| Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal membela mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) yang dilaporkan ke Polisi. (Foto/Net). |
"Saya bukan orang pak JK. Tapi saya sudah mengenal pak Jusuf Kalla sejak tahun 2003 (ketika saya direktur di Kemlu dan beliau menjabat Menko Kesra) dan sejak itu sering berurusan dengan beliau. Saya suka berdikusi dan berbeda pendapat dengan beliau. Dan naluri beliau sering benar," tulis Dino dalam unggahannya di akun X @dinopattidjalal, dikutip Minggu (19/4/2026).
Dino yang pernah menjabat Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat pada 2010-2013 ini menyatakan bahwa JK adalah sosok orang baik dan bersih.
"Saya yakin 1.000% pak JK orang baik yg berhati bersih, tidak pernah licik dan dendam, tidak pernah menjahati atau mencelakakan orang, dan punya komitmen yg murni pd bangsa dan negara," ungkap Dino.
Mantan Juru Bicara Presiden di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini menegaskan bahwa JK merupakan sosok negarawan sejati dan pembela demokrasi yang tulus.
"Tidak kerdil dan penuh akal bulus seperti orang-orang yang sekarang sedang mencoba melakukan character assassination dan mencelakakan beliau (JK)," tegas Dino.
17 Laporan Polisi
Sebelumnya, Juru Bicara Aliansi Advokat Lintas Agama Indonesia (AALAI) Ade Dermawan mengungkapkan sebanyak 17 laporan polisi (LP) terkait pernyataan Jusuf Kalla (JK) saat ceramah di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Maret 2026.
Video ceramah tersebut dinilai menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Laporan tersebut terus bertambah sejak malam sebelumnya dan berasal dari berbagai daerah.
“Hari ini kita akan menyampaikan beberapa poin terkait narasi atau diksi yang cukup mengganggu bagi teman-teman di tingkat daerah. Saya bisa menyampaikan bahwa dari per semalam tak henti-hentinya kami menerima WA, WhatsApp dari grup kami, itu total yang kami hitung 17 LP yang sudah dibuat dalam rangkaian persoalan ini,” ujar Ade, Senin (13/4/2026).
Banyaknya laporan tersebut menunjukkan adanya keresahan yang meluas di masyarakat, sehingga perlu penanganan secara hati-hati agar tidak memicu konflik yang lebih besar.
“Sehingga hal ini kami merasa bahwa untuk menghindari konflik horizontal yang lebih jauh tentunya kita harus betul-betul bisa menyampaikan hal-hal ini dengan cara-cara yang dibenarkan hukum,” ujarnya.
JK Heran Dilaporkan ke Polisi
Jusuf Kalla mengaku heran mengapa persoalan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) dianggap sensitif, khususnya oleh para pendukungnya.
Bahkan, dia sampai dilaporkan ke polisi soal dugaan penistaan agama usai menyinggung ijazah Jokowi.
"Saya tidak menuduh politik, tetapi ini kenyataannya bahwa ini (laporan dugaan penistaan agama) timbul setelah saya mengadukan Rismon (Sianipar)," ujar JK, Sabtu (18/4/2026).
Menurut JK, tanggapannya soal ijazah Jokowi pascamelaporkan Rismon Sianipar dilakukan hanya agar publik damai.
Pasalnya, persoalan keaslian ijazah Jokowi itu telah memunculkan konflik bagi masyarakat dan sejatinya bisa selesai dengan Jokowi menunjukkan ijazahnya tersebut diyakininya juga keasliannya.
"Saya mengatakan ini sudah dua tahun rakyat ini berkonflik, bertentangan, saling mengadu, saling berteriak-berteriak, demo, sudahlah Pak Jokowi, sudahlah kasihlah (lihat) ijazah saja. Itu saja," tegasnya.
JK menambahkan, pernyataan itu pun disampaikan ke publik hanya semata-mata sebagai bentuk nasihat sebagai orang yang lebih tua belaka pada Jokowi.
Namun, persoalan ijazah Jokowi itu seolah menjadi hal sensitif sehingga para pendukungnya malah menuduhnya melawan Jokowi pascamembuat pernyataan tersebut. (*)
Sumber: SINDOnews.com
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »