| Wali Kota Padang Fadly Amran menerima kunjungan kerja dan melakukan koordinasi intensif bersama Plt. Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Reski Wahyudi. (Foto: Tommy). |
Fokus utama dalam pembahasan strategis ini adalah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi alur sungai pascabencana hidrometeorologi parah yang melanda Kota Padang pada November 2025 lalu. Kerusakan infrastruktur sungai serta ancaman luapan air yang berulang mendorong kedua pihak menyepakati langkah penanganan dari hulu hingga hilir secara terpadu. Langkah konkret yang siap dieksekusi meliputi pengerukan sedimentasi sungai secara masif, penataan alur sungai, hingga pembangunan infrastruktur penahan banjir seperti check dam dan sabo dam.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa percepatan pemulihan kondisi sungai merupakan prioritas utama demi memberikan rasa aman dan kenyamanan hidup bagi seluruh warga Kota Padang. Pemko Padang berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap seluruh tahapan pekerjaan fisik yang dilaksanakan oleh BWS Sumatera V. Keterlibatan pihak swasta juga diusulkan untuk mempercepat pengerukan sedimen yang menumpuk akibat tingginya intensitas hujan dan luapan air.
Selain infrastruktur penahan, Fadly Amran juga menyoroti pentingnya kepastian pembebasan lahan dan pemetaan area yang memerlukan relokasi demi keselamatan warga. Pemko Padang siap mendampingi BWS Sumatera V dalam menentukan titik-titik krusial yang harus disterilkan agar proses pengerjaan konstruksi berjalan lancar tanpa membiarkan masyarakat menunggu terlalu lama. Kerjasama erat ini diharapkan menjadi solusi permanen penanganan banjir jangka panjang.
Di sisi lain, Plt. Kepala BWS Sumatera V Padang, Reski Wahyudi, menjelaskan bahwa setelah melewati masa tanggap darurat pascabencana November 2025, tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) skala besar dijadwalkan mulai terealisasi pada November 2026. Penanganan fisik komprehensif tersebut nantinya difokuskan pada sejumlah titik krusial, di antaranya Sungai Batang Kuranji, Sungai Air Dingin, serta beberapa anak sungai pendukung lainnya.
Reski mengungkapkan bahwa selama masa tanggap darurat berlangsung, BWS Sumatera V sebenarnya telah melakukan berbagai intervensi pengerjaan fisik darurat di lapangan. Fokus utama pekerjaan sementara meliputi perbaikan tanggul-tanggul sungai yang mengalami limpasan air serta pengembalian alur sungai ke kondisi normal. Pengerjaan awal ini terbukti efektif menurunkan tingkat risiko dan dampak bencana saat cuaca ekstrem terjadi.
Efektivitas langkah awal tersebut terbukti berdasarkan data meteorologi pada 3 Agustus 2026 lalu, di mana intensitas curah hujan yang tercatat sejatinya lebih tinggi ketimbang saat bencana November 2025. Kendati demikian, dampak genangan dan kerusakan yang ditimbulkan di wilayah Kota Padang jauh lebih rendah. Hal ini menandakan bahwa penanganan darurat dan pengerukan awal yang dilakukan oleh BWS V memberikan hasil nyata di lapangan.
Meski demikian, Reski menegaskan bahwa bencana hidrometeorologi yang dihadapi saat ini memiliki skala dampak yang jauh lebih besar dibandingkan periode bencana tahun 2011–2012 silam. Oleh sebab itu, pengendalian banjir jangka panjang membutuhkan perencanaan teknis komprehensif yang melibatkan studi pengukuran lapangan yang matang, desain arsitektur sungai, skema pembebasan lahan, hingga pengalokasian anggaran yang presisi.
Menutup pertemuan tersebut, BWS Sumatera V mengapresiasi kesiapan Pemko Padang dalam menjamin kelancaran dukungan sosial dan pembebasan lahan serta rencana relokasi warga terdampak. Dengan sinergi kuat antara Pemerintah Kota Padang dan BWS Sumatera V, pembangunan sabo dam dan penataan alur sungai ini diyakini menjadi titik balik terwujudnya Kota Padang yang tangguh, aman, dan bebas banjir. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA TERBARU
Anda sedang membaca berita terbaru
Anda sedang membaca berita terbaru
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »