| Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton. (Fotdok: Tommi). |
Hendri menegaskan, kesiapsiagaan masyarakat menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. Ia meminta warga tidak menganggap remeh perubahan cuaca, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi atau berlangsung dalam waktu lama. Imbauan tersebut disampaikan di Kantor BPBD Kota Padang, Rabu (28/10/2026), menyusul koordinasi dengan tim prakirawan BMKG Minangkabau dan Tim Satuan Tugas (Satgas) Bencana BPBD Kota Padang.
“Berdasarkan prakiraan dari BMKG Minangkabau, wilayah Kota Padang berpotensi mengalami peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sepekan ke depan. Kami meminta seluruh masyarakat Kota Padang untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi,” ujar Hendri. Peringatan ini terutama ditujukan kepada warga yang bermukim di daerah rawan banjir, genangan, serta kawasan dengan potensi pergerakan tanah.
BMKG menjelaskan, peningkatan potensi hujan di Sumatera Barat dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer, di antaranya Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, serta tingginya suhu permukaan laut di Samudra Hindia. Faktor-faktor tersebut dapat mendukung pertumbuhan awan hujan dan meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah, termasuk Kota Padang. Karena itu, masyarakat diminta terus memantau prakiraan dan peringatan dini cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Selain ancaman hujan lebat, Hendri juga menyoroti terdeteksinya sebaran asap di wilayah Sumatera Barat yang berpotensi menurunkan kualitas udara. Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena paparan asap dapat mengganggu kesehatan pernapasan, khususnya bagi kelompok rentan. Warga disarankan membatasi aktivitas luar ruangan apabila kondisi udara memburuk serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.
“Selain ancaman cuaca ekstrem, kita juga perlu mengantisipasi adanya sebaran asap yang memengaruhi kualitas udara. Kami mengimbau warga agar menggunakan masker apabila beraktivitas di luar ruangan,” tegas Hendri. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya berfokus pada ancaman banjir dan longsor, tetapi juga menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang berpotensi menurun.
Hendri turut meminta warga di kawasan rawan genangan untuk rutin membersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing. Sampah dan endapan yang menyumbat saluran dapat menghambat aliran air ketika hujan deras turun. Menurut imbauan BPBD, upaya sederhana seperti menjaga kebersihan selokan, memastikan jalur air tetap lancar, serta memperhatikan kondisi lingkungan dapat menjadi bagian dari langkah pencegahan untuk mengurangi risiko genangan.
BPBD Kota Padang juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca dan kebencanaan dari sumber resmi. Warga yang tinggal di sekitar sungai, lereng, dan kawasan rawan longsor perlu meningkatkan kewaspadaan apabila hujan lebat terjadi berkepanjangan. Jika muncul tanda-tanda bahaya, masyarakat diharapkan segera menjauh dari lokasi berisiko dan mengikuti arahan petugas berwenang.
Melalui imbauan kesiapsiagaan periode 28 Oktober hingga 2 November 2026, Hendri Zulviton mengajak seluruh masyarakat Kota Padang membangun kesiapsiagaan bersama menghadapi potensi cuaca ekstrem dan sebaran asap. Kewaspadaan, kebersihan drainase, perlindungan kesehatan pernapasan, serta kepatuhan terhadap informasi resmi menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak bencana. BPBD Kota Padang berharap partisipasi aktif masyarakat dapat membantu menjaga keselamatan warga selama periode cuaca yang berpotensi tidak menentu tersebut. (*)
Editor: Zamri Yahya, WU
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »