| Azizul Hakim (Kelas B), Rheydo Shabililah (Kelas D), M. Tri Bintang Syanu (Kelas F), Muhammad Safrizal (Kelas G), serta Muliyono (Kelas J) tampil sangat perkasa merontokkan pertahanan lawan demi emas. (Foto: Dedi). |
Tanpa memberi ampun sedikit pun, para pendekar Kota Padang menyabet total 13 medali yang terdiri dari 8 medali emas, 1 perak, dan 4 perunggu. Hasil fantastis ini otomatis mengunci status Kota Padang sebagai Raja Utama alias Juara Umum cabor Pencak Silat.
Ledakan keemasan diawali oleh aksi beringas lima pesilat putra. Azizul Hakim (Kelas B), Rheydo Shabililah (Kelas D), M. Tri Bintang Syanu (Kelas F), Muhammad Safrizal (Kelas G), serta Muliyono (Kelas J) tampil sangat perkasa merontokkan pertahanan lawan demi emas.
Dominasi Padang makin tak tertandingi saat dua srikandi hebat, Zahra Fadli (Kelas D Putri) dan Winda Novi Yalni (Kelas C Putri), mengamuk di gelanggang.
Keduanya sukses mempersembahkan medali emas tambahan usai menundukkan lawan lewat jurus-jurus mematikan.
Pesta kemenangan Kota Padang makin sempurna di nomor seni. Pasangan saudara Shaadiq Firaas Yulson dan Shiddiq Firaas Yulson tampil sangat kompak dan memukau juri hingga berhasil merebut medali emas ke-8 dari nomor Ganda Putra.
Tak hanya emas, pundi medali Padang dipertegas oleh Wahdi Ahda yang merebut perak di Kelas I. Sementara Muhammad Waahid (Kelas C), Farid Mardatillah (Kelas H), serta tim nomor Tunggal dan Beregu Putra sukses melengkapi penderitaan lawan dengan raihan 4 perunggu.
Ketua Umum IPSI Kota Padang, Zulhardi Z. Latif, tak mampu menyembunyikan rasa bangga atas ledakan prestasi anak-anak asuhnya di ajang bergengsi tingkat provinsi ini.
"Alhamdulillah, perjuangan atlet membuahkan hasil. Terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, official, dan semua pihak. Prestasi ini menjadi kebanggaan besar bagi Kota Padang," tegas Zulhardi dengan nada penuh semangat.
Meski berhasil merajai ajang Porprov, Zulhardi menegaskan agar seluruh pesilat tidak cepat berpuas diri. Kemenangan mutlak ini baru awal dari batu loncatan menuju panggung yang jauh lebih panas di tingkat nasional.
"Prestasi ini jangan membuat kita cepat berpuas diri. Justru menjadi motivasi untuk terus berlatih. Kita berharap para atlet terus berkembang dan mampu membawa nama Sumatera Barat di kancah nasional," tambahnya.
Keberhasilan dahsyat ini tak lepas dari kawalan ketat jajaran KONI Kota Padang. Kehadiran Zulhardi Z. Latif bersama Wasekum III Dedi Prima Maha Rajo Dirajo dan Wasekum VI Yuherdi di lokasi pertandingan menjadi suntikan mental paling ampuh bagi para atlet.
Melalui evaluasi mendalam dan sistem pembinaan yang makin solid, dominasi IPSI Kota Padang terbukti bukan cuma gertak sambal. Pesilat Padang kini menjelma menjadi monster menakutkan yang siap menguasai arena pertarungan nasional di masa depan. (*)
Laporan: Dedi Prima
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »