Belajar dari Riau, PWI Kota Solok Perkuat Organisasi dan Dorong Pers Profesional di Era Digital

Belajar dari Riau, PWI Kota Solok Perkuat Organisasi dan Dorong Pers Profesional di Era Digital
Fokus kunjungan studi komparatif Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Solok bersama perwakilan Pemerintah Kota Solok ke PWI Provinsi Riau, Selasa (27/10/2026). (Fotdok: Oktryoni). 

BENTENGSUMBAR.COM
– Penguatan organisasi, integritas wartawan, dan transparansi kemitraan media menjadi fokus kunjungan studi komparatif Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Solok bersama perwakilan Pemerintah Kota Solok ke PWI Provinsi Riau, Selasa (27/10/2026). Kunjungan ini menjadi langkah strategis untuk mempelajari tata kelola organisasi pers di tengah pesatnya pertumbuhan media digital.

Rombongan disambut langsung Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar, beserta jajaran pengurus. Pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai pembinaan wartawan, penguatan etika jurnalistik, serta pengembangan organisasi agar mampu menjawab tantangan dunia pers yang semakin dinamis.

Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar, mengungkapkan bahwa sosialisasi etika jurnalistik dan penguatan integritas wartawan menjadi perhatian penting pihaknya. Ia menyebut, berdasarkan data Dewan Pers yang disampaikannya, Provinsi Riau mengalami pertumbuhan jumlah wartawan dan media yang tinggi. Kondisi tersebut menuntut pembinaan berkelanjutan agar perkembangan industri media berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pemberitaan.

Raja Isyam menyebut sekitar 5.600 media daring beroperasi di Riau. Menurutnya, besarnya jumlah media menjadi tantangan tersendiri dalam memperluas pembinaan dan mendorong wartawan bergabung dalam organisasi profesi. PWI Riau berupaya menjangkau lebih banyak insan pers agar profesionalisme, integritas, dan kepercayaan publik terhadap media semakin kuat.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Solok, Nurzal Gustim, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan membangun kebersamaan sekaligus mempelajari cara PWI Riau mengelola organisasi di tengah pertumbuhan media yang pesat. Ia juga memperkenalkan inovasi digital SIKOMPAK atau Sistem Informasi Kemitraan Kominfo dan Pers, yang digunakan untuk mengelola pendataan media mitra secara daring.

Melalui SIKOMPAK, Kominfo Kota Solok mencatat 60 media terdaftar, dengan 43 di antaranya telah menjalin kerja sama resmi. Sistem ini diharapkan mampu menyederhanakan proses administrasi, meningkatkan transparansi, serta mempermudah pelayanan kemitraan antara pemerintah daerah dan perusahaan media. Digitalisasi tersebut menjadi salah satu upaya membangun tata kelola kerja sama yang lebih tertib dan akuntabel.

Ketua PWI Kota Solok, Raunis Roni, menjelaskan bahwa studi komparatif ini juga diarahkan untuk menggali pengalaman PWI Riau dalam menjaring, membina, dan mengembangkan anggota di tingkat kabupaten dan kota. Pembahasan turut mencakup ketentuan keanggotaan serta penguatan pemahaman terhadap kode etik jurnalistik sebagai fondasi penting dalam menjalankan profesi wartawan.

Menanggapi hal tersebut, Raja Isyam Azwar menekankan pentingnya mengutamakan kepentingan organisasi dan profesi di atas ego pribadi maupun kelompok. Pertemuan itu juga menyoroti perlunya dukungan kebijakan pemerintah daerah terhadap pers yang profesional dan berintegritas. Pengelolaan administrasi kemitraan secara digital dinilai dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas.

Sebagai tindak lanjut silaturahmi, Pemerintah Kota Solok dan PWI Kota Solok mengundang jajaran PWI Riau berkunjung ke Kota Solok. Kunjungan ini diharapkan tidak berhenti sebagai pertukaran pengalaman, tetapi berlanjut menjadi kerja sama yang bermanfaat bagi penguatan organisasi, peningkatan kompetensi wartawan, dan terwujudnya pers yang profesional, beretika, serta semakin dipercaya masyarakat. (*) 

Editor: Zamri Yahya, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »