Sosialisasi Mekanisme Pokir, Ini Kata Ketua DPRD Kota Padang Muharlion
On Jumat, Februari 20, 2026
| Sosialisasi Mekanisme Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Kota Padang, Kamis (19/2/2026). |
| Sosialisasi Mekanisme Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Kota Padang, Kamis (19/2/2026). |
| Raihan sejumlah penghargaan bergengsi yang menegaskan konsistensi kinerja, kepemimpinan visioner. |
|
|
|
| Ketua DPRD Kota Padang Ustad H. Muharlion, S. Pd., menggelar reses di Masjid Almanar Kelurahan Dadok Tunggul Hitam Kecamatan Koto Tangah, 5 Januari 2026. |
| Ketua DPRD Kota Padang Ustad H. Muharlion, S. Pd. |
| Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, SH. |
| Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Osman Ayub. |
| Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri, SAP. |
| Rapat paripurna digelar di ruang sidang utama lantai II gedung baru DPRD Kota Padang di pusat Pemerintahan Kota Padang jalan Bagindo Aziz Chan No. 1 Bypass Aia Pacah Kecamatan Kuranji Kota Padang. |
| Wali Kota Padang dan Pimpinan DPRD Kota Padang. |
| Segenap anggota DPRD Kota Padang mengikuti rapat paripurna. |
| Penyerahan dokumen ke Wali Kota. |
| Sekretaris DPRD Kota Padang Hendrizal Azhar, SH., MM., menyerahkan dokumen laporan kegiatan DPRD Kota Padang selama tahun anggaran 2025 M. |
![]() | |
|
![]() |
| Buya Iskandar menyerahkan dokumen laporan. |
|
| Program bedah rumah yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (Pokir) Erismiarti.SH., anggota DPRD Kota Padang kembali memberikan dampak nyata bagi masyarakat. |

Pepasan Tim Persatuan Sepakbola Padang (PSP) yang akan melakoni laga uji coba (matchday) melawan Josal FC Piaman, di Lapangan Akademi Josal FC, Kota Pariaman, Sabtu sore (27/12/2025).
BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Ketua DPRD Kota Padang Osman Ayub memiliki harapan terhadap tim kebanggaan orang Padang, yaitu Tim Persatuan Sepakbola Padang (PSP).
Hal itu disampaikannya pada acara pepasan Tim Persatuan Sepakbola Padang (PSP) yang akan melakoni laga uji coba (matchday) melawan Josal FC Piaman, di Lapangan Akademi Josal FC, Kota Pariaman, Sabtu sore (27/12/2025).
"Tentu kita akan terus suport PSP, karena kita memiliki harapan besar, yaitu selalu juara dalam pertandingan," katanya.
Pelepasan tim berlangsung di Halaman Kantor Balai Kota Lama dan dihadiri seluruh pemain serta jajaran pelatih.
Laga uji coba ini digelar sebagai bagian dari persiapan PSP Padang menghadapi kompetisi Liga IV yang dijadwalkan bergulir pada Januari 2026 mendatang.
Wali Kota Padang Fadly Amran mengapresiasi perkembangan tim yang dinilainya sangat positif.
![]() |
| Pepasan Tim Persatuan Sepakbola Padang (PSP). |
“Alhamdulillah, perjalanan tim sejauh ini sangat luar biasa. Saya dengar dari enam pertandingan yang sudah kita ikuti , kita berhasil memenangi semuanya. Ini tentu menjadi modal penting menghadapi laga hari ini,” ujar Fadly Amran.
Ia juga menegaskan agar para pemain tidak gentar menghadapi lawan dengan kualitas dan jam terbang tinggi.
Menurutnya, pertandingan melawan tim kuat justru menjadi ajang pembelajaran untuk meningkatkan kualitas permainan dan mental bertanding.
“Kalau kita tidak berani menghadapi lawan-lawan kuat, maka perkembangan tim akan terhambat. Dari pertandingan seperti inilah mental juara ditempa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fadly Amran mengingatkan seluruh pemain untuk menjaga disiplin, kondisi fisik, serta kekompakan tim, sekaligus menjalankan instruksi pelatih dan ofisial dengan penuh tanggung jawab.
![]() |
| Pepasan Tim Persatuan Sepakbola Padang (PSP). |
Sementara itu, Ketua PSP Padang Amril Amin menyampaikan bahwa tim dalam kondisi siap menghadapi laga eksibisi tersebut.
Ia menyebutkan persiapan telah dilakukan secara intensif selama tiga bulan terakhir.
“Alhamdulillah, persiapan PSP Padang selama tiga bulan terakhir sudah cukup membaik, termasuk dari sisi pemain. Saat ini skuat telah lengkap dengan 24 pemain,” ujar Amril Amin. (*)
| Ketua DPRD Kota Padang Muharlion bersama mantan Ketua KPID Sumbar. Ia tidak menginginkan, adanya penyelenggaraan pesta kembang api pada malam pergantian tahun. |
![]() |
| ia juga menyoroti sisi efisiensi anggaran serta dampak positif terhadap ketertiban umum. |
Melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal, kaum ini berhasil menyediakan solusi konkret bagi anak kemenakan mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang di Pangka Jambatan Batu Busuk, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh.
Saat meninjau langsung lokasi hunian sementara (Huntara) di RT 03 RW 04 Kelurahan Kapalo Koto, Muharlion menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan contoh nyata bagaimana nilai-nilai adat dapat menjadi kunci penyelesaian masalah sosial yang kompleks.
Menurutnya, langkah yang diambil oleh para tokoh adat Suku Tanjung adalah teladan yang patut dicontoh oleh daerah lain di Kota Padang dalam menghadapi situasi darurat pascabencana.
"Ini adalah contoh yang sangat baik dari penerapan kebudayaan dalam mengatasi kesulitan lahan yang selama ini menjadi kendala utama pemerintah dalam relokasi korban bencana. Kami di DPRD sangat mendukung dan mengapresiasi inisiatif mandiri ini," ujar Muharlion di sela-sela kunjungannya melihat kondisi 11 Kepala Keluarga (KK) yang kini menempati hunian tersebut, Kamis (25/12/2025).
Muharlion menjelaskan bahwa keberadaan "Huntara Mandiri" ini terwujud berkat kolaborasi antara inisiatif warga yang dipelopori oleh Dasrul, bantuan donatur, serta dukungan dari struktur adat.
Hal yang paling krusial, menurut Ketua DPRD, adalah kesediaan Mamak (pemimpin adat) Suku Tanjung yang telah menyiapkan lahan khusus untuk pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi anak kemenakannya.
Lebih lanjut, Muharlion mengungkapkan bahwa lahan yang telah disiapkan oleh kaum tersebut siap dihibahkan kepada Pemerintah Kota Padang.
Melalui mekanisme hibah ini, pemerintah daerah nantinya akan memiliki payung hukum yang kuat untuk membangunkan bangunan permanen sehingga 11 KK warga Suku Tanjung dapat memiliki tempat tinggal yang aman, nyaman, dan legal secara administrasi negara.
![]() |
| 300 warga di Kecamatan Pauh yang terdampak musibah banjir bandang. |
Mengingat terdapat lebih dari 300 warga di Kecamatan Pauh yang terdampak musibah banjir bandang, langkah Suku Tanjung ini dianggap sebagai terobosan yang mampu memangkas birokrasi pengadaan lahan yang biasanya memakan waktu lama.
"Ini adalah inspirasi yang bisa dicontoh, terutama bagaimana pendekatan para Mamak bisa memberikan kepastian lahan untuk pembangunan hunian tetap. Kita butuh solusi cepat karena masih ada ratusan warga lainnya yang menunggu kejelasan tempat tinggal pascabencana ini," tambah Muharlion dengan nada optimis.
Senada dengan hal tersebut, Usar Rajo Kacik selaku Mamak Kapalo Warih Kaum Suku Tanjung menyatakan bahwa keputusan menyediakan tanah kaum adalah bentuk tanggung jawab moral.
Pihaknya tidak ingin anak kemenakan terus menderita karena ketidakpastian lahan, sehingga pendekatan kebudayaan diambil demi menjamin keberlangsungan hidup generasi suku mereka di tanah yang aman.
Pembangunan hunian di atas tanah kaum ini dilakukan secara gotong royong, melibatkan anak kemenakan serta para relawan.
Proses ini membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan tatanan adat di Pauh V masih sangat kuat dan efektif dalam merespons musibah, sekaligus meringankan beban pemerintah daerah dalam hal penyediaan infrastruktur dasar bagi pengungsi.
Muharlion berharap dalam waktu satu bulan ke depan, model pendekatan kebudayaan seperti yang dilakukan Suku Tanjung ini dapat segera diterapkan untuk warga terdampak lainnya.
Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah dan kerelaan tokoh adat, target penyelesaian masalah hunian bagi 300 lebih korban banjir di Kecamatan Pauh diharapkan dapat segera terealisasi. (*)
![]() |
| Ketua DPRD Kota Padang Muharlion mengingatkan Pemerintah Kota Padang, agar mengantisipasi secara maksimal potensi lonjakan sampah saat malam pergantian tahun meksipun tidak merayakan tahun baru. |
Aktivitas masyarakat yang meningkat tajam pada momen tersebut, dinilai berisiko menimbulkan volume sampah dalam jumlah besar di berbagai titik.
Menurutnya, malam Tahun Baru hampir selalu diiringi dengan meningkatnya konsumsi makanan, minuman, dan aktivitas luar ruang.
Kondisi itu, kerap berujung pada menumpuknya sampah jika tidak ditangani secara cepat dan terkoordinasi oleh jajaran terkait.
Ia meminta, seluruh perangkat daerah yang menangani kebersihan untuk bekerja optimal sejak sebelum hingga setelah malam pergantian tahun.
Mulai dari petugas lapangan, koordinator wilayah, hingga Kepala Satuan Pelaksana diminta siaga penuh agar sampah tidak menumpuk terlalu lama.
"Lonjakan aktivitas masyarakat ini pasti berdampak pada peningkatan volume sampah. Maka harus diantisipasi secara serius agar tidak mengganggu kenyamanan warga," ujarnya Rabu (24/12).
Pembersihan sampah tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Sampah yang tercecer di jalan protokol, kawasan hiburan, ruang publik, hingga permukiman harus dibersihkan secara tuntas.
![]() |
| Ketua DPRD Kota Padang Muharlion bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir meninjau posko Nataru. |
Selain menyoroti peran pemerintah, ia juga mengajak masyarakat untuk ikut bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan.
Ia menilai persoalan sampah bukan semata tugas pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh warga.
Ia mengingatkan, kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat memperparah kondisi lingkungan, terutama di tengah tingginya aktivitas.
Kesadaran masyarakat menjadi kunci agar upaya pemerintah tidak sia-sia.
"Persoalan sampah ini bukan hal sepele. Ini tanggung jawab bersama," katanya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk membuang sampah pada tempat-tempat yang telah disediakan.
"Jangan mencemari lingkungan yang sudah bersih. Buang sampah pada tempatnya," ujarnya.
"Sekali lagi kepada seluruh masyarakat, persoalan sampah adalah tugas dan kewajiban bersama," pungkasnya.(*)

Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye menyampaikan, Kota Padang saat ini masih berduka, untuk itu perayaan Nataru tidak usah di besar-besaran.
BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye menyampaikan, Kota Padang saat ini masih berduka, untuk itu perayaan Nataru tidak usah di besar-besaran.
"Cukup sederhana saja bersama dengan keluarga. Tak perlu bepergian keluar kota, karena kondisi saat ini cuaca ekstrem," ujarnya.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Padang dari Fraksi Gerindra Mastizal Aye ketika diwawancarai media ini, Rabu, 24 Desember 2025.
"Kemudian tidak ada izin menggelar acara orgen tunggal. Pemerintah Kota Padang tidak mengizinkan acara orgen tunggal di malam Nataru," kata putra daerah Kuranji ini.
Ia mengajak semua pihak untuk mendoakan korban banjir bandang agar ekonomi mereka segera pulih.
"Sebaiknya, mari sama - sama kita mendoakan bagi para korban banjir bandang yang meninggal, kemudian kita juga doakan semoga secepatnya ekonomi mereka pulih kembali," ungkapnya.
![]() |
| Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye Lokasi Bersama Tokoh Masyarakat. |
"Jangan hanya hunian sementara (Huntara), tetapi membagun rumah permanen bagi mereka," ujarnya Ahad, 14 Desember 2025.
Apalagi, kata pria yang akrab disapa Aye ini, Presiden Prabowo telah berjanji akan mengganti rumah warga terdampak banjir.
"Ada rumah asal mereka yang berada di bibir sungai, ada yang sudah di tengah sungai. Tentu mereka tak mungkin tinggal di sana, harus direlokasi ke tempat yang aman. Apalagi potensi bencana masih mengancam," cakap politisi Partai Gerindra ini.
Senarnya, jelas Aye, ada dua langkah yang bisa dilakukan Pemko Padang. Pertama, normalisasi sungai dan membangun kanal.
Kedua, mensiasati aturan agar mereka bersedia tanah asal mereka dijadikan fasilitas umum dan mereka ditempatkan di tempat aman.
Selain itu Aye mengingatkan Pemko Padang soal bantuan. Pemko harus berpikir jangka panjang soal bantuan. Jangan sampai bantuan habis, sedangkan kita masih butuh.
"Sekarang bantuan bertumpuk-tumpuk di posko. Ada pula donatur yang membagikan langsung. Tapi saya ingatkan, bantuan harus sampai ke warga, jangan ditumpuk-tumpuk, tetapi Pemko berfikir juga soal waktu tanggap darurat dan pasca tanggap darurat," ujarnya.
Desak Percepatan Normalisasi Sungai dan Penyaluran Bantuan Korban Bencana
![]() |
| Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye Bersma Korban Banjir. |
Mastilizal menegaskan perpanjangan masa tanggap darurat adalah langkah krusial untuk memastikan seluruh masyarakat, terutama yang masih sangat rentan, mendapatkan perhatian penuh dari Pemko.
Mastilizal secara tegas meminta Pemko Padang menjamin tidak ada satu pun warga terdampak yang luput dari makanan atau pelayanan dasar yang disediakan pemerintah selama masa kritis ini.
![]() |
| Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye Bersama Masyarakat. |
Mereka tidak memiliki kebutuhan khusus selain memastikan masyarakat terdampak tertangani dengan baik, serta mendorong penyelesaian masalah hunian dan relokasi yang layak. (BY)
Namun, suasana Natal dan tahun baru atau yang dikenal Nataru, Kota Padang tercinta yang ku jaga dan ku bela sedang tak baik-baik saja.
Ranah Bingkuang, sebutan lain Kota Padang, dilanda musibah akibat tangan - tangan jahil munusia. Kota ini disapu banjir bandang.
Rumah - rumah warga rusak, ada pula yang hanyut. Jembatan putus, jalan tak bisa dilalui. Warga diungsikan. Dibangunkan hunian sementara dan hunian tetap.
Meski demikian, imbauan tetap datang dari Wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri, S. A. P., dan anggota DPRD Kota Padang Faisal Nasir. Keduanya dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Jupri, S.A.P., yang akrab disapa Makdang, mengimbau seluruh masyarakat agar menyambut Natal dan Tahun Baru 2026 dengan menjaga keamanan, ketertiban, dan toleransi antarumat beragama.
"Momentum Nataru adalah saat yang tepat untuk memperkuat persatuan, gotong royong, dan nilai kebangsaan, demi Kota Padang yang aman, damai, dan berkemajuan. Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026," katanya, Rabu, 24 Desember 2025.
![]() |
| Faisal Nasir mengimbau untuk melakukan kegiatan positif dan bermanfaat, apalagi Kota Padang dilanda bencana banjir bandang. |
"Cuma saya belum tahu persis perkembangan keputusan pemerintah terkait Nataru dan Tahun Baru, apalagi kita lagi menghadapi bencana," katanya.
Tentu, kata Faisal Nasir lagi, masyarakat mengisi perayaan Nataru dengan melaksanakan kegiatan positif dan bermanfaat.
"Melaksanakan ini dengan mengisi kegiatan yang tidak menimbulkan hal-hal yang negatif. Tentu harus ada keputusan dari pemerintah untuk menegaskan ini terhadap generasi muda," harapnya.
Misalnya, dilaksanakan dalam bentuk kegiatan keagamaan karena dalam situasi bencana.
"Bencana itu selain faktor alam, tetapi tidak terlepas dari kehendak Yang Maha Kuasa. Artinya berdoa, jauhkan dari bencana," katanya.
"Kalau kini baru bersifat ujian, belum dalam bentuk hukuman. Kalau hukuman lebih parah dampaknya. Hukuman itu kan sudah selesai. Kalau kita berdoa, akan dapat menjauhkan kita dari bencana," ujarnya.
Dengan doa tadi, harap dia, Pemerintah kalau dapat mengadakan doa bersama dengan generasi muda dan masyarakat.
"Kalau bisa tidak ada hiburan. Namun harus ada imbauan pemerintah. Kalau ada hiburan, ditindak tegas," harapnya.
Faisal Nasir menyarakan Pemerintah Kota Padang mengadakan doa bersama masyarakat dan mengevaluasi diri terhadap bencana yang terjadi.
"Muhasabah kah namanya. Kan bencana kini bukan hanya karena hujan, tetapi juga lumpur. Mengingatkan diri kita kembali ke masyarakat," ujarnya. (BY)