| Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Indonesia, Insannul Kamil masuk laboratorium terowongan angin atau wind tunnel untuk bangunan sipil dengan skala komprehensif terbesar di Tiongkok. (Foto: Ist). |
Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Indonesia, Insannul Kamil, turut dalam kunjungan tersebut bersama delegasi dari Departemen Pekerjaan Umum dan Transportasi Laos, Direktorat Perumahan dan Perencanaan Kota, serta perwakilan China Construction News.
Kunjungan tersebut dilakukan atas undangan China Construction News untuk melihat langsung perkembangan riset dan teknologi konstruksi yang dikembangkan Guangdong Jianke. Rombongan juga didampingi Li Jun, Wakil Direktur Utama Guangdong Jianke.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah laboratorium terowongan angin atau wind tunnel untuk bangunan sipil dengan skala komprehensif terbesar di Tiongkok. Fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam pengujian dan penelitian yang berkaitan dengan performa bangunan sipil.
Delegasi juga meninjau kotak pengujian dinding tirai atau curtain wall multifungsi berukuran besar yang dikembangkan secara mandiri. Selain itu, rombongan melihat laboratorium percontohan pengujian material konstruksi lanjut yang terintegrasi dengan teknologi cerdas dan memiliki standar pengujian terkemuka di Tiongkok.
Bagi Insannul Kamil, perkembangan pusat riset tersebut menunjukkan bahwa industri konstruksi tidak lagi hanya bergantung pada metode konvensional. Riset, teknologi digital, kecerdasan buatan, serta sistem pengujian modern semakin menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas dan keamanan bangunan.
“Aktivitas dan kemajuan riset dalam bidang bangunan sipil yang dilakukan pada pusat riset ini harus dimanfaatkan dan dijadikan model kolaborasi untuk secara bersama-sama saling meningkatkan kualitas dan ekosistem industri konstruksi,” ujar Insannul Kamil.
Ia menilai transformasi industri konstruksi perlu diarahkan agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Beberapa teknologi yang dinilai memiliki peran strategis antara lain kecerdasan buatan (AI), machine learning, Building Information Modeling (BIM), manajemen konstruksi, serta manajemen fasilitas.
Menurutnya, penerapan teknologi tersebut harus berjalan beriringan dengan penguatan standar keselamatan. Dengan demikian, modernisasi industri konstruksi bukan hanya menghasilkan bangunan yang lebih efisien, tetapi juga memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan mampu menghadapi tantangan pembangunan masa depan.
Insannul Kamil sendiri merupakan dosen Fakultas Teknik Universitas Andalas. Ia juga menjabat Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Kerja Sama Pengembangan SDM Profesi Teknik dan Industri serta Ketua Badan Keahlian Mesin, Persatuan Insinyur Indonesia.
Kunjungan ke Guangdong Jianke tersebut sekaligus membuka ruang pertukaran informasi dan pengalaman antarnegara mengenai perkembangan teknologi konstruksi. Kolaborasi semacam ini dinilai dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan ekosistem industri konstruksi di kawasan Asia.
Perkembangan pusat riset di Guangdong memperlihatkan bagaimana fasilitas laboratorium, teknologi pintar, dan riset material dapat dipadukan untuk mendukung industri konstruksi yang semakin kompleks. Tantangannya kini adalah bagaimana pengetahuan dan inovasi tersebut dapat diterapkan melalui kolaborasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing negara. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »