| Pembersihan yang dilakukan pada Jumat (23/10/2026) itu merupakan tindak lanjut penataan kawasan yang sebelumnya dilaksanakan Dinas Perdagangan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang. (Fotdok: Tommi). |
Pembersihan yang dilakukan pada Jumat (23/10/2026) itu merupakan tindak lanjut penataan kawasan yang sebelumnya dilaksanakan Dinas Perdagangan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang. Setelah penataan berlangsung, pekerjaan berikutnya adalah memastikan sisa aktivitas di kawasan tersebut tidak mengganggu kebersihan dan pemanfaatan fasilitas umum oleh pedagang maupun pengunjung pasar.
Luxani menegaskan, DLH hadir untuk mendukung pembenahan Pasar Raya melalui pembersihan secara bertahap dan terkoordinasi. “Setelah penataan yang dilakukan Dinas Perdagangan dan Satpol PP, DLH siap mendukung melalui pembersihan kawasan. Kita ingin Jalan Sandang Pangan kembali bersih dan fasilitas umum dapat digunakan sebagaimana mestinya oleh masyarakat,” ujarnya.
Keseriusan penanganan terlihat dari jumlah personel yang dikerahkan selama tiga hari. Pada hari pertama, DLH menurunkan 30 orang, kemudian meningkat menjadi 200 personel pada hari kedua, sebelum sekitar 50 personel kembali diterjunkan pada hari ketiga. Pengerahan tersebut dilakukan secara bertahap, termasuk untuk mendukung penataan pedagang setelah relokasi.
Bagi Luxani, pembersihan Jalan Sandang Pangan bukan sekadar mengangkut sampah atau merapikan area pasar. Lebih dari itu, langkah ini menjadi bagian dari upaya mengembalikan fungsi fasilitas umum agar dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Kawasan pasar yang bersih dan tertata diharapkan mendukung kelancaran aktivitas perdagangan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang berbelanja.
DLH Kota Padang juga memastikan kegiatan pembersihan dapat dilanjutkan sesuai kebutuhan melalui koordinasi dengan Dinas Perdagangan. Kolaborasi antarlembaga ini diperlukan agar penataan kawasan tidak berhenti pada perubahan kondisi fisik semata, tetapi diikuti pemeliharaan kebersihan dan ketertiban secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Luxani mengingatkan bahwa keberhasilan menjaga kebersihan Pasar Raya tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas. Pedagang dan pengunjung memiliki peran penting dengan membuang sampah pada tempatnya serta mulai memilah sampah berdasarkan jenisnya, termasuk memisahkan sisa makanan dari sampah lainnya. Kebiasaan tersebut dapat membantu pengelolaan sampah menjadi lebih tertib dan efektif.
“Kita berharap pedagang dan pengunjung turut mendukung upaya Wali Kota Padang dalam menjaga kebersihan dan penataan lingkungan. Masyarakat juga diharapkan mulai membiasakan pemilahan sampah, baik sisa makanan maupun sampah lainnya, sehingga Pasar Raya menjadi kawasan yang bersih, tertata, dan nyaman bagi semua,” kata Luxani. Upaya itu sejalan dengan pembenahan lingkungan pasar, termasuk perbaikan drainase dan penerapan pemilahan sampah.
Melalui pengerahan personel, pembersihan berkelanjutan, dan ajakan meningkatkan kepedulian masyarakat, Luxani bersama DLH Kota Padang mendorong perubahan nyata di Jalan Sandang Pangan dan kawasan Pasar Raya. Tantangan berikutnya adalah menjaga hasil pembenahan tersebut agar kebersihan tidak hanya terlihat setelah petugas bekerja, tetapi menjadi kebiasaan bersama. Dengan dukungan pedagang, pengunjung, dan koordinasi lintas instansi, Pasar Raya diharapkan semakin bersih, tertib, dan nyaman sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »