| Tak ingin potensi bahaya ini berlarut-larut, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bergerak pada Selasa (20/10/2026) malam untuk menangani sarang lebah sebelum menimbulkan korban. (Fotdok: Marjafri). |
Keberadaan sarang lebah pada salah satu pohon di pinggir pasar menjadi perhatian setelah serangga penyengat itu mulai beterbangan hingga mendekati lapak pedagang. Meski belum ada laporan korban, situasi tersebut dinilai perlu segera ditangani karena pasar merupakan kawasan dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat.
Respons cepat dilakukan setelah pengurus Asosiasi Pedagang Silo Sawahlunto menyampaikan laporan kepada Satpol PP dan Damkar Sawahlunto melalui Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Susilo Hadi. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan petugas pada malam yang sama.
Penanganan dilakukan sekitar pukul 21.30 WIB, ketika aktivitas pasar mulai berkurang. Pemilihan waktu tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk mengurangi risiko terhadap pedagang maupun pengunjung, sekaligus memberikan ruang bagi petugas untuk bekerja dengan lebih aman.
Sebelum proses penanganan sarang dilakukan, petugas terlebih dahulu memadamkan lampu di sekitar pohon untuk sementara waktu. Langkah ini bertujuan mengantisipasi lebah yang mungkin terlepas dari penanganan dan terbang menuju sumber cahaya, sehingga potensi gangguan terhadap orang di sekitar lokasi dapat diminimalkan.
Kepala Satpol PP dan Damkar Sawahlunto, Nurwansyah Putra, menjelaskan bahwa pemadaman lampu merupakan bagian dari prosedur antisipasi selama proses penanganan. Ia menyebut lampu hanya dipadamkan sesaat, dengan durasi paling lama sekitar 15 menit, agar kegiatan dapat berlangsung dengan aman.
“Alhamdulillah, malam ini prosesnya berjalan aman,” kata Nurwansyah. Keberhasilan penanganan tersebut menjadi kabar melegakan bagi pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Pasar Silo, mengingat keberadaan lebah penyengat sebelumnya telah menimbulkan kekhawatiran.
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya laporan masyarakat dalam membantu petugas mendeteksi potensi bahaya di lingkungan sekitar. Melalui laporan pengurus asosiasi pedagang dan tindak lanjut petugas, gangguan yang berpotensi mengancam keselamatan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kejadian yang lebih serius.
Satpol PP dan Damkar Sawahlunto tidak hanya bertugas menangani kebakaran dan menjaga ketertiban umum, tetapi juga hadir membantu masyarakat menghadapi berbagai kondisi darurat, termasuk gangguan hewan yang berpotensi membahayakan. Penanganan sarang lebah di Pasar Silo menjadi salah satu bentuk respons terhadap kebutuhan keselamatan warga, sekaligus pengingat agar masyarakat segera melaporkan potensi bahaya kepada petugas terkait. (*)
Pewarta: marjafri
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »