PADANG

SUMBAR

Nasional

Parlementaria

Elektabilitas Golkar Terus Merosot, Nurdin: Tak Ada Cara Lain Kecuali Lengserkan Setnov

Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid bersama Ketum Golkar Setya Novanto dalam suatu kesempatan.

Elektabilitas Golkar Terus Merosot, Nurdin: Tak Ada Cara Lain Kecuali Lengserkan Setnov
BENTENGSUMBAR. COM - Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid menilai tidak ada jalan lain untuk memulihkan elektabilitas Golkar yang menurun selain memilih pemimpin baru untuk menggantikan posisi Setya Novanto di partai berlambang pohon beringin tersebut.

Pasalnya, dengan ditahannya Setnov oleh KPK menjadi salah satu faktor menurunnya elektabilitas Partai Golkar dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Dengan demikian, menurut dia, meskipun tetap menunggu sidang praperadilan terhafap kasus Novanto, Golkar tetap harus mengganti pemimpinnya.

"Tetap (menunggu praperadilan). Tetapi dengan melihat elektabilitas Golkar yang terus menurun maka tidak ada pilihan kecuali memilih pemimpin baru untuk meningkatkan kinerja partai," ujar Nurdin saat hadir di Survei Nasional Poltracking, di Gedung Sari Pan Pacifik, Jakarta Pusat, Minggu, 26 November 2017.

Menurut Nurdin, menurunnya elektabilitas Golkar sebenarnya sudah diprediksi. Bahkan sudah menjadi pembahasan internal partai berwarna kuning tersebut.

"Sesuatu yang sudah kami prediksi (elektabilitas Golkar) bahwa memang akhir-akhir ini terjadi penurunan dan ini cukup diperhatikan untuk masuk ke dalam pembahasan," tuturnya. .

Oleh sebab itu, lanjut dia, tidak salah jika saat ini Golkar melakukan pergantian pemimpin, yang mana tujuannya ada untuk kepentingan partai sendiri.

"Partai Golkar harus merestuktur dan melahirkan pemimpin baru. Dngan demikian kita bisa meningkatkan kinerja partai, baik kinerja politik maupun kerja sosial dan kemasyarakatan. Tidak pilihan kecuali melakukan munaslub," imbuhnya.

Penurunan elektabilitas Partai Golkar terlihat pada survei nasional yang dilakukan Poltracking, di mana dalam survei tersebut dinyatakan Golkar hanya mendapat suara 10,9 persen jika diadakan pemilu legislatif saat ini. Hal itu jauh berbeda dengan partai berlambang banteng yang meraih poin tertinggi dengan 23,4 persen.

(Kricom)

Previous
« Prev Post

Komentar Anda:

Loading...

Formulir Kontal

Nama

Email *

Pesan *