Headline

Opini

PADANG

Sports

Pembangunan Ibu Kota Baru, Said Didu: Ambisi Jokowi Agar Ada Legacy, Agak Susah Direm

          Pembangunan Ibu Kota Baru, Said Didu: Ambisi Jokowi Agar Ada Legacy, Agak Susah Direm

Pembangunan Ibu Kota Baru, Said Didu: Ambisi Jokowi Agar Ada Legacy, Agak Susah Direm
BENTENGSUMBAR.COM - Eks Sekretaris Menteri BUMN, Muhammad Said Didu (MSD) kembali menanggapi rencana pembangunan ibu kota baru.


Sebelumnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan, perkembangan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur akan menyesuaikan dengan perkembangan kondisi pandemi Covid-19.


Dengan kata lain, Bappenas telah menegaskan, proses pemindahan IKN tetap berlanjut meskipun di tengah pandemi.


Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy S. Prawiradinata menyampaikan, proses ini akan menyesuaikan dengan perbaikan kondisi secara nasional, bukan sebagian wilayah saja.


MSD menilai pemindahan ibu kota tersebut adalah ambisi pribadi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuat warisan (legacy).


“Sepertinya pembangunan ibu kota baru adalah ambisi Presiden untuk meninggalkan legacy.”


“Dalam visi dan misi yang disampaikan Presiden pada 2019-2024 itu tidak ada kata rencana pembangunan ibu kota baru. Malah isu tersebut sebenarnya muncul pada periode pertama,” ujarnya dilansir melalui Youtube MSD Rabu, 8 September 2021.


Analis kebijakan publik ini juga menduga bahwa pihak Kementerian Keuangan sebenarnya sudah menangkat bendera putih dalam perkembangan IKN.


Hal ini terlihat dari dijual atau disewakannya aset-aset yang ada di ibu kota lama.


“Pembangunan di Jakarta semakin tetap dipacu termasuk proyek-proyek nasional seperti kereta api cepat Jakarta-Bandung, LRT, dan MRT. Kalai ada rencana pemindahan, seharusnya agak direm pembangunan di Jakarta karena akan mubazir,” tuturnya.


Di akhir narasinya, MSD menyatakan bahwa pemindahan ibu kota bukan kebutuhan negara, melainkan keinginan Jokowi.


“Saya menyatakan ini adalah lebih banyak karena keinginan pribadi, bukan kebutuhan negara. Bapak Presiden ini kalau ada keinginan agak susah direm,” pungkasnya. (Galamedia)

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...