gizi Nasional, koordinator wilayah, kepala satuan pelayanan, hingga perwakilan yayasan mitra pelaksana.
Dalam amanat pembukaannya, Bupati Jon Firman Pandu menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pemberian santapan harian, melainkan investasi jangka panjang terbesar bangsa dalam mencetak generasi emas.
Menurutnya, masa depan daerah dan bangsa sangat bergantung pada kualitas kesehatan dan kecerdasan anak-anak saat ini.
“Jangan pandang program ini hanya sebagai kegiatan memasak dan membagikan makanan. Program Makan Bergizi Gratis adalah strategi besar memperbaiki kualitas sumber daya manusia kita dari akarnya. Tujuannya jelas: menurunkan angka kekurangan gizi, memastikan anak-anak tumbuh sehat, otak berkembang sempurna, dan siap menjadi penerus yang cerdas serta berdaya saing tinggi,” tegas Bupati di hadapan ratusan peserta rapat.
Kepala daerah ini juga mengingatkan agar pelaksanaan di lapangan nanti benar-benar tepat sasaran dan terjaga mutunya.
Keberhasilan program tidak dinilai dari seberapa cepat makanan tersalurkan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan tubuh anak-anak serta sistem kerja yang rapi, terintegrasi, dan bisa berjalan berkelanjutan.
Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra pelaksana menjadi kunci utama agar tidak ada celah yang terlewat.
“Seluruh pihak harus bahu-membahu. Mulai dari penyusunan menu gizi seimbang, pemilihan bahan baku lokal yang segar, hingga ketepatan waktu penyajian harus diawasi dengan ketat. Mari kita pastikan apa yang masuk ke tubuh anak-anak adalah yang terbaik, higienis, dan mengandung nilai gizi yang telah ditetapkan standar nasional,” tambahnya.
Perwakilan dari kantor wilayah Badan Gizi Nasional dan para pemangku kepentingan lainnya turut menyampaikan kesiapannya.
Dalam sesi diskusi yang berlangsung hangat namun serius, berbagai masukan teknis, gagasan, dan langkah antisipasi disampaikan untuk memuluskan jalannya program.
Peran serta masyarakat dan pemanfaatan produk lokal juga menjadi poin penting agar program ini sekaligus menggerakkan perekonomian warga sekitar.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Solok menyatakan kesiapan penuh menjadi salah satu daerah pelaksana yang teladan.
Dengan kesamaan persepsi dan rencana kerja yang matang, diharapkan manfaat program ini segera terasa, menciptakan lingkungan yang bebas gizi buruk, serta mewujudkan cita-cita besar melahirkan generasi Solok yang sehat, cerdas, dan berkualitas tinggi.(80)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »