Headline

Opini

PADANG

Sports

Cucu Nabi Senggol Muka Mbak Puan dan Mas AHY yang Berceceran di Mana-Mana, Nafsu Politiknya..

          Cucu Nabi Senggol Muka Mbak Puan dan Mas AHY yang Berceceran di Mana-Mana, Nafsu Politiknya..

Cucu Nabi Senggol Muka Mbak Puan dan Mas AHY yang Berceceran di Mana-Mana, Nafsu Politiknya..
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Cyber Indonesia Habib Husin Alwi Shihab atau Dzurriyah yang memiliki keturunan Nabi Muhammad SAW, ikut mengomentari perihal baliho politisi seperti Ketua DPR RI Puan Maharani hingga Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di beberapa daerah.


Hal ini menjadi sorotan Ketua Cyber Indonesia Habib Husin atau Husin Alwi Shihab. Pasalnya di tengah pandemi mestinya dana untuk baliho bisa digunakan untuk rakyat yang sudah. 


“Nafsu birahi politiknya terlalu tinggi sehingga mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan,” certusnya, dalam akun Twitternya, seperti dilihat, Selasa, 10 Agustus 2021.


"Negeri ini masih banyak berharap kepada politikus yg bersih bukan karena untuk jabatan tapi betul-betul jiwa raganya siap dikorbankan untuk rakyat bukan demi "baliho", tambah dia.


Hal tersebut dikatakan sekaligus me-retweets pernyataan Abdillah Toha yang sebelumnya mengatakan: “Halo Puan, Erlangga, Muhaimin, AHY, apa tidak risih dan malu memajang gambar diri besar2 di sekujur Indonesia bersaing utk pilpres yang masih 3 tahun lagi, ketika rakyat sedang bergulat atasi pandemi dan kehidupan sehari2? Kenapa tak gunakan uang baliho itu utk bantu rakyat saja?”


Diketahui, baliho bergambar tokoh-tokoh politik mulai banyak menghiasai jalanan di berbagai daerah.  


Sebagai informasi, baliho Puan Maharani telah menyebar di berbagai daerah. Dalam baliho tersebut terdapat tulisan 'Kepak Sayap Kebhinekaan'.


PDI Perjuangan menjelaskan makna tulisan “Kepak Sayap Kebhinnekaan” yang tertera di billboard dan baliho bergambar Ketua DPR RI Puan Maharani. 


Ketua DPD PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto menjelaskan, kepak sayap diasosiasikan sebagai burung Garuda.


“Burung yang terbang pasti ada kerjasama sayap kiri dan kanan, kepaknya berirama. Seandainya Burung Garuda, disana ada Bhinneka Tunggal Ika”. Kebhinnekaan maknanya persatuan. Kita terdiri dari berbagai suku bangsa, bagaimana kebhinnekaan hidup dengan kerjasama,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterimah SuaraJawaTengah.id, Jumat, 6 Agustus 2021.


Menurut dia, billboard Puan Maharani yang terpasang juga ada yang bertuliskan sosialisasi untuk pencegahan Covid-19.


Bambang mengatakan, billboard bergambar Puan Maharani dan bertuliskan “Kepak Sayap Kebhinnekaan” tersebut rencananya dipasang selama dua bulan. Yaitu tanggal 15 Juli hingga 15 September 2021. Namun dalam praktiknya akan ada yang terpasang selama tiga bulan.


“Sebab di lapangan ada (penyewaan billboard) yang tidak mau memberi diskon biaya, tapi diberi tambahan waktu pemasangan,” jelasnya.


Source: wartaekonomi.co.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...