17 Tahun Gempa Padang 30 September 2009, HKB 2026 Jadi Alarm Kesiapsiagaan Bencana

17 Tahun Gempa Padang 30 September 2009, HKB 2026 Jadi Alarm Kesiapsiagaan Bencana
Peringatan ini juga dihadiri Sekretaris Utama BNPB Rustian, unsur Forkopimda Kota Padang, serta Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa bersama para asisten dan kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang. (Foto: Tommi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Tujuh belas tahun berlalu, tetapi gempa Padang 30 September 2009 masih menjadi pengingat kuat bagi masyarakat tentang besarnya risiko bencana. Pesan itu kembali ditegaskan dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Kota Padang 2026.

Peringatan HKB Kota Padang digelar di Monumen Gempa Padang, Rabu (30/9/2026). Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengenang para korban gempa yang mengguncang Kota Padang pada 30 September 2009.

Wali Kota Padang Fadly Amran memimpin langsung rangkaian peringatan. Kegiatan diawali dengan doa bersama dan mengheningkan cipta tepat pukul 17.15 WIB, waktu terjadinya gempa 17 tahun silam.

Suasana haru kemudian dilanjutkan dengan penaburan bunga di depan Monumen Gempa Padang. Para pegiat kebencanaan dan perwakilan keluarga korban turut hadir dalam momentum penghormatan tersebut.

Peringatan ini juga dihadiri Sekretaris Utama BNPB Rustian, unsur Forkopimda Kota Padang, serta Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa bersama para asisten dan kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Padang.

Turut hadir Ketua LKAAM Sumatera Barat Fauzi Bahar Dt. Sati, yang juga pernah menjabat sebagai Wali Kota Padang periode 2004–2014. Kehadiran para pemangku kepentingan memperkuat pesan bahwa kesiapsiagaan bencana membutuhkan kerja bersama.

Fadly Amran menegaskan, peringatan HKB bukan sekadar mengenang tragedi masa lalu. Momentum tersebut harus menjadi pelajaran untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana yang dapat terjadi kapan saja.

Menurut Fadly, kesiapsiagaan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur. Perencanaan, koordinasi, komunikasi, dan edukasi masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Salah satu langkah yang terus disiapkan Pemko Padang adalah tsunami drill. Latihan ini diarahkan untuk menguji sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi potensi gempa dan tsunami.

“Peringatan ini mengingatkan kita bahwa ketika bencana kembali terjadi, masyarakat harus lebih siap, mampu menekan risiko, dan bangkit dengan cepat,” ujar Fadly Amran.

Ia menambahkan, melalui Program Unggulan Padang Sigap, koordinasi dan komunikasi antarpemangku kepentingan terus diperkuat. Tujuannya agar seluruh unsur memiliki kesiapan yang lebih baik ketika menghadapi potensi bencana.

Sementara itu, Sestama BNPB Rustian mengingatkan bahwa Kota Padang memiliki risiko bencana yang tinggi. Namun, risiko tersebut dapat dikurangi melalui kerja bersama seluruh unsur pentahelix kebencanaan.

Rustian menilai peringatan HKB penting untuk menjaga ingatan kolektif sekaligus memastikan masyarakat memahami jalur evakuasi, tempat evakuasi, dan langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi.

Tujuh belas tahun setelah gempa 30 September 2009, pesan yang dibawa dari Monumen Gempa Padang tetap sama: jangan lengah. Peringatan HKB 2026 menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan bencana, edukasi masyarakat, tsunami drill, dan pemahaman jalur evakuasi harus terus diperkuat demi mengurangi risiko dan melindungi masyarakat Kota Padang. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »