CATATAN BY
Mengikuti Permintaan Bini    
Senin, Februari 02, 2026

On Senin, Februari 02, 2026

Mengikuti Permintaan Bini
Zamri Yahya, SH. I, WU., Pimpinan Redaksi BentengSumbar.com dan Anggota Dewan Kehormatan (DKP) PWI Sumbar dan istri Melizawati, AMa. 

SAYA
harus mengalah karena memenuhi permintaan bini.

Padahal, keinginan sehat dan sembuh total dari stroke tanpa obatan-obatan sangat tinggi sekali. 

Meski saya sadar, kesembuhan itu milik Allah SWT. Tapi ini adalah bagin dari doa dan ikhtiar. 

وَاِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِۙ

"Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku. " (QS: Asy-Syu'ara ayat 80).

Makan Hewani Saja

Makanya saya makan hewani saja. Seperti ikan, telur, ayam, dan daging. 

Gajeboh, handuk, hati, limpa  dan segala daging dalam hewan saya makan. 

Selama ini, itu benar dipantangkan bagi saya karena Asam Urat akut itu. 

Makan Nasi, No Gula dan Tepung

Saya akhirnya makan nasi dan buah-buah karena permintaan bini, tapi saya tak minum pakai gula pasir, gula aren dan lain-lain. 

Tak makan tepung-tepungan dan makanan yang mengandung tepung. 

Saya tak makan mie instan dan minuman instan yang selama saya gemari sangat. 

Tapi saya punya permintaan juga sama bini.

Saya pusa makan dari jam 18.00 WIB sampai jam 12.00 WIB siang keesokan harinya.

Antara jam 18.00 WIB sampai jam 12.00 WIB siang saya hanya minum teh tawar, air putih, dan kapi pahit. 

Saya makan nasi sedikit plus protein di jam 12.00 WIB sampai jam 18.00 WIB. 

Awal Mula Permitaan Bini

Saya pernah masuk IGD Rumah Sakit disebabkan asam lambung, mungkin anggapan bini saya karena saya hanya makan hewani saja tanpa yang nasi. 

Bagi bini saya makan nasi itu sudah keharusan agaknya, kalau gak wajib

Akhirnya bini saya maksa saya makan nasi. Mungkin tubuh saya masih beradaptasi dengan makan hewani saja waktu itu.

Lagian, sebelum asam lambung saya makan kacang-kacangan 3 toples: Almond, kacang tanah, kedelai. Saya makan selama 3 atau 4 hari lah.

Mungkin itu pemicu asam lambung. Asam urat akut yang saya derita sebelum makan hewani, InsyaAllah aman, gak ada masalah walau saya makan kacang untuk ngemil. 

Karena tak lagi makan hewani tok, sekarang saya ngemil kurma, pisang, pepaya, salak, dan lain-lain pada jendela makan jam 12.00 WIB sampai jam 18.00 WIB.

Kata teman, itu namanya puasa IF atau Intermittent fasting. Tapi mungkin perlu ditanya ke ahli gizi, apakah itu termasuk IF? 

Penulis: Zamri Yahya, SH. I, WU., pengurus PWI Sumbar.

Stroke, Bahan Dapur dan Madu    
Minggu, Desember 07, 2025

On Minggu, Desember 07, 2025

Stroke, Bahan Dapur dan Madu
Zamri Yahya, SH.i, WU. Untuk mengganti obat kimia, saya minum rebusan alami saja ditambah madu dan makan buah-buahan.
SAYA
hampir tidak minum obat kimia sepulang dari rumkit.

Da Ujang, ahli terapis di Lubeg, menyarankan saya makan alami, menghindari daging dan kuning telur, karena membuat saya lemah: dua makanan kesukaan saya. 

Untuk mengganti obat kimia, saya minum rebusan alami saja ditambah madu dan makan buah-buahan.

"Kemudian, makanlah (wahai lebah) dari segala (macam) buah-buahan lalu tempuhlah jalan-jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perutnya itu keluar minuman (madu) yang beraneka warnanya. Di dalamnya terdapat obat bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (QS. An Nahl ayat 69).

Kulit pisang, Jahe, bawang, daun salam, cengkeh, kulit manis dan bahan dapur lainnya jadi sasaran saya. 

"Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe." (QS.Al Insan ayat 17).

"Dan orang-orang yang benar, betapa diberkatinya mereka! Mereka akan berada di tengah-tengah pohon bidara yang tidak berduri, rumpun-rumpun pisang, naungan yang luas, air yang mengalir, buah-buahan yang melimpah, tidak pernah pada musimnya, dan tidak terlarang." (QS.Al Waqiah 27-33).

Hampir setiap hari saya beli buah dan memakannya, duitnya bantuan kawan juga. Seperti anggur dan kurma. 

"Lalu, dengan (air) itu Kami tumbuhkan untukmu kebun-kebun kurma dan anggur. Di sana kamu mendapatkan buah-buahan yang banyak dan dari sebagiannya itu kamu makan." (QS. Al-Mu'minun · Ayat 19).

Terutama buah surga: pisang. Dalam Al Quran, bidara dan pisang disebut buah surga yang turun ke dunia. 

Karena saya yakin firman Tuhan: Buah-buah dan madu adalah obat dari penyakit. 

"Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan." (QS.An Nahl (Lebah) ayat 69).

Tapi effeknya, saya agak kurusan, badan "bulek" Saya hilang. 

Walau masih rapuh, saya berjalan seperti orang normal, tapi belum bisa bawa mobil karena taku menambrak orang.

Pernah saya coba dua kali bawa mobil. Anak istri saya tegang. Tangannya selalu pegang rem tangan. 

Sampai rumah ortu, terpaksa urang sumando saya bawa mobil pulang. Kali kedua, mamak rumah jadi sopir pulang ke rumah. 

Orang stroke itu harus banyak sabar, ikhlas dan istiqamah. Karena kita sering menerima ketidakpercayaan orang lain bahwa kita mampu tegak di kaki sendiri. 

Olahraga pun saya lakukan yang sederhana saja. Jalan kaki  abis sholat subuh dan abis makan, lantas mengayunkan tangan sampai tegak lurus.

Padang, 7 Desember 2025
BY

Menghindari Nasi Putih dan Tepung    
Jumat, Oktober 17, 2025

On Jumat, Oktober 17, 2025

Menghindari Nasi Putih dan Tepung
Penulis Zamri Yahya, SH. i, WU., adalah Pimpinan Redaksi BentengSumbar.com dan anggota Dewan Kehormatan Propinsi (DKP) PWI Sumatera Barat.
"
MAKA hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka‘bah), yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan." (QS. Quraisy ayat 3-4).

Sewaktu saya dirawat di rumah sakit, hampir setiap hari saya makan nasi putih dan lauk pauk dari luar. Tepatnya rumah makan.

Nasi yang disediakan rumah, dimakan istri saya. Istri saya suka makan nasi lunak itu. Hanya pisang yang saya makan. 

Dalam surah Al - Waq'iah ayat 29, buah pisang disebut buah surga. Pisang makanan penduduk surga. Pisang malah disandingkan dengan bidara.

"(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri. Pohon pisang yang (buahnya) bersusun-susun." (QS Al - Wakiah ayat 28-29).

Ketika saya di rumah sakit karena menderita penyubatan di otak kecil atau stroke, banyak teman-teman menengok saya. Baik dari kalangan pejabat maupun jurnalis.

Salah seorang jurnalis, boleh dikata teman dekat saya, menasehati agar saya menjaga pola makan. Dia menyarankan saya menghindari nasi putih dan tepung.

Padahal, sebelum stroke saya penyuka nasi putih "badarai" dan kue, termasuk dari tepung. Saya jarang makan buah.

Kini, semua makanan yang membahayakan kesehatan saya, saya hindari. Saya hanya makan nasi putih satu centong dan menghindari kue terbuat dari beras tepung. Kecuali rokok, guru dan Habib saya, melarang saya berhenti merokok.

“Sedikit makan menjaga kemuliaan jiwa dan menjaga kesehatan.” (Imam Ali ra).

Padang, 17 Oktober 2025

Zamri Yahya, SH. i, WU

Mematuhi Nasehat Unyiang    
Senin, Oktober 06, 2025

On Senin, Oktober 06, 2025

Mematuhi Nasehat Unyiang
Penulis adalah Zamri Yahya, SHI., WU., anggota dan pengurus DKP PWI Cabang Sumbar.
"
DIALAH yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian dan tidur untuk istirahat. Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha." (QS. Al-Furqon ayat 47).

Hari itu, saya diantar sopir ke PWI dan istri saya, Melizawati, ke Polresta untuk suatu keperluan. 

Saya duduk di warung PWI. Jualannya lontong, mie intans, kopi, juice, gorengan dan lainnya. 

Saya pun memesan kopi. Tak seperti biasanya, saya memesan kopi pahit. Biasanya  saya pesan kopi gula aren plus makam bakwan.

Tapi saya keingat nasehat dokter, agar saya mengurangi minum kopi untuk menjaga kesehatan. Sekalipu kopi gula aren. Tujuannya untuk menjaga kesehatan badan.

Dari Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan sehat badannya, aman pada keluarganya, dia memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya.” (HR Ibnu Majah, no. 4141; dan lain-lain; dihasankan oleh Syaikh Al Albani di dalam Shahih Al Jami’ush Shaghir, no. 5918).

Pagi itu, sambil duduk minum kopi, saya terlibat pembicaraan dengan Unyiang, pemilik warung. Cuma obrolan bisa, tapi penuh makna.

Unyiang menasehati saya untuk menyehatkan badan. Ia meminta saya banyak-banyak istirahat dan menjaga pola makan.

Unyiang bahkan meminta saya istirahat dari semua aktivitas yang dapat menganggu kesehatan saya. Termasuk menulis dan mengedit berita hingga larut malam.

Unyiang juga meminta saya agar jangan terlalu berat berfikir, yanng ringan-ringan saja.

Unyiang meminta saya agar jangan memaksakan diri ikut kegiatan PWI, termasuk kegiatan ke Jawa atau kemana lah. 

Sebagai informasi, saya adalah anggota PWI. Jabatan saya saat ini anggota Dewan Kehormatan Propinsi (DKP) PWI Sumbar.

Teman-teman di PWI selalu mensuport saya agar cepat pulih. Ketua PWI Sumbar, Widya Navies dan jajaran menjenguk saya ketika di rawat di RST Ganting.

Sedangkan Ketua DPK PWI Sumbar, Zul Effendi dan kawan-kawan lainnya menengok saya ke rumah.

Mereka mensuport, menghibur, dan memberi semangat saya agar segera pulih dari stroke. 

Namun, semua terpulang pada takdir Tuhan, kita sebagai hamba hanya bisa berdoa dan berusaha.

"Sahabat yang baik adalah seperti obat penyejuk bagi hati yang sedang gelisah." (Imam Ali ra).

Karena istri saya sudah selesai urusannya di Polresta, percakapan kami hentikan. Saya pun bergegas naik mobil dan pulang. (*)

Padang, 6 Oktober 2025
By

Mode Baruak Tapawik    
Minggu, Oktober 05, 2025

On Minggu, Oktober 05, 2025

 
Mode Baruak Tapawik
Pimimpin Redaksi BentengSumbar.com, Zamri Yahya, SHI., WU., bersana Kepala Sub Seksi Humas Sekretariat DPRD Kota Padang, Suzi, ketika saya diantar sopir untuk suatu keperluan.
"ALLAH mencintai orang-orang yang sabar." (QS. Ali Imran ayat 146). "Sabar ada tiga macam, yaitu sabar menghadapi musibah, sabar melakukan taat/beribadah, dan sabar mengekang diri dari perbuatan maksiat." (HR Ibnu Abi Dunya).

"Uda alah mode baruak tapawik den calik, indak bisa kama - kama," ciletuk Kamek, istri saya dalam suatu kesempatan.

Ya, sejak saya mengalami stroke atau kata dokter penyumbatan di otak kecil, otomatis saya tidak bisa bawa mobil sendiri, tidak bisa kemana-mana.

Kalau tidak stroke, saya biasanya ke DPRD Kota Padang untuk meliput kegiatan kedewanan atau sekedar bertemu sekwan. Siangnya saya ke PWI atau ada kegiatan lain.

Sekarang saya tidak bisa kemana mana. Hanya bisa bersabar atas nasib yang saya alami, tapi tetap berikhtiar agar tetap sembuh, sambil berdoa dalam salat saya.

Saya tetap bersyukur masih diberi kekuatan manulis, walau lambat, tak seperti biasa. Allah Maha Besar dan Adil. 

Sejak stroke datang Agustus 2025 lalau, otomatis saya di rumah saja. Menjalani perawatan mamak yang biasanya datang tiap hari mengurut saya. 

Namun sekarang satu kali seminggu, karena saya sudah bisa jalan, cuma belum bisa bawa mobil. Dia juga mengingatkan saya agar selalu ingat Allah dalam tarikan nafas saya. 

Padahal, setahu saya, dulu dia preman ditakuti kawan lawan, karena jago silat.

Aktivitas saya sehari - hari hanya menaikan berita daerah atau nasional. Sesekali saya ke toilet, karena saya sudah bisa ke toilet sendiri, tanpa ditemani istri.

Kalau tiap pagi, abis salat Subuh, saya jalan kaki sekitar 500 langkah. Abis itu duduk di beranda rumah. Sekitar pukul 09.00 WIB, Tari, si tukang jamu itu, lewat, dan saya pun membeli jamunya.

Kamek dengan sabar melayani saya. Dia saya suruh ke warung beli rokok atau apa lah, sesekali beli madu di toko herbal langganan saya. Kalau jengkel saya "seraya", dia hanya bisa menggerutu.

Sore harinya, Uwak membuat pergedel jagung untuk dijual ke pecandu layang-layang, saya pun ditawarkan untuk membeli. Dalam agama pun, kita dianjurkan membeli dagangan tetangga.

Amal paling utama adalah kamu mendatangkan kebahagiaan kepada saudaramu yang mukmin, atau kamu melunasi utangnya, atau kamu memberi makan roti kepadanya." (HR. Ath-Thabrani).

Malam harinya masuk ruangan kerja saya, karena saya perokok, dan anak gadis saya tidak tahan kena asap rokok. Saya bekerja sambil merokok. Kata orang sih kebisaan buruk, tapi beberapa orang guru spiritual saya, melarang saya berhenti merokok. 

"Bagi setiap bencana pasti ada batas yang berakhir padanya, sedangkan obatnya adalah sabar terhadapnya." (Imam Ali ra)

وَمَا تَوْفِيقِىٓ إِلَّا بِٱللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

"... Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali." (QS. Hud Ayat 88).

Padang, 5 Oktober 2025
By

Kepedulian Tim Andre Rosiade dan Pak Dawas Antara    
Senin, September 29, 2025

On Senin, September 29, 2025

Kepedulian Tim Andre Rosiade dan Pak Dawas Antara
Ternyata yang datang ke rumah adalah Reviandi, dan tim Andre Rosiade, yaitu pak Zulkifli dan Ibu Ida Nurhada.
"SEMBAHLAH
Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak ya tim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnusabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri." (QS. An-Nisa Ayat 36)

Tiba-tiba hp saya berdering. Saya lihat di layar yang muncul nama Bambang Singgalang. Biasa kami membicarakan liputan. Tapi kali ini, Bambang minta alamat.

"Tolong share alamat, pakai Google Maps. Ada komisaris PT KAI ingin melihat," katanya.

Saya pun menshare Google Maps yang diminta. Namun di dalam hati saya bertanya-tanya, siapa gerangan yang ke rumah, melihat saya?

Ternyata yang datang ke rumah adalah Reviandi, dan tim Andre Rosiade, yaitu pak Zulkifli dan Ibu Ida Nurhada.

Andre Rosiade sendiri adalah anggota DPR RI asal daerah pemilihan Sumatera Barat (Sumbar).

Mereka ingian melihat kondisi saya setelah menjelani perawatan di rumah sakit empat hari karena stroke.

Itulah kepedulian. Mendengar saya sakit stroke, Reviandi dan tim Andre Rosiade ke rumah untuk menghibur saya.

Selain menghibur, mereka mendoakan agar saya cepat pulih dan beraktivitas kembali. Tentu tak lupa mereka menaseti agar saya menjaga pola makan.

Kepedulian juga ditujukan teman-teman lain, baik se profesi sebagai jurnalis maupun anggota dewan dan pejabat di pemerintahan.

Seperti Adrian Tuswandi, Dewan Pengawas Antara, Ketua DPRD Sumbar Muhidi, Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri, Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye dan Jupri Makdang, Ketua DPC Gerindra Kota Padang Ferri Mulyadi, Wakil Walikota Padang Maigus Nasir, Kepala OPD Pemprov Sumbar dan Kota Padang serta yang lainnya.

Tentu saya dan istri berterimakasih tak terhingga. Masih ada yang peduli terhadap penyakit stroke yang saya derita.

Padang, 29 September 2025

Zamri Yahya, SHI., WU, Wartawan Utama Dewan Pers dan Anggota Dewan Kehormatan Propinsi PWI Sumatera Barat (Sumbar).

Ditengok Ketua DPRD Kota Padang ke Rumah Sakit    
Senin, September 29, 2025

On Senin, September 29, 2025

Ditengok Ketua DPRD Kota Padang ke Rumah Sakit
Mendengar saya sakit, Ustad Muharlion datang ke rumah sakit, tempat saya dirawat. Saya dirawat diwal Agustus 2025. Katanya diantar kepala rumah sakit.
"BERILAH
makan orang yang kelaparan, jenguklah orang yang sedang sakit dan bebaskanlah saudara (muslim) yang tertawan“.  [HR Bukhari).

Hari sudah menjelang sore. Sebentar lagi matahari terbenam. Suasana pun hening, hanya suara suster terdengar dari luar.

Tiba-tiba kamar tempat saya dirawat agak ramai. Maklum lah, rupanya saya kedatangan tamu, sahabat saya, pembesar negeri, orang nomor 3 di Kota Padang, yaitu Ketua DPRD Kota Padang, Ustad Muharlion.

Mendengar saya sakit, Ustad Muharlion datang ke rumah sakit, tempat saya dirawat. Saya dirawat diwal Agustus 2025. Katanya diantar kepala rumah sakit. 

"Assalamu'alaikum. Boleh saya masuk," kata Ustad Muharlion, didampingi ajudannya.

Ustad Muharlion menyempatkan diri datang ke rumah sakit. Dia dan ajudannya bermaksud menengok dan menghibur saya.

"Walaikumsalam. Tafadhol ustad," jawab saya dan istri.

Dengan sanang hati saya dan istri menyambut beliua. Beliau dan ajudannya kami persilahkan masuk.

Ustad Muharlion sudah tahu saya dirawat karena stroke, peyumbatan diotak kecil saya. Mungkin dia tahu dari kepala rumah sakit.

Dia pun menasehati saya agar rajin berolahraga. Disamping itu saya dianjurkan menjaga pola makan.

Karena kesibukan lain, Ustad Muharlion mohon pamit ke Santika Hotel untuk menghadiri acara. 

Maklum yang dirusnya warga kota, tentu lah sibuk menghadiri acara, disamping kegiatan rutin kedewanan, seperti Kunker.

Selain Ustad Muharlion, saya juga ditengok Ketua PWI Widya Navies dan jajaran

Sejumlah rekan jurnalis yang tergabung di FWP DPRD Kota Padang dan lainnya juga tak ketinggalan. 

Mereka mendoakan saya cepat sembuh dan pulih. (*)

Padang, 29 September 2025

Zamri Yahya, SHI., WU., Wartan Utama Dewan Pers, dan Anggota Dewan Kehormatan PWI Sumbar.

Buah-buahan, Lebah, dan Penawar Penyakit    
Senin, September 29, 2025

On Senin, September 29, 2025

Buah-buahan, Lebah, dan Penawar Penyakit
Penulis adalah Zamri Yahya, SHI., WU., jurnalis di Padang, Wartawan Utama Dewan Pers, dan anggota Dewan Kehormatan PWI Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). 
“DAN
apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.”
(QS Asy-Syuara Ayat 80).

Sakit stroke sering membuat orang stres, karena begitu lamanya darah mengalir dari otak keki. Usus kita ini, secera medis memiliki panjang seperempat bumi, kalau kita urai. 

Demikian nasehat Bang Acin atau Amsir Rustam, seniorku di dunia jurnalistik dan politik. Dia pernah menderita stroke, seperti yang ku alami sekarang. 

Tapi saya yakin, peyakit yang saya derita, stroke atau lainnya, pasti ada obatnya, dan pasti disembuhkan Allah SWT. Asalkan kita tetap yakin, berdoa dan berikhtiar.

Sabar dan Jangan Mudah Marah

Dari balik ponsel saya, seorang teman menasehati. Dia pejabat teras Pemerintah Kota Padang.

"Abang jangan marah-marah juga lagi. Harus banyak sabar. Semoga abang cepat sembuh dan dimudahkan jalannya oleh Allah SWT," katanya.

Selama ini, saya dikenal sebagai jurnalis yang doyan marah-marah dan emosian. Apalagi melihat pejabat bermawah-mewahan dan diduga korupsi. 

Sekerang saya dinasehati pejabat, sahabat saya, agar tak suka marah-marah dan emosional. Diam adalah jalan terbaik.

Allah SWT., berfirman, "Orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (Qs. Ali Imran ayat 134). 

Baginda Nabi Muhammad SAW., bersabda, “Orang yang kuat bukanlah orang yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah." (HR. Bukhari).

Imam Ali ra., berkata, "Sikap diam yang menyebabkan kamu selamat itu lebih baik daripada berkata yang menyebabkan kamu menyesal." 

Buah-bauhan dan Lebah

Berbagai macam cara saya tempuh agar sehat. Saya berobat kerumah sakit (RS) dengan kartu BPJS. Saya sempat dirawat selama 4 hari.

Dokter menasehati saya agar berhanti merokok. Dokter lain menasehati saya agar makan buah-buahan dan berolahraga. Saya lakukan itu, kecuali merokok, tetap saya hisap.

Sepulang dari RS, saya melakukan terapi urut. Secara rutin, mamak (Paman) saya datang ke rumah untuk mengurut saya. Dia menargetkan 14 hari harus sembuh. 

Saya juga dia bawakan obat-obatan penurun gula, karena saya divonis dokter diabetes. Karango namanya. Cara memakannya direbus dan diminum airnya.

Saya juga membeli obat China, angkung. Salain itu saya juga minum obat China untuk terapi. Saya juga makan tokek dan minum air merah.

Selain itu, saya juga membeli madu hitam pahit. Kata orang-orang bagus untuk kesehatan. Tapi itu semua ikhtiar agar cepat sembuh.

Allah SWT., berfirman, "Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (Qs. An-Nahl ayat 69).

Sebab, yang menyembuhkan segala penyakit tetap Allah SWT., bukan yang lain. Saya yakin itu. Kita sebagai hamba hanya bisa berdoa, dan berikhtiar. (*)

Padang, 29 September 2025

Zamri Yahya, SH., WU

Ditengok Kawan dari Malaysia dan Kota Bukittinggi    
Minggu, September 28, 2025

On Minggu, September 28, 2025

Ditengok Kawan Dari Malaysi dan Kota Bukittinggi
Dia datang bersama teman yang sudah belasan tahun tak bersua. Pak Amjamal dari Kota Bukittinggi dan Encik Ibrahim, dari Malaysia.
“DAN apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.” (QS Asy-Syuara Ayat 80)

Hari ini saya kedatangan tamu agung yang sudah lama tak bersua. Hampir berbilang belasan tahun kami tak ketemu.

"Assalamau'alaikum. Antum di rumah sore ini?" tanya Muji, seorang kepala di SBPU kawasan Bypass.

"Walaikumsalam. Ya ana di rumah. Pintu gak dikunci," jawab saya.

Rupanya Muji sendiri yang menyupiri. Pakai mobil dia sendiri.

Dia datang bersama teman yang sudah belasan tahun tak bersua. Pak Amjamal dari Kota Bukittinggi dan Encik Ibrahim, dari Malaysia.

Kami pun bersalaman dan saling bercerita. Mereka datang ke rumah, karena mendengar saya sakit.

Baginda Nabi Muhammad SAW., bersabda, “Orang yang menjenguk orang sakit maka ia akan berjalan di taman surga sampai ia kembali.” (HR. Imam Muslim dari sahabat Tsauban ra)

Istri saya, Kamek menyuguhkan minum dan kue sekedarnya. Karena mendadak, dia tak sempat masak.

"Sejak kapan Buya dapat stroke ini," tanya pak Amjamal.

"Lebih kurang, sejak 2 bulan. Ana sempat dirawat di rumah sakit. Abis dirawat, ana terapi urut sama mamak," jawab saya.

Panjang lebar kami bercerita. Mulai saya kena stroke sampai bisa berjalan, cuma masih dilarang istri bawa mobil.

Mareka menasehati saya agar menjaga pola makan. Mereka juga mendoakan saya agar cepat pulih, sehat kembali dan bjsa bawa mobil.

"Antum tetap muda kami lihat. Antum 90 persen sudah sehat kami lihat. Antum harus cepat sehat dan pulih, InsyaAllah. Jangan lupa berdoa. Kami mendoakan antum," kata Amjamal.

Karena hari sudah sore, pembicaraan terpaksa kami hentikan. Mereka minta izin pulang.

"Kami pamit dulu. Jangan lupa jaga pola makan dan pikiran," katanya. 

Imam Ali ra., pernah berka, "Nasihatilah saudaramu dengan setulus-tulus nasihat, baik dengan sesuatu yang menyenangkan ataupun yang tidak menyenangkan.”

Padang, 28 September 2025
Zamri Yahya, SHI (BY)

Cerita Kami di Lebaran Hari Pertama: Tak Sempat Salaman jo Rangkayo, Makan Enak di Rumah Ketua Dewan    
Selasa, April 01, 2025

On Selasa, April 01, 2025

Cerita Kami di Lebaran Hari Pertama: Tak Sempat Salaman jo Rangkayo, Makan Enak di Rumah Ketua Dewan
Kami menyempatkan diri foto keluarga di depan rumah dinas Buya Ketua Dewan yang letaknya tak seberapa jauh dari rumah Buya Garin, pucuk undang di nagari kami.

SEPERTI
biasa, usai salat Idul Fitri di musala kecil milik kaum Caniago di samping rumah, kami membuka pintu untuk sanak family yang berkunjung dan bersalaman.

Mencium tangan kedua orang tua, menanti karib kerabat berlebaran ke rumah, terutama bocil-bocil yang rindu THR dari kami.

Siangnya, baru giliran kami pula pai (pergi, red) berlebaran ke rumah teman dan karib kerabat, bisa jadi menghabiskan waktu agak seminggu, karena ummi anak-anak juga harus bawa kue untuk etek dan mamak yang akan dikunjungi.

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah rumah rangkayo, Angku Damang (orang yang mengepalai negeri, red) di kota kami.

Angku Damang yang masih muda, terkenal kaya raya dan baru menjabat di kota kami. Banyak programnya untuk kesejahteraan kota yang disenangi warga, terutama yang gratis-gratis itu.

Gak sempak wak salaman jo rangkayo tu tadi. Banyak tamu yang antri. Pas ngantri, ada pula tamu pentingnya. Awak pai saja lagi, keluar dari antrian.

Abisnya awak gerah, tempatnya sempit, anak gadis awak gak tahan.

Lagian awak bukan pejabat yang wajib salaman dengan rangkayo tu. Awak datang, karena permintaan anak gadis wak yang ingin berfoto dengannya.

Anak gadis wak tertarik dengan gerembeh rangkayo tu. "Estetik dan unik," menurut anak gadih wak.

Tapi kalau dengan wakilnya awak wajib datang. Berteman sudah lama, dan dia guru gadang pula di nagari wak, ulama yang disegani.

Pas awak datang, disambut dengan ramah oleh Buya, wakil rangkayo tu. Kami cipika cipiki, berpelukan pula "ala pejabat teras" yang sudah lama tak jumpa, sembari awak membisikan sesuatu ke telinga beliau tadi (bisikan rahasia).

Sempat pula kami menikmati hidangan lezat di rumah dinas wakil rangkayo tu.

Karena lokasinya sedikit luas, agak nyaman dan lega, agak betah wak bercerita dan senda gurau dengan pejabat yang hadir, dan timses belakang layar beliau yang kebetulan teman sekampung, ada pula mantan anggota dewan sohib awak di gedung bundar dulu, ado juo sesama aktivis yang seide dan seperjuangan dulu.

"Kalau dapat usulkan lah anggaran untuk rumah dinas wako, wawako dan ketua DPRD itu. Bikin di satu lokasi, dengan parkiran yang luas, sehingga tak mengganggu pengendara umum. Bikin aja di Aia Pacah," kata awak ke tukang lelang proyek di Pemko tu.

"DED-nya sudah siap bang. Tinggal anggaran pembangunan. Cuma dengan situasi sekarang, kan gak mungkin," jawek dia.

"Anggarkan saja bertahap, kayak gedung mewah DPRD kota tu. Asal pandai menjelaskan ke Banggar DPRD, pasti mereka setuju. Soalnya ini marwah kota," kata awak.

Usai di rumah wakil rangkayo, kami lanjut ke rumah Buya Garin. "Wajib abi datang itu, karena teman abi sesama garin dulu," ciletuk umi anak-anak.

Apalagi tadi di rumah wakil Rangkayo, ajudan Buya Garin sempat ketemu. "Buya ada di rumah bang, silahkan datang," kata adiak tu.

Namun pas kami datang, rupanya Buya Garin menggelar open house tak seperti biasanya. Di sudut rumah dinas saja, bukan di aula.

Mungkin karena efisiensi anggaran, Buya Garin bikin open house ala kadarnya.  Ya sudah lah, kami balik saja lagi, gak sempat bersalaman, pasti pengab pula kayak di rumah dinas rangkayo tadi, pikir kami.

"Kalau kerumah Pak Ketua Dewan ini, kita wajib singgah," kata awak ke bini dan anak-anak wak. Rumah ketua dewan tak berapa jauh letaknya dari rumah Buya Garin.

"Beliau tak hanya teman, tapi tempat bertukar pikiran. Kalau cerita sama beliau, pokoknya nyambung lah. Mau cerita apa saja, agama oke, politik oke, pemerintahan pun oke," jelas awak ke bini dan anak-anak.

Singgah lah kami kerumah ketua dewan tingkat propinsi itu. Rupanya, kami datang beliau sedang salat. "Buya salat bang," kata ajudannya.

"Mungkin abang mau makan atau menikmati hidangan dulu, sembari buya selesai salat," kata dia menawarkan ke awak.

"Siap," jawab awak.

Setelah kami makan dan mencicipi hidangan enak, Buya Ketua Dewan selesai salat. Kami pun bergegas ke ruangan ber ac, tempat beliau menyambut tamu.

Kami salaman dengan penuh kehangatan dengan beliau. Awak pun sempat maota sebentar dengan beliau.

"Makan dulu Buya," kata dia ke awak yang biasa dia sapa Buya pula. Padahal awak cuma mantan garin kampung saja.

"Udah tadi, pas Buya salat. Kami hanya minta izin aja pulang lagi, mau ke rumah Tuanku pula," jawek wak.

Kami lanjut ke rumah Tuanku Kacik Rajo di Padang sapih bilahan kuduang karatan. Tuanku ini menjabat sekretaris kota. Masih muda dengan karir birokrasi cemerlang, sudah Doktor pula.

Dengan penuh kehangatan, Tuanku dan istrinya menyambut kami. Karena tamu yang antri banyak, sebentar saja kami maota. Berfoto bersama dan kemudian pamit pulang.

Padang, 31 Maret 2025
BY

Kita Sudah Masuk Tahun 2025, Selamat Tinggal Tahun 2024, Mohon Maaf Atas Semua Kekhilafan    
Rabu, Januari 01, 2025

On Rabu, Januari 01, 2025

Kita Sudah Masuk Tahun 2025, Selamat Tinggal Tahun 2024, Mohon Maaf Atas Semua Kekhilafan
Zamri Yahya, SH, WU., Pemimpin Redaksi BentengSumbar.com dan anggota Dewan Kehormatan Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Barat (DKP PWI Sumbar).
ALHAMDULILLAH
, salawat dan salam untuk Rasulullah SAW, keluarga dan sahabatnya yang lurus yang selalu menjadi teladan kita.

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (Qs. Al Ahzab Ayat 56).

Tentu, yang namanya kita makhluk sosial, kita selalu berinteraksi dan berkomunikasi dengan sesama insan di tahun 2024 dan tahun-tahun sebelumnya.

Dalam proses interaksi dan berkomunikasi tersebut, tentu menimbulkan salah tingkah dan khilaf, baik disengaja maupun tidak.

Semoga semua dosa-dosa kita ditahun 2024 dan dosa-dosa kita di tahun sebelumnya dan di masa mendatang, diampuni Allah SWT.

Semoga keberkahan umur menyertai kita semua.

Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT.

Semoga rezeki kita dilapangkan Allah SWT. Mari kita perbanyak salawat sebagai kunci pembuka rezeki itu.

an-Najm 53:48 
Maryam 19:31


وَاَنَّهٗ هُوَ اَغْنٰى وَاَقْنٰىۙ
وَجَعَلَنِى مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ


"dan sungguh Dia (Allah) memberikan kekayaan dan kecukupan".

"dan Dia (Allah) menjadikanku bawa berkah dimanapun aku berada".

Semoga kesehatan kita terjaga dan semua penyakit kita disembuhkan Allah SWT.

Surat Asy-Syu’ara Ayat 80


وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ


"Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku..."

Semoga kelimpahan Rahmat Allah selalu menyertai hari-hari kita. 

Mohon dimaafkan segala kesalahan dan kemaksiatan yang telah kami lakukan, baik disengaja maupun tidak kepada sahabat, karib kerabat, dan dunsanak selama ini.

وَمَا تَوْفِيقِىٓ إِلَّا بِٱللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ


"Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali. (QS. Hud ayat 88).

Afwan

Padang, 1 Januari 2025
Zamri Yahya, SH, WU
Pimpred BentengSumbar.com

Ujian Menjelang Tahun Baru 2025: Dan Apabila Aku Sakit, Dialah Yang Menyembuhkan Aku...    
Senin, Desember 30, 2024

On Senin, Desember 30, 2024

Ujian Menjelang Tahun Baru 2025: Dan Apabila Aku Aakit, Dialah Yang Menyembuhkan Aku...
Tadi siang, dia meminta saya menyuapin pisang ke dia. Dengan penuh senyum saya suapin. Mohon doa bapak ibu dan dunsanak sado e, untuk kesembuhan adiak kami. Syukran katsiran.
MENJELANG
tahun baru tahun ini, kami mendapat ujian dari Nan Maha Kuaso.

Adik kami dapat serangan stroke dan kini harus terbaring di rumah setelah dirawat di rumah sakit.

Kata dokter, "Harus dijaga perasaannya."

Biasanya kami memang suka 'garah kudo', tapi kini harus dijaga betul.

Tadi siang, dia meminta saya menyuapin pisang ke dia. Dengan penuh senyum saya suapin.

Kalau dengan saya, biasanya dia memang "basilanteh angan" saja. Dibawa kuliner, apa yang dia mau, maka akan dipasannya.

"Beko kan uda nan bayia. Apit doakan rasaki uda malimpah," itu jawab dia kalau ditegur.

Padahal saya menegurnya karena teringat kata Imam Jakfar Shodiq, "Sumber dari segala penyakit jasmani adalah perut (apa yang kita makan)."

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

"Dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku.."

Mohon doa bapak ibu dan dunsanak sado e, untuk kesembuhan adiak kami. Syukran katsiran.

Padang, 30 Desember 2024
BY