Buku Sumatera Barat Dilirik Library of Congress di IIBF 2026, IKAPI Bawa Karya Ranah Minang ke Panggung Internasional

Buku Sumatera Barat Dilirik Library of Congress di IIBF 2026, IKAPI Bawa Karya Ranah Minang ke Panggung Internasional
Sekretaris IKAPI Sumatera Barat Armaidi Tanjung menyebut keikutsertaan dalam IIBF 2026 bukan sekadar memajang buku. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kabar menarik datang dari Indonesia International Book Fair (IIBF 2026). Buku-buku karya penerbit Sumatera Barat mendapat perhatian dari perwakilan Library of Congress American Embassy saat mengunjungi stand IKAPI Sumatera Barat di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

IIBF 2026 berlangsung 30 September hingga 4 Oktober 2026 di Assembly Hall & Lower Level JICC. Ajang internasional ini mempertemukan penerbit, penulis, pegiat literasi, pembaca, komunitas, hingga berbagai lembaga yang memiliki perhatian terhadap dunia perbukuan.

Kehadiran IKAPI Sumatera Barat menjadi momentum memperkenalkan buku-buku berkonten lokal Sumatera Barat dan Minangkabau kepada khalayak yang lebih luas. Beragam karya tentang sejarah, Islam, kebudayaan, pemikiran, dan kekayaan lokal Ranah Minang turut dipamerkan.

Sekretaris IKAPI Sumatera Barat Armaidi Tanjung menyebut keikutsertaan dalam IIBF 2026 bukan sekadar memajang buku. Menurutnya, ajang tersebut menjadi ruang untuk memperluas jejaring, bertukar gagasan, membuka peluang kolaborasi, sekaligus memperkuat ekosistem perbukuan Indonesia.

Perhatian khusus muncul ketika Ade Farida, S.S., M.I.Kom, staf Library of Congress American Embassy, bersama sejumlah timnya mampir ke stand IKAPI Sumatera Barat. Mereka menyeleksi sejumlah buku yang diterbitkan penerbit anggota IKAPI Sumatera Barat, terutama karya dengan konten lokal Sumatera Barat dan Minangkabau.

Jika proses tersebut berlanjut ke koleksi Library of Congress, karya-karya lokal Sumatera Barat berpeluang hadir di salah satu jaringan perpustakaan paling dikenal di dunia. Hal ini menjadi ruang baru bagi karya penulis dan penerbit daerah untuk dikenal di luar Indonesia.

Momentum tersebut sekaligus menunjukkan bahwa buku lokal Sumatera Barat memiliki ruang di panggung internasional. Bukan hanya penulis yang berperan, tetapi juga penerbit, editor, distributor, toko buku, komunitas, perpustakaan, dan pembaca yang bersama-sama menjaga agar gagasan terus hidup.

Di tengah pesatnya era digital, Armaidi menilai kehadiran buku tetap penting sebagai media penyebaran ilmu pengetahuan, gagasan, sejarah, dan kebudayaan. IIBF 2026 menjadi salah satu ruang yang mempertemukan dunia buku lokal dengan jejaring perbukuan yang lebih luas.

Dari stand IKAPI Sumatera Barat di IIBF 2026, buku-buku Ranah Minang kembali melangkah lebih jauh. Karya yang lahir dari Sumatera Barat tidak hanya untuk dibaca di daerah sendiri, tetapi juga berpeluang menjangkau pembaca dan lembaga internasional. Dari Ranah Minang, buku bergerak menuju panggung dunia. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »