PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Prabowo Nyapres? Aktivis Ini Ungkap Akal-akalan Sekjen Gerindra Menutupi Misi Politik Usung Anies-Sandi

          Prabowo Nyapres? Aktivis Ini Ungkap Akal-akalan Sekjen Gerindra Menutupi Misi Politik Usung Anies-Sandi
BENTENGSUMBAR.COM - Aktivis yang juga salah satu pendiri Alumni 212 Faizal Assegaf mengungkap akal-akalan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerindra dibalik wacana mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres 2024.

Faizal Assegaf menyebut publik ragu Prabowo akan mencalonkan sebagai calon presiden. 

Hal itu diungkapkan Kritikus Politik Indonesia ini melalui cuitan di twitter melalui akun @faizalassegaf pada Ahad, 10 Oktober 2021.

"Publik ragu Prabowo akn nyapres, itu akal2an Sekjen Gerindra utk nutupi misi politik mrk mengusung Anies-Sandi. Silakan tanya ke @fadlizon & saya pastilan dia bakal milih bungkam 😂," cuit Faizal Assegaf, sembari menyertakan link berita "Sekjen Gerindra: Prabowo Subianto Insya Allah Maju di Pilpres 2024", seperti dilihat BentengSumbar.com pada Senin, 11 Oktober 2021.

Mengutip Kompas.com, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan, Ketua Umum Prabowo Subianto kemungkinan besar akan menerima mandat para kader untuk maju lagi di Pemilihan Presiden 2024. Menurutnya, masih ada cita-cita partai yang belum terwujud.

"Majunya beliau karena begitu masifnya permintaan kita semua. Majunya beliau karena begitu besar harapan rakyat, pembangunan harus berlanjut, cita-cita kita berpartai belum terwujud," kata Muzani dalam Rapat Koordinasi Daerah DPD Gerindra Sulawesi Selatan, dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 10 Oktober 2021.

"Maka apa yang baru saudara ucapkan akan kami teruskan. Dan dengan tidak mendahului jawaban beliau, saya katakan sekali lagi, Insya Allah Pak Prabowo akan maju di Pilpres 2024," lanjut Muzani. 

Muzani menuturkan, pada 2019, perolehan suara Prabowo di Sulawesi Selatan mencapai 57 persen.

Ia pun meminta kepada seluruh pengurus partai di Sulawesi Selatan dapat meraih target kemenangan hingga 65 persen di Pilpres 2024. 

Ia mengingatkan para kader agar menjadi penentu kemenangan bagi Prabowo.

"Saudara harus menjadi faktor penentu kemenangan bagi Pak Prabowo. Paling tidak dengan target minimal kemenangan 65 persen. Dengan target itu, maka jadikan Sulsel sebagai kandang Gerindra," ujarnya.

Muzani mengungkapkan, elektabilitas Prabowo dalam sejumlah survei nasional terbilang tinggi.

Karena itu, menurut dia, dorongan kader agar Prabowo kembali maju di 2024 tidak salah. 

Dia mengatakan, hal ini dapat menjadi momentum bagi Gerindra untuk menempatkan kader terbaiknya, Prabowo, duduk di kursi RI-1.

"Dalam survei Pak Prabowo paling unggul, elektabilitas paling tinggi, maka permintaan saudara untuk Pak Prabowo maju di 2024 tidaklah salah," ujar Muzani.

"Ini momentum dan kesempatan kita untuk mendudukan kader terbaik untuk di kursi top eksekutif. Tapi kita jangan jadi bagian menjadi penyebab masyarakat tidak memilih beliau, semua kesalahan kita harus perbaiki," ucapnya. 

PKS Lempar Wacana Dukung Anies Baswedan

Mengutip Tribunnews.com, beberapa waktu lalu Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu melempar wacana memasangkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam pemilihan presiden 2024.

Apabila hal itu terjadi, keduanya akan mengulangi sejarah ketika berpasangan dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada 2017 silam.

Meski demikian, Syaikhu menegaskan, wacana tersebut belum menjadi opsi yang dipilih PKS saat ini.

"Duet Anies-Sandi adalah sebuah keniscayaan," ujar Syaikhu di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (16/9/2021).

Syaikhu menyebut, sejauh ini PKS belum menentukan sosok yang akan diusung pada Pilpres 2024 mendatang.

"Namun saya tetap memandang, masih berjalan dinamis. Jadi komunikasi terus kami bangun, semoga ke depan sudah bisa kami dapatkan," ujarnya.

Syaikhu juga mengatakan PKS masih membutuhkan rekan koalisi jika ingin mengusung capres-cawapres.

Saat ini, PKS hanya memiliki kursi 8,2 persen di DPR RI, sementara syarat mengusung capres-cawapres adalah 20 persen kursi DPR. (By)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...