PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Hargai Peran Ulama Dalam Membina Umat Islam, Ini Kata Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima sekitar 20-an ulama dari berbagai daerah di tanah air.

Hargai Peran Ulama Dalam Membina Umat Islam, Ini Kata Presiden Jokowi
BENTENGSUMBAR.COM - Usai memimpin Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima sekitar 20-an ulama dari berbagai daerah di tanah air, di antaranya K.H. Syukron Makmun, K.H. Sanusi Baco, Prof. Dr. Maman Abdurrahman, K.H. Ahmad Sadeli Karim,  K.H. Hasib Wahab Hasubullah, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 4 April 2017 siang.

Presiden Jokowi menyampaikan penghargaan peran dan seluruh usaha para ulama dalam membina umat Islam, dalam mengawal umat Islam, sehingga semuanya dapat memelihara semangat kebersamaan, semangat kedamaian.

“Ini juga berkat bimbingan para ulama dalam mendinginkan suasana di kotanya, di daerahnya, dalam menyejukkan kita semuanya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Presiden.

Presiden menitipkan pesan kepada para ulama agar kesejukan dalam mendinginkan situasi kota, daerah, maupun negara ini, terus dijaga bersama-sama antara ulama dan umaro (pemimpin), sehingga negara selalu dalam keadaan damai.

Presiden Diminta Menginisiasi Pertemuan Tokoh Agama

Demi mendorong cita-cita tersebut, para ulama meminta Presiden Jokowi menginisiasi pertemuan tokoh agama.

"Dalam negara pluralistik, kami ingin kedamaian kekal. Kedamaian yang sifatnya bukan abu-abu. Oleh sebab itu kami harapkan Bapak Presiden membuat pertemuan antartokoh umat beragama untuk satu kata sepakat," ujar Syukron Makmun, usai pertemuan.

Syukron merupakan pimpinan Pondok pesantren Darurrohman di Jakarta.

"Jangan hanya bilang kita rukun, rukun, rukun. Tapi enggak ada pegangannya. Harus dibicarakan, harus dibuat," lanjut Syukron.

Prinsip yang harus disepakati pertama, semua agama adalah benar menurut pemeluknya.

Namun, bukan artinya membenarkan seluruh agama. Prinsip itu, kata Syukron, bermakna seseorang harus berpendapat bahwa agama lain adalah benar menurut pemeluknya.

Oleh sebab itu, setiap umat beragama saling menghormati. Tidak boleh ada pemaksaan nilai agama tertentu terhadap pemeluk agama lain.

"Orang yang sudah memeluk agama itu kita hormati, janganlah kita suruh pindah ke agama lain. Jangan menegakkan agama kepada orang yang sudah memeluk agama," ujar Syukron.

Selain itu, prinsip yang juga harus dipegang antarumat beragama, yakni saling menjaga perasaan satu sama lain.

Prinsip ini cocok diterapkan perihal pendirian rumah ibadah agama tertentu.

"Nilai-nilai seperti ini harus dibicarakan. Supaya kongkret dan kita semua ada pegangan dalam toleransi," ujar Syukron.

Presiden Jokowi, menurut Syukron, lebih banyak tersenyum dalam pertemuan tersebut. Kepala Negara menerima segala masukan dan akan mempertimbangkan untuk ditindaklanjuti. Para ulama pun percaya Jokowi akan menindaklanjuti usul para ulama itu.

Para ulama yang menemui Presiden Jokowi itu adalah: 1. K.H. Irfan Wahid (Ponpers Tebu Ireng, Jombang); 2. K.H. Sanusi Baco (Rois Syuriah NU, Sulsel); 3. Dr. Hardadi (Cendekiawan Muslim); 4. K.H. Syukron Makmun (Ponpes Darurohman, Jakarta); 5. K.H. Drs. Ahmad Musthofa (Ponpes Modern Pabelan, Magelang); 6. K.H. Abdullah Zaini (Ponpes Al Irsyad, Jakarta); 7. K.H. Muhtadi Dimyati (Ponpes Cidahu, Pandeglang, Banten); 8. Prof. Dr. Maman Abdurrahman (Ketua Majelis Penasihat Persis); 9. Dr. K.H. Jeje Jainudin (Wakil Ketua Umum Persatuan Islam); 10. Ust. Ahmad Parlaungan Tanjung (Ponpes Darunnajah, Jakarta).

Selain itu 11. Dr. Rahman Sabon Nama (Cendekiawan Muslim); 12. Dr. Yusnar Yusuf Rangkuti (ketua Umum Al Wasliyah); 13. K.H. Ahmad Sadeli Karim (Ketua Umum Math’laul Anwar, Serang, Banten); 14. Hj. Sitti Raihanun Zainuddin Abdul Majid (Ketua Umum Nahdlatul Wathan, Mataram); 15. Dr. Ir. Lukmanul Hakim (Ketua Umum Al Ittihadiah); 16. K.H. Sholeh Hasan (Ponpes Khoriatul Ummah, Bandung); 17.K.H. Hasib Wahab Hasbullah (Ponpes Tambak Beras, Jombang); 18. K.H. Subhan Makmun (Ponpes Assalafiyah, Brebes); 19. K.H. Jazuli Kasmani; dan 20. K.H. Aris Ni’matullah(Ponpes Buntet, Cirebon). 

(by/setkab/kompas)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *