Raja Juli Antoni Dorong Manajemen Talenta ASN, 6.228 Pegawai Sudah Ikuti Penilaian

Raja Juli Antoni Dorong Manajemen Talenta ASN, 6.228 Pegawai Sudah Ikuti Penilaian
Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menyambut baik pendampingan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam mempersiapkan penerapan Manajemen Talenta. (Foto: Ist). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Penguatan Manajemen Talenta ASN terus digenjot untuk memastikan sumber daya manusia aparatur ditempatkan sesuai kompetensi, potensi, dan kebutuhan organisasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat penerapan sistem merit di lingkungan Kementerian Kehutanan.

Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menyambut baik pendampingan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam mempersiapkan penerapan Manajemen Talenta. Menurutnya, kualitas SDM menjadi fondasi penting bagi Kementerian Kehutanan dalam menjalankan tugas dan menghadapi kebutuhan organisasi ke depan.

“Masa depan Kementerian Kehutanan ada pada sumber daya manusianya. Sistem merit ini harus kita kerjakan dengan sungguh-sungguh,” ujar Raja Juli dalam Ekspose Kesiapan Penerapan Manajemen Talenta Kementerian Kehutanan di Kantor Pusat BKN RI, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Kepala BKN Prof. Zudan menempatkan Manajemen Talenta sebagai pendekatan baru dalam menyiapkan ASN sesuai kebutuhan organisasi. Sistem ini diarahkan agar pengelolaan ASN semakin objektif dan berbasis kualitas sumber daya manusia.

Manajemen Talenta juga diarahkan untuk mendukung pengisian maupun rotasi jabatan berdasarkan kualitas, kapasitas, kredibilitas, dan moralitas. Dengan pendekatan tersebut, keputusan pengelolaan karier ASN dapat ditopang oleh data kompetensi dan potensi pegawai.

Pendampingan BKN mencakup pemetaan talenta, penilaian kompetensi dan potensi, pengembangan talenta hingga pemanfaatan sistem informasi manajemen talenta ASN. Portofolio ASN dapat ditampilkan secara digital sehingga lebih mudah dimanfaatkan pimpinan dalam menyesuaikan talenta dengan kebutuhan jabatan.

Kesiapan tersebut telah ditunjukkan melalui pemetaan talenta pada JPT Pratama, Administrator, dan Jabatan Fungsional Ahli Madya. Akselerasi juga dilakukan melalui SIMATA BKN, Sistem Informasi Penilaian Perilaku 360 Derajat, serta penilaian kompetensi dan potensi menggunakan metode ProASN dan CACT BKN.

Data mencatat sebanyak 6.228 pegawai telah mengikuti penilaian kompetensi dan memenuhi syarat jabatan pengawas. Angka ini menjadi bagian dari proses penguatan basis data talenta dan pemetaan kompetensi ASN di lingkungan Kementerian Kehutanan.

Dalam kegiatan tersebut hadir dan terlibat Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BKN Prof. Zudan, jajaran BKN RI, serta jajaran Kementerian Kehutanan. Dengan dukungan ekosistem Manajemen Talenta BKN, Kementerian Kehutanan mempersiapkan pengelolaan ASN yang semakin berbasis kompetensi, kinerja, potensi, dan kebutuhan organisasi. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »