9 Nama Berebut Kursi Ketua SatuPena Sumbar 2026–2031, Musda 1 November Jadi Penentu!

9 Nama Berebut Kursi Ketua SatuPena Sumbar 2026–2031, Musda 1 November Jadi Penentu!
Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan pada Minggu, 1 November 2026, akan menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi lima tahun mendatang. (Fotdok: Armaidi Tanjung). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Persaingan menuju kursi Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Penulis SatuPena Provinsi Sumatera Barat periode 2026–2031 mulai mengerucut. Sebanyak sembilan nama penulis dan tokoh literasi masuk nominasi, membuka babak baru regenerasi kepemimpinan organisasi penulis di Ranah Minang. Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan pada Minggu, 1 November 2026, akan menjadi momentum penting untuk menentukan arah organisasi lima tahun mendatang.

Sembilan nama yang diusulkan anggota tersebut adalah Armaidi Tanjung, Dilla, Hasanuddin, Leni Marlina, Pinto Janir, Ranti Arastri, Rita Novita, Yozarwadi Usama Putra, dan Yurnaldi. Mereka terjaring dari aspirasi lebih dari 200 anggota SatuPena Sumbar yang terdaftar. Munculnya sembilan nominasi ini menandai terbukanya peluang bagi sejumlah figur untuk melanjutkan kepemimpinan dan memperkuat perkembangan dunia kepenulisan di Sumatera Barat.

Ketua DPD SatuPena Sumbar, Sastri Bakry, menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya atas munculnya sejumlah nama yang dinilai memiliki kapasitas di bidang masing-masing. Saat ditemui di Sekretariat SatuPena Sumbar, Jalan Cindua Mato Nomor 13, Padang, Rabu (28/10/2026), ia mengungkapkan bahwa regenerasi menjadi salah satu harapan penting dalam perjalanan organisasi tersebut. “Saya sempat cemas jika tidak ada pengganti, karena saya sangat menginginkan adanya regenerasi di SatuPena Sumbar,” ujar Sastri, yang kini terpilih sebagai Koordinator SatuPena se-Sumatera.

Menurut Sastri, sembilan figur yang masuk nominasi merupakan penulis dan tokoh literasi dengan kekuatan di bidang masing-masing. “Kesembilan nama ini adalah penulis dan tokoh literasi yang kuat di bidangnya masing-masing,” katanya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses penjaringan tidak sekadar mencari pengganti ketua, tetapi juga membuka ruang bagi anggota untuk menentukan figur yang dinilai mampu membawa organisasi berkembang dan semakin berkontribusi bagi ekosistem literasi.

Proses penjaringan dilakukan secara bertahap melalui WhatsApp Group (WAG) dan Google Form yang melibatkan anggota. Pemungutan suara daring telah berlangsung sejak sekitar sebulan sebelumnya, sehingga anggota dapat menyampaikan usulan tanpa harus selalu hadir secara langsung. Dari rekapitulasi awal, terdapat 10 nama termasuk Sastri Bakry. Setelah melalui musyawarah, ditetapkan sembilan nama di luar dirinya sebagai nominasi calon ketua periode 2026–2031.

Tahapan berikutnya akan menentukan tiga nama dengan perolehan suara tertinggi untuk dibawa ke Musda. Anggota kemudian memiliki kesempatan memilih figur yang akan masuk dalam proses pembentukan Tim Formatur. Berdasarkan mekanisme yang dijelaskan panitia organisasi, empat nama dengan perolehan suara tertinggi akan menjadi Tim Formatur bersama ketua DPD demisioner. Tim inilah yang nantinya bertugas memilih Ketua DPD SatuPena Sumbar sekaligus menyusun kepengurusan baru untuk lima tahun ke depan.

Sastri menilai kombinasi pemungutan suara digital dan musyawarah langsung memberi ruang partisipasi lebih luas bagi anggota. “Proses ini sudah berjalan sejak sebulan lalu. Kami menggabungkan sistem digital dan musyawarah langsung di Musda, sehingga anggota yang tidak berkesempatan hadir tetap diberi ruang untuk mengusulkan nama calon ketua,” tuturnya. Dalam kesempatan tersebut, Sastri didampingi Sekretaris SatuPena Sumbar, Armaidi Tanjung, yang juga tercantum dalam sembilan nama nominasi.

Musda SatuPena Sumbar bukan hanya forum pemilihan ketua baru, melainkan juga forum tertinggi organisasi untuk membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya serta merumuskan arah dan program kerja periode 2026–2031. Agenda ini menjadi kesempatan bagi anggota untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, memperkuat jejaring ant penulis, dan merancang program yang relevan dengan perkembangan dunia penerbitan, kepenulisan, serta literasi di tengah perubahan zaman.

Dengan sembilan nama yang telah terjaring, perhatian kini tertuju pada Musda 1 November 2026. Siapa yang nantinya dipercaya memimpin SatuPena Sumbar akan ditentukan melalui mekanisme organisasi yang telah disepakati. Harapannya, kepemimpinan baru mampu memperkuat kebersamaan anggota, memperluas jejaring penulis, serta membawa karya dan gerakan literasi Sumatera Barat semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional. Regenerasi ini sekaligus menjadi peluang untuk menjaga keberlanjutan organisasi dan memajukan tradisi kepenulisan di Ranah Minang. (At) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »