| Wali Kota Padang Fadly Amran melepas secara resmi delegasi SatuPena Sumbar yang akan mengadakan safari puisi ke empat negara meliputi Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand. (Foto: Diskominfo). |
Hadir pada kesempatan itu, Wali Kota Padang Fadly Amran, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Republik Indonesia Ganjar Harimansyah, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumbar Rahmat, Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya, dan Ketua I Dewan Pimpinan Daerah (DPD) SatuPena Sumbar Sastri Bakry.
Fadly Amran menegaskan bahwa pembangunan Kota Padang tidak cukup hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan infrastruktur. Pembangunan harus berjalan seiring dengan penguatan kebudayaan sebagai bagian penting dalam membentuk identitas kota.
“Pembangunan itu bukan hanya soal infrastruktur semata. Mau pembangunan semegah apapun, mau infrastruktur semewah apapun, tanpa ada harmoni, tanpa ada cerita tentang peradaban dan kekerabatan kita bersama yang ditampilkan melalui tradisi, narasi, bahasa, sastra, dan budaya, tentu semuanya akan terasa hambar," katanya.
Fadly Amran juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang akan menggelar rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 Tahun. Rangkaian kegiatan berlangsung pada 6–10 Agustus 2026 dengan mengusung tema "Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City".
“Tema tersebut mencerminkan tekad kuat Pemerintah Kota Padang untuk menjadikan Padang sebagai kota kreatif UNESCO melalui pengembangan sektor gastronomi. Untuk itu, kita harus kreatif dalam sastra, kreatif dalam budaya, dan kreatif dalam mengembangkan masyarakat," cakapnya.
Sejumlah kegiatan akan memeriahkan rangkaian HJK tersebut, diantaranya Pawai Telong-Telong, Padang Gastronomy Market, Padang Harmoni Festival, peresmian Jembatan Hildesheim, Selaju Sampan, Padang Bajamba Festival, Gowes Siti Nurbaya, Donor Darah, Blue Ocean Minang (BOM) Run, Talks on Taste, Padang Fashion Summit, dan Xploria Padang.
Ketua I DPD SatuPena Sumbar Sastri Bakry menjelaskan, safari puisi empat negara tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan karya sastra, tetapi juga menjadi sarana pertukaran budaya, mempererat silaturahmi, serta memperkuat hubungan Indonesia dengan Malaysia, Singapura, dan Thailand.
“Peserta yang berangkat bersama kami dalam safari puisi empat negara ini sebanyak 10 orang. Kami akan berangkat pada 29 Juli, dan akan kembali ke Indonesia 4 Agustus 2026 mendatang. Kami akan tampil diantaranya, di Dewan Bahasa dan Pustaka Kuala Lumpur, dan Woodlands Regional Library Auditorium Singapura," urainya. (*)
Editor: Zamri Yahya, SH.i, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »