Varian Lambda Jadi Perbincangan, Ganaskah?

Varian Lambda Jadi Perbincangan, Ganaskah?
BENTENGSUMBAR.COM - Varian Delta telah menjadi virus SARS-Cov-2 yang mendominasi di dunia. Tetapi baru-baru ini, varian Lambda juga menjadi pembicaraan hangat karena disebut kebal terhadap vaksin Covid-19. Varian ini pun sudah ditemukan di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat.


Dilansir dari CNN, menurut berbagi data independen yang diinisiasi GISAID, pengurutan genom setidaknya telah menemukan 1.060 kasus Covid-19 yang disebabkan varian Lambda di Amerika Serikat.


Meskipun jumlah kasus ini jauh dari kasus akibat varian Delta, mewakili sekitar 83 persen kasus baru di AS. Tetapi para ahli penyakit menular mengatakan, Lambda adalah varian yang mereka amati dengan cermat.


Varian ini pertama kali diidentifikasi di Peru pada Desember 2020. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan varian Delta sebagai varian yang menjadi perhatian (variant of concern). Sementara Lambda masuk kategori lebih rendah sebagai variant of interest.


“Saya pikir setiap kali suatu varian diidentifikasi dan menunjukkan kapasitas untuk menyebar dengan cepat dalam suatu populasi, kalian harus khawatir,” ujar Dr Gregory Poland, profesor kedokteran dan direktur dari Vaccine Research Group di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota kepada CNN.


Mutasi


Dia mengatakan, ada varian yang muncul setiap hari, jika varian didefinisikan sebagai mutasi baru. Mutasi yang terjadi bisa membawa keuntungan dan kerugian bagi virus. Tetapi untuk Lambda, tampaknya ini menguntungkan virus dan merugikan manusia.


Tetapi sejauh ini, masih belum banyak yang diketahui soal varian ini. Lambda masih belum terlalu mengkhawatirkan seperti varian Delta yang menyebabkan ledakan kasus di AS. Tetapi studi awal menunjukkan jika ini memiliki mutasi yang membuatnya lebih mudah menular dibanding jenis asli virus corona.


“Sulit untuk mengetahui secara pasti bagaimana Lambda menular dan seberapa baik vaksin bekerja. Sejauh ini, tampaknya Lambda lebih menular daripada virus SARS-Cov-2 asli, yang mirip dengan Delta dan varian lainnya,” tulis Dr. Preeti Malani, kepala petugas kesehatan di divisi penyakit menular Universitas Michigan di Ann Arbor dalam sebuah email.


Kabar baiknya, penelitian menunjukkan bahwa vaksin yang tersedia saat ini tetap protektif. Para ilmuwan mempelajari selama pandemi jika segala sesuatu dapat berubah dengan cepat. Karena itu, mengendalikan penyebaran Covid-19 secara umum akan membantu mengelola Lambda.


“Selama masih ada penyebaran SARS-Cov-2 yang tidak terkendali, kita akan melihat lebih banyak varian di masa depan. Satu-satunya jalan keluar adalah vaksinasi secara luas untuk mengendalikan penyebaran dan mencegah mutasi lebih lanjut dari SARS-Cov-2. Ini adalah perlombaan antara mendapatkan cukup banyak populasi dunia divaksinasi dan berkembangnya varian baru yang kurang responsif terhadap langkah pencegahan,” lanjutnya.


Data seberapa baik vaksin melindungi dari varian Lambda juga masih menjadi perdebatan. Ilmuwan mengatakan mereka perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk mendapat kejelasan.


Penelitian terhadap vaksin Johnson & Johnson menemukan jika orang yang mendapat satu dosis vaksin tersebut mungkin bisa mendapatkan keuntungan dari dosis booster untuk melindungi dari varian baru. Tetapi studi ini dilakukan di laboratorium dan tidak mencerminkan dampak vaksin di dunia nyata.


Penelitian yang dilakukan ilmuwan di Jepang yang belum dipublikasikan di jurnal peer-reviewed, menemukan jika varian Lambda mungkin lebih resisten terhadap kekebalan yang dipicu oleh vaksin. Tetapi lebih banyak penelitian diperlukan.


"Dua mutasi tambahan, T761 dan l452Q, membantu Lambda menjadi lebih menular. Saat ini, varian Lambda telah dikategorikan sebagai variant of interest oleh WHO. Kami tidak tahu saat ini apakah ini lebih menjadi perhatian dari varian Delta,” jelas ahli farmasi dan epidemiologis Dr. Ravina Kullar lewat sebuah email. Ia merupakan ahli dari Infectious Diseases Society of America. 


Dr. Ravina Kullar menambahkan, perlu ada studi genomik ekstensif yang dilakukan untuk menilai bagaimana kemanjuran vaksin dipengarui oleh varian Lambda. Sampai kasus Covid-19 berkurang secara keseluruhan, cara terbaik untuk mencegah munculnya lebih banyak varian adalah dengan vaksinasi lengkap.


Lalu tidak bepergian ke luar negeri, dan mengikuti langkah-langkah pencegahan infeksi yang ketat. Itu termasuk dengan menggunakan masker, menjaga jarak fisik dari orang lain, dan tidak menghadiri acara pertemuan berskala besar.


Laporan: Reko Suroko

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »