| Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova ketika memberikan keterangan kepada awak media. (Foto: Int). |
Kebijakan darurat ini berlaku secara menyeluruh bagi seluruh satuan pendidikan di Kota Padang. Mulai dari jenjang PAUD/TK, Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik status negeri maupun swasta.
Langkah mitigasi ini diambil menyusul penurunan kualitas udara di Kota Padang yang sudah menembus level mengkhawatirkan. Indeks kualitas udara mencatatkan angka 430 AQI US dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 290.2 µg/m³, yang menempatkan udara Kota Padang masuk ke dalam kategori Berbahaya bagi kesehatan.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa penyesuaian sistem belajar ini merupakan prioritas utama pemerintah untuk melindungi keselamatan dan kesehatan warga, khususnya anak-anak dari ancaman paparan polusi.
“Kita mengambil langkah mitigasi menghadapi kondisi udara yang sudah masuk kategori berbahaya per hari ini. Sekolah dilakukan secara daring, dan kami juga mengimbau warga Kota Padang untuk sementara menghindari kegiatan luar ruang, atau gunakan masker ketika harus berkegiatan di luar ruang. Semoga kualitas udara kita segera membaik,” ujar Fadly Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menyampaikan bahwa instruksi PJJ telah diteruskan ke seluruh kepala sekolah. Langkah ini krusial untuk menekan risiko penularan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada peserta didik.
“Melihat kondisi kabut asap yang semakin tebal, kami menginstruksikan seluruh satuan pendidikan untuk menerapkan PJJ atau belajar dari rumah secara daring. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi dan mengurangi risiko gangguan kesehatan pada anak-anak kita,” ungkap Yopi.
Selama periode belajar dari rumah berlangsung, Disdikbud memintakan peran aktif para orang tua dan wali murid untuk memantau anak-anak mereka. Orang tua diimbau memastikan anak tetap beraktivitas di dalam rumah dan tidak bermain di luar ruangan tanpa perlindungan masker.
Pihak Disdikbud Kota Padang terus berkoordinasi secara intensif dengan instansi terkait guna memantau perkembangan kualitas udara secara berkala, sebelum nantinya mengambil keputusan untuk mengembalikan sistem pembelajaran tatap muka di sekolah. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »