PILIHAN REDAKSI

Berawal dari Informasi Warga, Polda Sumbar Ungkap Praktek Prostitusi Berkedok Salon dan SPA di Padang Barat

BENTENGSUMBAR.COM - Direskrimum Polda Sumbar kembali berhasil mengungkap praktek esek-esek yang berkedok Salon dan Spa yang ber...

Advertorial

Survei Polmatrix Indonesia: PDI Perjuangan Di Puncak Klasemen, PSI Stabil

          Survei Polmatrix Indonesia: PDI Perjuangan Di Puncak Klasemen, PSI Stabil
Survei Polmatrix Indonesia: PDI Perjuangan Di Puncak Klasemen, PSI Stabil
BENTENGSUMBAR.COM - Temuan survei Polmatrix Indonesia menunjukkan elektabilitas PDI Perjuangan unggul pada peringkat pertama. 

Sementara itu Partai Golkar terdegradasi ke papan tengah dan disalip oleh Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Sedangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) stabil.

"Anjlok ke papan tengah, Golkar tersalip oleh Nasdem, sementara PDI Perjuangan tetap unggul dan PSI stabil,” ungkap Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto dalam press release di Jakarta, Minggu (5/12).

Menurut Dendik, Golkar hanya meraih elektabilitas 4,7 persen, padahal biasanya berkisar 8-9 persen dan berada pada peringkat ketiga. Sebaliknya dengan Nasdem, bergerak naik dari kisaran 3-4 persen menjadi 5,0 persen.

"Pendekatan Surya Paloh terhadap Anies Baswedan sebagai salah satu capres terkuat turut mengerek kenaikan elektabilitas Nasdem," lanjut Dendik.

Posisi pertama tetap diduduki oleh PDI Perjuangan, tetapi dengan tren elektabilitas cenderung turun. Kini Partai Banteng Moncong Putih ini meraih 15,8 persen. Berikutnya Gerindra (11,0 persen), PKB (9,4 persen), dan Demokrat (9,0 persen).

"Dengan melihat dukungan partai terhadap figur-figur capres, setidaknya terdapat dua poros utama yaitu PDI Perjuangan-Gerindra (Megawati-Prabowo) dan Nasdem (Surya Paloh)," tandas Dendik.

Partai-partai tersebut memiliki elektabilitas tinggi dan mendukung capres yang kuat pula. PDI Perjuangan memiliki paling banyak stok capres, dari Ganjar Pranowo, Puan Maharani, hingga Tri Rismaharini.

Selain Prabowo, Gerindra juga memiliki figur Sandiaga Uno yang juga cukup tinggi elektabilitasnya. Sedangkan figur Agus Harimurti Yudhoyono dari Partai Demokrat belum cukup kuat. Begitu pula dengan Airlangga dari Golkar yang masih rendah elektabilitasnya.

Partai-partai lain banyak yang tidak memiliki figur capres atau belum mengarahkan dukungan. Pada papan tengah, PSI yang sebelumnya naik dari kisaran 4 persen, stabil pada elektabilitas 5,2 persen.

Lalu ada PKS (5,7 persen), PPP (2,5 persen), Ummat (1,5 persen), PAN (1,2 persen), dan Gelora (1,0 persen). Di papan bawah terdapat Perindo (0,7 persen), Berkarya (0,6 persen), Hanura (0,4 persen), PBB (0,3 persen), PKPI (0,2 persen), dan Garuda (0,1 persen).

Masyumi Reborn nihil dukungan, sedangkan partai-partai lainnya 0,6 persen, dan sisanya tidak tahu/tidak jawab 25,1 persen.

"Jika pemilu kembali berjalan serentak antara Pilpres dan Pileg, sosok capres-cawapres berpeluang mengerek suara partai pengusungnya," pungkas Dendik sembari menyatakan, ini tantangan bagi partai-partai untuk menentukan dukungan dalam bursa capres.

Survei Polmatrix Indonesia dilakukan pada 21-30 November 2021 kepada 2.000 responden mewakili 34 provinsi.

Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) dengan margin of error survei sebesar ±2,2 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. (RM.ID)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »