Tanggapi Keluhan Pedagang, Diskoperindag Sawahlunto Gelar Pertemuan di Pasar Silo

Tanggapi Keluhan Pedagang, Diskoperindag Sawahlunto Gelar Pertemuan di Pasar Silo
Pertemuan dengan puluhan pedagang Pasar Silo, Rabu (8/4/2026). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) menggelar pertemuan dengan puluhan pedagang Pasar Silo, Rabu (8/4/2026), guna menindaklanjuti berbagai keluhan dan dinamika yang terjadi di kawasan tersebut.

Dalam pertemuan itu, sejumlah persoalan disampaikan, mulai dari fasilitas sanitasi, penataan lapak, hingga sarana pendukung aktivitas perdagangan.

Fasilitas toilet di kawasan pasar dilaporkan sempat tidak dapat digunakan akibat sistem pembuangan yang mampet, sehingga mengganggu aktivitas pengunjung. Pihak Diskoperindag menjelaskan, keterlambatan penanganan disebabkan adanya pertimbangan teknis, yakni apakah cukup dilakukan penyedotan tangki lama atau perlu pembangunan tangki baru yang harus melalui perhitungan matang.

Perbaikan direncanakan segera dilaksanakan. Tukang dan pekerja telah turun ke lokasi untuk melihat kondisi lapangan, sementara material yang dibutuhkan telah dipesan, dan pengerjaan dijadwalkan mulai dilakukan dalam waktu dekat.

Selain itu, kondisi penataan kawasan pasar juga menjadi perhatian. Hingga saat ini, penempatan lapak pedagang masih belum tertata dan terkesan semrawut. Sejumlah pedagang menempatkan gerobak maupun tenda tanpa pola yang jelas, sehingga berdampak pada terganggunya akses keluar-masuk kawasan.

“Bukan hanya akses jalan ke dalam yang terganggu, bahkan ada pedagang yang menggunakan mobil hingga menutup jalur masuk,” ujar Dewi, salah seorang pedagang.

Pedagang juga mengeluhkan fasilitas jaringan internet yang belum memadai. Dari tiga titik hotspot yang tersedia, hanya satu yang dapat diakses, itu pun dengan kualitas sinyal yang lemah dan tidak stabil.

“Sinyalnya hilang timbul,” kata seorang pedagang.

Terkait penataan kawasan, hingga saat ini pembangunan fisik belum dapat dilakukan. Saat ini Pemerintah Kota Sawahlunto tengah menjalin koordinasi intensif dengan PT Bukit Asam Tbk selaku kuasa pengguna lahan, guna memastikan kejelasan izin serta kesepakatan lainnya yang mengikuti proses pinjam pakai tersebut sebelum pelaksanaan penataan permanen.

Kepala Diskoperindag Sawahlunto, Tatang Sumarna, menyampaikan bahwa penataan kawasan akan dilakukan secara bertahap melalui kesepakatan bersama dengan para pedagang.

“Penataan akan kita bahas bersama untuk menyepakati sistem atau penempatan, baik untuk aktivitas pagi seperti kuliner sarapan maupun operasional siang hingga malam,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan pimpinan daerah agar setiap langkah penertiban dilakukan secara hati-hati.

“Sesuai pesan bapak Wali kota, proses eksekusi untuk penertiban harus mengutamakan aspek kemanusiaan, tidak serta-merta,” kata Tatang.

Kadiskoperindag menambahkan, aktivitas selama Ramadan juga menjadi bahan evaluasi, terutama terkait kedisiplinan pedagang dalam menempatkan lapak dan menjaga ketertiban kawasan.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan kesepahaman antara pedagang dan pemerintah dalam pengelolaan kawasan Pasar Silo sebagai pasar kuliner yang terintegrasi ke depan-nya. (*) 

Pewarta: Marjafri

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »