| Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan dampak kabut asap terhadap kesehatan. (Fotdok: Int). |
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan dampak kabut asap terhadap kesehatan. Ia mengimbau warga menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah serta mengurangi kegiatan di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik. Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi perhatian bersama, terutama demi melindungi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
“Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kami mengimbau warga agar menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah dan mengurangi kegiatan di luar ruangan selama kabut asap masih mengganggu kualitas udara. Jangan abaikan kesehatan, terutama anak-anak dan kelompok rentan,” ujar Muharlion, Selasa (20/10/2026).
Perhatian khusus juga diarahkan kepada para orang tua selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) diberlakukan. Muharlion meminta keluarga memastikan anak-anak tidak terlalu sering bermain di luar rumah ketika kabut asap masih mengganggu kualitas udara. Kebijakan belajar dari rumah perlu didukung pengawasan orang tua agar upaya mengurangi paparan asap benar-benar berjalan efektif.
Namun, membatasi aktivitas di luar rumah bukan berarti anak-anak harus kehilangan kesempatan untuk bermain dan berkembang. Muharlion menyarankan orang tua mengisi waktu anak dengan kegiatan yang menyenangkan sekaligus mendidik, seperti membaca buku, menggambar, mewarnai, membuat kerajinan tangan, dan bermain permainan edukatif. Pendampingan keluarga dinilai penting agar anak tetap aktif, tidak mudah bosan, dan dapat menjalani PJJ dengan nyaman.
“Kesehatan mereka harus tetap terjaga tanpa mengabaikan kebutuhan bermain dan perkembangan anak,” tegas Muharlion. Ia berharap orang tua dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di rumah, sembari tetap memperhatikan kondisi kesehatan anak selama ancaman kabut asap berlangsung.
Besarnya angka kunjungan terkait ISPA turut menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kota Padang. Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, menyebut rata-rata kunjungan pasien terkait ISPA pada 12–15 Oktober 2026 mencapai sekitar 1.052 kunjungan per hari. Data tersebut memperlihatkan pentingnya kewaspadaan dan langkah pencegahan, meskipun angka kunjungan itu tidak dengan sendirinya membuktikan seluruh kasus disebabkan oleh kabut asap.
Pemerintah Kota Padang sebelumnya telah memberlakukan PJJ bagi siswa sebagai salah satu langkah antisipasi terhadap paparan polusi udara. Wali Kota Padang, Fadly Amran, juga mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk memantau kondisi di lapangan dan mengantisipasi dampak kabut asap. Meski hujan mulai membantu memperbaiki kondisi udara, masyarakat tetap diminta waspada karena situasi dapat berubah kembali.
Sebagai langkah perlindungan, Dinas Kesehatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang telah membagikan masker kepada masyarakat. Warga juga diimbau mengurangi paparan asap, memakai masker saat berada di luar rumah, beristirahat cukup, dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Jika mengalami sesak napas, gangguan pernapasan, atau kondisi kesehatan yang memburuk, masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis. Di tengah angka kunjungan ISPA yang tinggi, kewaspadaan, perlindungan anak, dan kepedulian bersama menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan warga Padang. (Edg)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »