| Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, turun langsung memantau proses pencarian korban banjir bandang tersebut. (Foto: Oktryoni). |
Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, turun langsung memantau proses pencarian korban banjir bandang tersebut. Bersama unsur terkait, ia memastikan penyisiran di sejumlah titik terdampak dilakukan secara maksimal, terutama di sepanjang aliran sungai dan kawasan yang diduga menjadi jalur material galodo.
Di lapangan, tim gabungan dari unsur SAR, TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Solok terus bergerak. Medan yang terdampak bencana tidak menyurutkan upaya pencarian. Setiap petunjuk yang ditemukan diperiksa dengan cermat untuk mempersempit wilayah pencarian dan membuka kemungkinan ditemukannya korban.
Di tengah aktivitas pencarian, Jon Firman Pandu juga menemui keluarga korban yang masih hilang. Salah satunya Aza, anak dari Agusral, yang hingga kini masih dalam pencarian. Kepada keluarga, Bupati berusaha memberikan kekuatan sembari memastikan pemerintah bersama tim gabungan tidak menghentikan ikhtiar mencari korban.
"Kita masih bersama Pak Dandim dan Kapolres melakukan pencarian. Mudah-mudahan tanda-tanda yang ditemukan ini membawa kita segera menemukan saudara kita yang hilang," ujar Jon Firman Pandu saat berada di lokasi pencarian.
Harapan kembali muncul setelah sejumlah barang milik korban ditemukan. Dokumen identitas dan pakaian yang diduga berkaitan dengan korban menjadi petunjuk penting bagi tim di lapangan. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti untuk membantu menentukan area yang harus menjadi fokus pencarian berikutnya.
Bagi Jon Firman Pandu, penanganan bencana tidak hanya berbicara mengenai perbaikan jalan, rumah, fasilitas umum, maupun pemulihan aktivitas masyarakat. Di balik seluruh pekerjaan tersebut, masih ada keluarga yang menunggu kepastian tentang keberadaan orang yang mereka cintai. Karena itu, pencarian korban hilang ditempatkan sebagai prioritas utama.
"Yang paling pertama itu adalah mencari orang hilang. Itu prioritas utama. Pelayanan publik dan pemulihan kawasan juga penting, namun menemukan saudara kita yang belum ditemukan adalah yang paling utama," tegasnya. Pesan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa pencarian korban banjir bandang dan galodo di Kabupaten Solok menjadi bagian penting dari seluruh rangkaian penanganan bencana.
Kepada keluarga korban, Jon Firman Pandu meminta agar tetap tenang, berdoa, dan menjaga kondisi tubuh selama menunggu kabar. Pemerintah Kabupaten Solok bersama Forkopimda telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari sejak 22 September 2026. Dalam masa tanggap darurat tersebut, pencarian dan evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, serta pemulihan kawasan terdampak terus dilakukan secara terpadu. Di tengah derasnya arus bencana dan beratnya penantian keluarga, satu harapan masih dijaga bersama: korban yang hilang segera ditemukan. (80)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »