Novra Nurman Pimpin PWI Pasaman, Widya Navies Soroti Hal Penting yang Menentukan Kualitas Wartawan

Novra Nurman Pimpin PWI Pasaman, Widya Navies Soroti Hal Penting yang Menentukan Kualitas Wartawan
Novra ditetapkan dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Pasaman yang berlangsung di Kantor PWI Sumbar, Jalan Bagindo Azischan 8A, Kota Padang, Sabtu (24/10/2026). (Fotdok: Emil). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Widya Navies, menegaskan pentingnya rekomendasi ketua PWI kabupaten/kota bagi calon anggota yang ingin mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK). Penegasan ini menjadi pesan penting bagi penguatan organisasi, sekaligus memastikan setiap calon anggota memahami tanggung jawab profesi dan aturan yang berlaku di tubuh organisasi wartawan tertua di Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan Widya Navies menyusul terpilihnya Novra Nurman secara aklamasi sebagai Ketua PWI Kabupaten Pasaman periode 2026–2029. Novra ditetapkan dalam Konferensi Kabupaten (Konferkab) PWI Pasaman yang berlangsung di Kantor PWI Sumbar, Jalan Bagindo Azischan 8A, Kota Padang, Sabtu (24/10/2026). Kepemimpinan baru ini diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi dan meningkatkan kualitas wartawan di Kabupaten Pasaman.

Konferkab PWI Pasaman diikuti dua kandidat, yakni Suci Murtia dan Novra Nurman, yang sebelumnya dinyatakan memenuhi persyaratan pencalonan. Dinamika konferensi menguat saat pleno III membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya yang disampaikan Ketua PWI Pasaman terdahulu, Hendra Syahputra. Setelah itu, konferensi memasuki pleno IV dengan agenda pemilihan ketua untuk masa bakti tiga tahun ke depan.

Menjelang pemilihan, panitia memberikan kesempatan kepada kedua kandidat untuk bermusyawarah demi mencapai kesepakatan bersama. Dalam proses tersebut, Suci Murtia menyatakan mundur dari pencalonan dengan alasan domisili tetapnya bukan di Kabupaten Pasaman, meskipun dirinya merupakan anggota PWI dan berasal dari daerah tersebut. Setelah Suci mengundurkan diri, Novra Nurman menjadi satu-satunya kandidat dan akhirnya terpilih secara aklamasi melalui sidang yang dipimpin Hendra Syahputra bersama Oki dan Nef.

Usai terpilihnya ketua baru, Widya Navies menekankan bahwa pekerjaan utama kepengurusan bukan sekadar menjalankan roda organisasi, melainkan membangun kebersamaan dan menjaga kepercayaan anggota. Ia berharap PWI Pasaman mampu menjadi organisasi yang solid, profesional, dan berintegritas. Menurut Widya, kekompakan merupakan modal penting untuk menghadapi tantangan dunia jurnalistik sekaligus memperkuat peran organisasi dalam meningkatkan kualitas wartawan.

Widya juga mengingatkan bahwa proses penerimaan anggota baru harus berjalan sesuai ketentuan organisasi. Rekomendasi ketua PWI kabupaten/kota menjadi bagian penting dalam proses menuju OKK, sehingga calon anggota memperoleh pemahaman mengenai tugas, tanggung jawab, etika, serta aturan keorganisasian. Penegasan ini menempatkan OKK bukan sekadar tahapan administratif, melainkan bagian dari upaya membangun wartawan yang memahami profesionalisme dan tanggung jawab kepada publik.

Bagi kepengurusan PWI Pasaman yang baru, pesan tersebut menjadi tantangan sekaligus arah kerja untuk periode 2026–2029. Novra Nurman diharapkan mampu merawat persatuan di antara wartawan, memperkuat komunikasi internal, serta memberikan perhatian terhadap kepentingan dan kesejahteraan anggota. Soliditas organisasi dinilai penting agar PWI dapat menjalankan perannya secara konsisten dalam mendorong praktik jurnalistik yang berkualitas di daerah.

Selain penguatan keanggotaan, peningkatan kompetensi wartawan dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik juga menjadi pekerjaan penting. Organisasi diharapkan mampu mendorong anggotanya menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Dengan kepemimpinan baru, PWI Pasaman memiliki kesempatan untuk memperkuat pembinaan anggota sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap profesi wartawan.

Terpilihnya Novra Nurman secara aklamasi menutup rangkaian Konferkab PWI Pasaman dengan harapan baru bagi perjalanan organisasi tiga tahun mendatang. Namun, sebagaimana ditekankan Widya Navies, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menjadi ketua, tetapi juga oleh kekompakan pengurus, kualitas anggota, serta konsistensi menjalankan aturan profesi. Pesan tentang rekomendasi dan OKK pun menjadi pengingat bahwa penguatan PWI harus dimulai dari proses keanggotaan yang tertib, pembinaan yang berkelanjutan, dan komitmen menjaga profesionalisme wartawan. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA TERBARU
Anda sedang membaca berita terbaru
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »