Galodo Arosuka Terdampak 240 Warga, Bupati Jon Firman Pandu Turun Langsung Bersihkan Lumpur

Galodo Arosuka Terdampak 240 Warga, Bupati Jon Firman Pandu Turun Langsung Bersihkan Lumpur
Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, bersama Kapolres Solok turun langsung meninjau kondisi warga di Perumahan Nuansa Griya, Rabu (23/9/2026). (Foto: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Penanganan banjir bandang atau galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, terus dilakukan. Di tengah kunjungan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Danrem 032/Wirabraja, dan Kajati Sumbar ke lokasi bencana, Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, bersama Kapolres Solok turun langsung meninjau kondisi warga di Perumahan Nuansa Griya, Rabu (23/9/2026). Bahkan, Bupati ikut membantu membersihkan tumpukan lumpur yang menutupi akses jalan di kawasan tersebut.

Bencana tersebut berdampak pada tiga kawasan perumahan dengan sekitar 240 warga terkena dampak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pemerintah Kabupaten Solok bersama unsur terkait terus melakukan pendataan dan penanganan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani. “Ada tiga perumahan yang terdampak. Berdasarkan data, sekitar 240 warga kita di sini terkena dampak, ada yang langsung dan ada yang tidak langsung,” ujar Jon Firman Pandu.

Proses pembersihan pascabanjir bandang Arosuka dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan Forkopimda, relawan, ASN, dan masyarakat. Kehadiran pimpinan daerah di tengah warga menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan secara bersama-sama. “Hari ini Forkopimda hadir di sini — Pak Pangdam, Pak Kapolda, semuanya hadir. Ini bukti kita semua ada untuk membantu masyarakat, menyelesaikan persoalan ini secara bersama-sama,” tegas Bupati.

Jon Firman Pandu juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang berdatangan dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Menurutnya, solidaritas lintas daerah menjadi kekuatan penting dalam menghadapi bencana. “Saya ucapkan ribuan terima kasih untuk teman-teman relawan yang datang dari seluruh Sumatera Barat. Inilah bentuk persatuan kita — satu terluka, yang lain ikut merasakan. Satu membutuhkan bantuan, yang lain datang membantu,” ungkapnya.

Di sisi lain, galodo Kabupaten Solok juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Kajian tidak hanya menyangkut penanganan darurat, tetapi juga proses perizinan kawasan, dokumen lingkungan seperti AMDAL, serta aspek keselamatan warga dan pegawai pemerintahan yang beraktivitas di kawasan terdampak.

Dampak bencana terhadap sejumlah gedung pemerintahan bahkan memunculkan wacana awal untuk mengkaji kemungkinan relokasi kawasan perkantoran ke lokasi yang lebih aman. Namun, Bupati menegaskan bahwa wacana tersebut belum menjadi keputusan final dan masih dalam tahap pembahasan. “Kalau lokasi ini berbahaya dan membahayakan keselamatan pegawai kita, dampaknya tentu sangat besar. Semua akan kita kaji secara menyeluruh,” jelas Jon Firman Pandu.

Bencana banjir bandang yang kembali melanda Kabupaten Solok diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat penanganan dan pencegahan bencana ke depan. Pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus berikhtiar memulihkan kondisi masyarakat sekaligus memastikan keselamatan menjadi perhatian utama. “Insya Allah kita terus berikhtiar. Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua dalam menjaga dan melindungi masyarakat,” pungkas Bupati Jon Firman Pandu. (80) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »