PILIHAN REDAKSI

Gugatan Syafrial Kani cs Ditolak PN Padang, Pengurus KAN Pauh IX Lega: Ini Demi Marwah Nagari

BENTENGSUMBAR.COM - Akhirnya Pengadilan Negeri Padang memutuskan menolak gugatan yang dilayangkan Syafrial Kani Datuk Rajo Jambi dan Zulhen...

Advertorial

Elektabilitas Naik, Puan Maharani Layak Diperhitungkan Dalam Kandidat Capres - Cawapres 2024

          Elektabilitas Naik, Puan Maharani Layak Diperhitungkan Dalam Kandidat Capres - Cawapres 2024
Elektabilitas Naik, Puan Maharani Layak Diperhitungkan Dalam Kandidat Capres - Cawapres 2024
BENTENGSUMBAR.COM - Sosok Puan Maharani tak lepas dari isu politik mengenai dirinya yang akan maju dalam Calon Presiden dan Wakil Presiden 2024. 

Berderet nama capres dan wapres 2024, sebut saja Ganjar Pranowo, Prabowo, Ridwan Kamil, Anies Baswedan, dan Sandiaga Uno.

Sementara itu, sebagai sosok kuda hitam muncul nama, seperti Puan Maharani, Airlangga Hartarto, Agus Harimurti Yudhoyono, Erick Thohir, dan Gatot Nurmantyo.

Lembaga survei Y-Publica melakukan simulasi terhadap pasangan capres-cawapres setelah melihat peta elektoral menuju gelaran Pilpres 2024 semakin dinamis. 

Kelompok-kelompok relawan mulai menyatakan diri mendukung para tokoh yang digadang-gadang bakal maju sebagai calon presiden. Sementara itu siapa yang bakal mendampingi sebagai calon wakil presiden masih tanda tanya.

Lantas, Y-Publica melakukan simulasi dengan memasangkan lima nama capres paling kuat dengan lima tokoh yang layak menjadi cawapres.

Hasilnya, pasangan Prabowo-Puan paling diunggulkan oleh publik, bersaing ketat dengan pasangan Ganjar-Airlangga.

“Dalam simulasi terhadap pasangan capres-cawapres, Prabowo-Puan unggul tipis terhadap Ganjar-Airlangga,” kata Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono.

Prabowo-Puan didukung oleh 85,6 persen, sedangkan yang tidak mendukung 12,1 persen dan sisanya tidak tahu/tidak jawab 2,3 persen.

Menurut Rudi, dukungan kuat terhadap Prabowo-Puan tidak mengejutkan, mengingat sudah cukup lama digaungkan oleh berbagai pihak.

Prabowo-Puan merepresentasikan dua kekuatan partai politik terbesar di pemerintahan, yaitu PDIP dan Gerindra.

Yang mengejutkan, kata dia, adalah pasangan Ganjar-Airlangga yang bisa mengimbangi Prabowo-Puan.

Survei Y-Publica dilakukan pada 1-7 November 2021 terhadap 1200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia.

Data diambil melalui wawancara tatap muka terhadap responden yang dipilih secara multistage random sampling. Margin of error ±2,89 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara itu, Peneliti CSIS Arya Fernandes menilai, PDI Perjuangan akan mengambil keputusan terkait siapa yang akan diusung di Pilpres 2024 pada detik-detik akhir. Sebab, keputusan PDIP akan mempengaruhi reaksi partai lain dalam rangka pencalonan di Pilpres 2024.

"Saya kira (PDIP) akan menunggu last minute atau mungkin beberapa bulan menjelang pendaftaran untuk menentukan siapa yang akan dicalonkan," ujar Arya.

Hal ini akan menentukan siapa yang akan PDIP calonkan, apakah itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ataupun Ketua DPR RI Puan Maharani.

"Karena begini, kalau PDIP buru-buru mencalonkan, katakanlah dia mengatakan Puan atau mencalonkan Ganjar pasti ada reaksi dari luar, dari partai lain," katanya.

Bergerilya dengan Blusukan

Sepak terjang Puan Maharani saat ini sudah melangkah untuk mendekati sebagai Capres atau Cawapres 2024. 

Ia kerap melakukan kunjungan kerja ke berbagai tempat yang mengisyaratkan agar dikenal oleh rakyat. 

Menurut, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah menilai Puan Maharani terlihat berupaya meyakinkan PDI Perjuangan agar diusung sebagai calon presiden 2024.

Dedi mengatakan hal itu nampak dari sejumlah kegiatan blusukan yang dilakukan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat tersebut belakangan ini.

“Terlebih Megawati sendiri pernah memberi perintah agar kader segera merapat pada rakyat. Inilah implementasi perintah itu,” kata Dedi kepada Tempo, Sabtu, 13 November 2021.

Salah satu kegiatan yang dilakukan Puan adalah menanam padi di tengah hujan bersama petani di Yogyakarta, pada Kamis lalu. Meski hujan deras mengguyur, Puan turun ke sawah untuk menanam padi  bersama sejumlah petani perempuan di tengah lahan pertanian seluas 6 hektare.

Tak hanya menanam padi, Puan juga mendatangi pedagang angkringan dan memborong makanan yang dijajakan sang penjual. Puan juga memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Yogyakarta dan mengajak generasi muda agar memperkuat nilai-nilai kebangsaan kita.

Selain Yogyakarta, Puan memanen padi bersama petani di Banyuwangi, Jawa Timur. Ia mendorong kegiatan pertanian dijadikan salah satu bentuk pariwisata. Putri dari Presiden kelima Megawati Soekarnoputri itu juga mengunjungi kawasan Kampung Mandar, Pantai Boom Marina untuk meninjau vaksinasi dan berdialog dengan nelayan setempat.

Menurut Dedi, PDI Perjuangan sendiri juga terlihat punya kecenderungan untuk mengusung Puan Maharani dibandingkan tokoh lain. Alasannya, ia menyebutkan karena Puan adalah kader elite, berada di struktur pusat dan memiliki posisi strategis sebagai Ketua DPR. “Ini memungkinkan Puan untuk menjangkau pemilih secara nasional,” ujarnya.

Alasan berikutnya adalah mengukur elektabilitas Puan tidak dapat berdiri sendiri. Tetapi, harus melihat elektabilitas PDIP di mana kader atau pemilih partai banteng tersebut merupakan pemilih paling loyal dibanding partai lain. Artinya, kata Dedi, siapapun yang diusung PDIP, besar kemungkinan mendapat suara mayoritas kader.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...