SELEB
Kejar Maling Pakai Parang, Kakek Herman Jadi Tersangka, Hotman Paris Siap Membela    
Selasa, Februari 17, 2026

On Selasa, Februari 17, 2026

Kejar Maling Pakai Parang, Kakek Herman Jadi Tersangka, Hotman Paris Siap Membela
Hotman Paris Hutapea, seorang pengacara berusia sekitar 66 tahun, turut prihatin dan siap memberikan bantuan hukum untuk kakek Herman.

BENTENGSUMBAR.COM
- Institusi Polri kembali mendapat sorotan dan kali ini gara-gara seorang kakek bernama Herman dijadikan tersangka.

Yang bikin warganet geram, kakek Herman dijadikan tersangka karena mengejar maling di kebun kelapa miliknya di kawasan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar).

Herman dijadikan tersangka karena dianggap melanggar pasal penyalahgunaan senjata tajam.

Menurut informasi yang dihimpung Suara.com, Herman berusaha menghentikan aksi maling di kebun kelapa miliknya.

Ketika hendak menghentikan aksi pencurian, Herman menggunakan parang untuk menjaga hak miliknya, sekaligus untuk melindungi diri sendiri.

Namun tindakan untuk melindungi hak milik dan diri sendiri kemudian malah berbalik menjadi bumerang buat Herman.

Dia berbalik dilaporkan, dan laporan tersebut diproses oleh polisi.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan dan pengumpulan keterangan, Herman akhirnya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyalahgunaan senjata tajam.

Herman kemudian dijemput paksa di kediamannya untuk kemudian di tahan di kantor polisi.

Sang anak yang merekam peristiwa itu menangis sambil meminta keadilan.

"Ini para polisi datang mau membawa paksa bapak saya. Ya Allah, tolonglah keadilan untuk bapak saya ini, bapak saya ini korban, babak belur hampir dibunuh (maling) sekarang dijadikan tersangka," kata keluarga Herman menangis.

Video Herman dijemput paksa apara pun viral dan menarik perhatian luas. Publik mempertanyakan batas antara pembelaan diri dan pelanggaran hukum.

Rupanya, kasus ini pun sampai ke telinga pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.

Pengacara 66 tahun ini turut prihatin dan siap memberikan bantuan hukum untuk kakek Herman.

Hal itu diposting Hotman di akun Instagram-nya.

"Agar keluarganya hubungin @hotmanparis.911," tulis Hotman Paris di bagian caption, Senin (16/2/2026). (*) 

Sumber: Suara. com

Stephen June, Kolaborasi Stephen WARNA dan Irma June Lahirkan Single ke Dua “Terima Kasih Jiwa”    
Senin, Februari 16, 2026

On Senin, Februari 16, 2026

Stephen June, Kolaborasi Stephen WARNA dan Irma June Lahirkan Single ke Dua “Terima Kasih Jiwa”
Duo lintas generasi, Stephen June, yang digawangi oleh Stephen Tamadji dan Irma June, resmi meluncurkan single ke dua bertajuk “Terima Kasih Jiwa”.

BENTENGSUMBAR.COM
- Duo lintas generasi, Stephen June, yang digawangi oleh Stephen Tamadji dan Irma June, resmi meluncurkan single ke dua bertajuk “Terima Kasih Jiwa”. Lagu tersebut dirilis pada Sabtu, 14 Februari 2026 di seluruh platform musik digital, menandai babak baru perjalanan musikal dua nama besar di industri musik Tanah Air.

Stephen Tamadji dikenal sebagai personel dari grup vokal legendaris Warna yang telah mewarnai industri musik Indonesia dengan harmonisasi khasnya. Sementara itu, Irma June adalah diva pop Indonesia yang telah memasuki dekade kelima kiprahnya, tetap konsisten dengan kualitas vokal dan interpretasi yang matang serta emosional.

Dalam sesi wawancara bersama awak media pada Senin, 16 Februari 2026, Stephen Tamadji mengungkapkan bahwa ketika pertama kali membaca lirik yang ditulis Irma June, ia langsung merasakan nuansa kontemplatif yang sangat personal. Menurutnya, terdapat kerapuhan sekaligus kekuatan di dalam lirik tersebut, sebuah refleksi tentang jiwa yang tetap bertahan melewati berbagai beban kehidupan.

Melodi lagu tersebut, lanjut Stephen, hadir seperti dialog batin yang perlahan bergerak menuju refrain penuh rasa syukur dan terima kasih. Ia sengaja merancang bagian refrain agar dapat dinyanyikan secara “ke dalam” dengan nuansa introvert yang intim, maupun “ke luar” dengan energi megah yang mencerminkan kekuatan; sebuah ajakan untuk merayakan jiwa yang sering terlupakan namun sesungguhnya menopang setiap langkah kehidupan.

Secara musikal, progresi akord dalam lagu tersebut dibuat sederhana namun selaras dengan dinamika lirik. Pada bagian bridge, terselip optimisme yang mengantar pendengar menuju klimaks penuh keagungan, menjadikan lagu tersebut tidak hanya menyentuh secara emosional tetapi juga kuat secara struktur komposisi.

Stephen menjelaskan bahwa dalam proyek Stephen June, proses penciptaan lagu berjalan sangat fleksibel dan terbuka terhadap eksplorasi artistik. Pada single pertama mereka, “Pencarian”, ia lebih dahulu menciptakan melodi sebelum Irma menulis lirik; sementara pada “Terima Kasih Jiwa” prosesnya dibalik, Irma lebih dulu menuangkan kisahnya dalam lirik, lalu Stephen menggubah komposisinya.

Sebagai penyanyi yang berakar dari format grup, Stephen mengaku harus menantang dirinya untuk mengeksplorasi wilayah nada tinggi yang sebelumnya jarang ia sentuh. Ia juga berupaya menyesuaikan diri dengan gaya khas Irma yang kaya dengan riff dan runs, sementara Irma sendiri belajar menyeimbangkan kebebasan sebagai solois dengan disiplin harmoni dalam format duet; sebuah proses yang mereka jalani dengan chemistry yang kuat dan penuh sukacita.

Dalam proses produksinya, Stephen dan Irma kembali bekerja sama dengan Agus Hendrajaya yang dikenal memiliki sensitivitas tinggi dalam menerjemahkan emosi ke dalam aransemen. Kolaborasi tersebut berjalan mulus karena ketiganya telah beberapa kali bekerja bersama sebelumnya, sehingga komunikasi kreatif terjalin dengan sangat efektif.

Stephen mengungkapkan bahwa sejak pertama kali mendengar draft aransemen, ia merasa esensi lagu sudah tertangkap dengan tepat. Ia bahkan diberi ruang untuk mengisi part piano sendiri, sementara ide-ide instrumentasi dari Agus memperkaya nuansa megah sekaligus intim yang menjadi roh utama lagu tersebut.

Bagi Stephen, “jiwa” dalam lagu tersebut memiliki makna yang luas dan personal. Ia mendedikasikan lagu tersebut kepada sang istri tercinta yang selalu menjadi penopang di masa-masa terendah hidupnya, serta kepada siapa pun yang menjadi alasan seseorang untuk tetap bertahan dan melanjutkan hidup.

Ia berharap, sebagaimana single pertama mereka mendapat respons hangat dari pendengar yang merasa “relate”, lagu tersebut pun mampu menjangkau lebih banyak hati dan menjadi pengingat bahwa setiap orang pantas merayakan ketangguhan jiwanya sendiri.

Irma June mengungkapkan bahwa lirik “Terima Kasih Jiwa” ditulis berdasarkan kisah hidupnya sendiri yang ia gambarkan seperti roller coaster. Di balik citra ceria dan ekstrovert yang selama ini dikenal publik, ia menyimpan sisi introvert dan luka yang jarang terlihat oleh orang lain.

Ia menyadari bahwa selama bertahun-tahun ia terlalu fokus memikirkan orang lain hingga lupa mengapresiasi jiwanya sendiri yang terus bertahan. Bagian lirik “dunia tak tahu kau luka” menjadi kalimat yang paling berat untuk ia tulis, karena merepresentasikan realitas banyak orang yang terlihat kuat di luar namun menyimpan perjuangan dalam diam.

Irma menegaskan bahwa komunikasi dan kedekatannya dengan Stephen terbangun tidak hanya dalam konteks profesional, tetapi juga personal. Ia merasa sudah seperti keluarga dengan Stephen dan istrinya, sehingga proses diskusi kreatif mengalir secara natural meskipun tak jarang berlangsung seru layaknya “Tom & Jerry”.

Perbedaan warna suara mereka justru menjadi kekuatan utama duet tersebut. Dengan latar belakang musikalitas Stephen sebagai pianis dan musisi kelas dunia, serta karakter vokal Irma yang kuat dan khas, keduanya berhasil memadukan suara yang meminjam istilah dunia musik “kawin banget”.

Irma menegaskan bahwa ia tetap mempertahankan DNA vokalnya dalam rekaman lagu tersebut, membiarkan semuanya mengalir secara natural sesuai jati dirinya. Bersama Stephen dan Agus, mereka bahkan membentuk grup diskusi khusus demi memastikan setiap detail lagu tersampaikan dengan utuh dan bermakna.

Track gitar dalam lagu “Terima Kasih Jiwa” diisi oleh seorang musisi muda berbakat bernama Jethro. Permainan gitarnya menghadirkan warna yang khas dan membuat keseluruhan lagu terasa lebih menyentuh serta emosional. Sentuhan nada yang ia mainkan memberi nuansa hangat dan memperkuat pesan yang ingin disampaikan dalam lagu tersebut.

Menariknya, Jethro mengerjakan part gitarnya langsung dari Tiongkok, tempat ia sedang menempuh pendidikan. File rekaman gitar tersebut kemudian ia kirimkan ke Indonesia untuk proses produksi lebih lanjut. Meskipun terpisah jarak, kolaborasi tersebut tetap berjalan lancar dan menghasilkan harmonisasi yang kuat dalam lagu.

Stephen June turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Hendi Ahmad dari label AFE Records. Ia mengapresiasi kesempatan dan dukungan yang diberikan sehingga lagu “Terima Kasih Jiwa” dapat resmi dirilis di bawah naungan label tersebut. Menurutnya, kepercayaan dari pihak label menjadi langkah penting dalam perjalanan karier musiknya.

Saat ini, Stephen June juga tengah mempersiapkan perilisan video musik untuk lagu tersebut, diproduksi oleh AFE Pictures dan disutradarai oleh Farid Zafran. Konsep yang diusung berbentuk short movie music video, sehingga menghadirkan alur cerita yang lebih mendalam dan sinematik.

Untuk pemilihan pemeran, AFE Pictures mengadakan open casting secara online yang diikuti oleh banyak peserta dari berbagai daerah. Dari proses tersebut, terpilih satu pria dan satu wanita sebagai pemenang yang kemudian dipercaya menjadi talent dalam video musik tersebut. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat visualisasi cerita dan emosi yang ingin disampaikan melalui lagu “Terima Kasih Jiwa.”

Menutup pernyataannya, Irma menyampaikan pesan sederhana namun kuat: jika seseorang telah berjalan sejauh ini dalam hidupnya, itu artinya ia hebat. Karena di balik setiap langkah, ada jiwa yang bertahan dan kuat dan sudah sepantasnya kita berkata, “Terima Kasih, Jiwa.”

Single “Terima Kasih Jiwa” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital. Stephen June berharap karya tersebut dapat diterima dengan hangat oleh masyarakat musik Indonesia dan menjadi soundtrack refleksi bagi siapa pun yang sedang belajar mencintai serta mengapresiasi jiwanya sendiri. (*)

Pewarta: Muhammad Fadhli

Polemik Wakaf Alquran Taqy Malik, Isu Mark Up hingga Transparansi Dana Jadi Sorotan    
Minggu, Februari 15, 2026

On Minggu, Februari 15, 2026

Taqy Malik
Perseteruan ini mencuat ke publik setelah Randy, pemilik akun Instagram @paparich666, merespons undangan terbuka Taqy Malik untuk berdiskusi secara live dalam forum terbuka. 

BENTENGSUMBAR.COM - Kasus yang menyeret selebgram dan pendakwah Taqy Malik kembali memanas.

Polemik dengan Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi, Randy Permana atau Rendy Eka Permana, kini memasuki babak baru setelah muncul tantangan terbuka untuk melakukan tabayyun atau klarifikasi langsung di Madinah.

Perseteruan ini mencuat ke publik setelah Randy, pemilik akun Instagram @paparich666, merespons undangan terbuka Taqy Malik untuk berdiskusi secara live dalam forum terbuka. 

Namun, Randy mengajukan syarat tegas: pertemuan harus digelar langsung di Madinah, Arab Saudi. 

Menurut Randy, karena locus delicti atau lokasi perkara berada di wilayah hukum Arab Saudi, maka penyelesaian juga harus dilakukan di sana. 

“Posisi kasusnya di Arab Saudi, maka mari kita selesaikan di Madinah,” demikian inti pernyataan Randy dalam unggahan media sosialnya.

Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan untuk membuktikan data dan tudingan yang sebelumnya ia sampaikan ke publik.

Undangan Terbuka untuk Hapus Syubhat

Sebelumnya, Taqy Malik melayangkan undangan terbuka kepada Randy untuk melakukan diskusi terbuka yang disiarkan secara langsung. 

Dalam pernyataan resminya, ia menyebut langkah tersebut diambil untuk meluruskan informasi yang simpang siur.

Taqy menegaskan forum tersebut dibuka dengan niat baik demi menjaga amanah umat dan menghilangkan syubhat atau keraguan yang berkembang di tengah masyarakat. 

“Saya membuka ruang ini dengan niat baik, agar segala hal menjadi terang, agar tidak ada syubhat yang tersisa, dan agar kepercayaan umat tetap berdiri di atas kejelasan,” tulisnya. 

Ia juga menyatakan siap memfasilitasi kebutuhan forum tersebut serta menyerahkan penentuan waktu kepada pihak Randy dengan prinsip semakin cepat semakin baik.

Menurutnya, tujuan utama bukan mencari pembenaran pribadi, melainkan memastikan transparansi di hadapan publik.

Namun, respons Randy yang meminta pertemuan digelar di Madinah membuat dinamika kasus semakin kompleks.

Pasalnya, lokasi pertemuan menjadi isu penting, mengingat adanya dugaan pelanggaran hukum di Arab Saudi. 

Tuduhan Ilegalitas Penggalangan Dana

Ketegangan bermula dari pernyataan Randy dalam jumpa pers virtual pada Jumat (13/2/2026). 

Ia menuding aktivitas penggalangan dana online yang dilakukan Taqy di Arab Saudi melanggar aturan setempat.

Randy menyebut, secara hukum di Arab Saudi, penggalangan donasi di luar otoritas resmi dianggap ilegal.

Ia bahkan mengklaim bahwa pada tahun sebelumnya Taqy sempat dicari aparat setempat terkait aktivitas tersebut.

Menurut Randy, sejumlah bukti telah dikantongi otoritas di Madinah. 

Ia memperingatkan adanya risiko hukum jika Taqy kembali ke wilayah tersebut tanpa penyelesaian yang jelas.

Pernyataan ini tentu memicu reaksi luas di media sosial, terutama di kalangan diaspora Indonesia di Arab Saudi yang disebut terdampak secara sosial oleh polemik tersebut.

Dugaan Mark Up Wakaf Alquran Selain isu legalitas donasi, Randy juga menyoroti dugaan mark up dalam program wakaf Alquran yang dijalankan Taqy pada 2025. 

Ia membeberkan adanya selisih harga signifikan antara harga pasar dan nominal yang dipatok dalam program wakaf.

Menurut data yang disampaikan Randy, harga pasaran satu mushaf Alquran di Arab Saudi sekitar 40 Riyal atau setara Rp180.000. 

Namun dalam program wakaf tersebut, nominal yang disebut mencapai 80 Riyal atau sekitar Rp330.000. 

“Sebenarnya dia enggak nipu, cuma jadinya jemaah mewakafkan Alquran tak sesuai dengan nominalnya,” ujar Randy. 

Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan untuk menjatuhkan pribadi, melainkan karena merasa praktik tersebut berdampak pada kenyamanan komunitas WNI di Arab Saudi. 

Namun hingga kini, belum ada putusan hukum yang menyatakan adanya pelanggaran pidana dalam kasus tersebut. 

Tuduhan masih berada pada ranah klarifikasi publik.

Sorotan Publik dan Tantangan

Pembuktian Kasus Taqy Malik kini menjadi perbincangan luas di media sosial. 

Tantangan tabayyun di Madinah membuka kemungkinan pembuktian langsung di wilayah yang disebut sebagai lokasi perkara.

Jika pertemuan benar-benar terlaksana di Arab Saudi, maka forum tersebut berpotensi menjadi momentum penting untuk menguji klaim kedua belah pihak secara terbuka. 

Di sisi lain, polemik ini juga mengangkat isu sensitif terkait regulasi penggalangan dana lintas negara, transparansi wakaf, serta perlindungan hukum bagi WNI di luar negeri.

Publik kini menanti apakah Taqy akan menerima syarat pertemuan di Madinah atau memilih jalur klarifikasi lain.

Yang jelas, kasus ini belum menunjukkan tanda mereda. 

Babak tabayyun yang semula diniatkan untuk meredakan polemik justru membuka dimensi baru sengketa. Transparansi data, validitas tuduhan, serta kepastian hukum menjadi faktor krusial yang akan menentukan arah penyelesaian kasus ini ke depan. (*)

Sumber: tvonenews.com 

Aisha Kamila Gaungkan Lagu Sunda Lewat Lomba Nyanyi Nasional 2026    
Jumat, Februari 13, 2026

On Jumat, Februari 13, 2026

Aisha Kamila Gaungkan Lagu Sunda Lewat Lomba Nyanyi Nasional 2026
Industri musik Tanah Air kembali diramaikan dengan hadirnya Lomba Nyanyi Nasional bertajuk “Suaramu Jadi Juaranya”. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Industri musik Tanah Air kembali diramaikan dengan hadirnya Lomba Nyanyi Nasional bertajuk “Suaramu Jadi Juaranya”. Lomba nyanyi lagu berbahasa Sunda yang digagas oleh label TemanHebat Records bersama BelajarMusiks tersebut berkenaan dengan rilisnya mini album “Sosobatan” milik Aisha Kamila, sekaligus wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat terbaik mereka dalam membawakan lagu berbahasa Sunda.

Pendaftaran lomba resmi dibuka mulai 15 Februari 2026 dan pendaftarannya tidak dipungut biaya alias gratis. Peserta berusia 5–17 tahun dapat mengirimkan video bernyanyi lagu bebas ke nomor 081914577088 serta mengikuti akun Instagram @aishakamilasuperkids dan @lomba.nyanyi, dengan batas akhir pengiriman pada 30 Maret 2026. 

Babak Grand Final akan digelar secara live melalui Instagram @lomba.nyanyi pada 5 April 2026. Para finalis wajib membawakan salah satu lagu dari album Sosobatan untuk memperebutkan total hadiah jutaan rupiah dan kesempatan rekaman eksklusif bersama label.

Setelah sukses meluncurkan mini album Sosobatan, Aisha Kamila kini bersiap menghadirkan video klip resmi yang memadukan kekayaan budaya Sunda dengan sentuhan modern yang chic dan relevan bagi generasi masa kini. Video klip tersebut tidak hanya menjadi pelengkap karya musiknya, tetapi juga dirancang sebagai media promosi budaya yang kuat secara visual.

Dengan konsep artistik yang kental nuansa Pasundan namun tetap segar dan stylish, video klip tersebut diharapkan mampu mempertegas pesan persahabatan dan identitas budaya yang terkandung dalam mini album tersebut. Perpaduan harmonis antara musik berkualitas dan estetika budaya Sunda akan menjadi suguhan istimewa yang sayang untuk dilewatkan.

Bagi Aisha Kamila, atau yang akrab disapa Neng Pasundan, merilis album berbahasa Sunda adalah kebanggaan yang tak terlukiskan. “Rasa bangganya luar biasa, bahkan sulit diungkapkan dengan kata-kata. Album ini adalah cara Aisha berkata, ‘Ini saya, Neng Pasundan’, dan saya bangga dengan jati diri saya,” ungkapnya penuh haru.

Di tengah dominasi lagu berbahasa Indonesia dan asing, Aisha justru merasa terpanggil untuk menghadirkan warna berbeda melalui bahasa daerah. Menurutnya, bahasa Sunda memiliki estetika yang lembut dan indah, serta dapat dikemas secara modern tanpa kehilangan ruh tradisinya. Melalui Sosobatan, ia ingin membuktikan bahwa lagu daerah tidak pernah kuno dan tetap relevan di telinga generasi muda.

Lewat ajang Lomba Nyanyi Nasional Bahasa Sunda, Aisha juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak pernah merasa malu menggunakan bahasa daerah. “Bahasa daerah adalah kekayaan yang tidak dimiliki bangsa lain. Kalau bukan kita yang melestarikan lewat karya, siapa lagi?” ujarnya penuh semangat, mengajak anak-anak muda untuk tampil percaya diri.

Aisha juga menegaskan bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menjangkau berbagai kalangan tanpa batas. Ia berharap gerakan bersama melalui musik dapat membuat budaya Sunda tetap hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi. Baginya, lomba tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi ajang silaturahmi untuk memperkuat akar budaya di mana pun berada.

Dukungan penuh juga datang dari sang ayah, Sendi Setia Permadie, yang merasa terharu melihat putrinya konsisten membawa identitas Sunda dalam setiap karya. “Di tengah gempuran budaya luar yang begitu kuat, melihat Aisha membawa misi melestarikan budaya Sunda adalah sebuah anugerah,” tuturnya bangga.

Sejak kecil, keluarga Aisha memang menanamkan nilai-nilai Sunda dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui bahasa maupun sikap. Fondasi tersebutlah yang membentuk Aisha menjadi pribadi modern yang tetap berakar kuat pada budaya asalnya, menjadikan musik sebagai jembatan antara tradisi dan masa depan.

Sementara itu, Rulli Aryanto selaku Produser Aisha Kamila dan pemilik TemanHebat Records bersama BelajarMusiks menjelaskan bahwa produksi album Sosobatan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mempromosikan karya lokal. Lomba nyanyi yang digelar menjadi program rutin yang terbukti efektif dalam memperkenalkan artis dan karya mereka ke masyarakat luas.

Menurutnya, peran industri musik dalam menjaga eksistensi bahasa daerah sangatlah penting, terutama di era digital saat sekarang ini. Bahasa adalah identitas, dan melalui lagu, bahasa ibu dapat diperkenalkan hingga ke panggung global tanpa harus menutup diri dari bahasa asing.

Rulli pun optimistis bahwa masyarakat Sunda di seluruh Indonesia akan memberikan dukungan penuh terhadap ajang tersebut. Dengan potensi besar dan kekayaan budaya yang luar biasa, ia meyakini bahwa musik dapat menjadi langkah nyata dalam mengangkat bahasa Sunda ke level yang lebih luas dan membanggakan.

“Jangan lewatkan kemeriahan Lomba Nyanyi Nasional Bahasa Sunda dan peluncuran video klip terbaru Aisha Kamila. Mari bersama-sama merayakan karya, budaya, dan semangat persahabatan dalam balutan musik Sunda yang modern dan membanggakan,” ujar Rulli.


Pewarta: Muhammad Fadhli

Polisi bakal Periksa Ahli sebelum Tentukan Unsur Pidana dalam Kasus Mens Rea    
Senin, Februari 09, 2026

On Senin, Februari 09, 2026

Polisi bakal Periksa Ahli sebelum Tentukan Unsur Pidana dalam Kasus Mens Rea
Polda Metro Jaya akan memeriksa saksi ahli sebelum menentukan unsur pidana dalam kasus dugaan penistaan agama hingga ujaran kebencian terkait materi Stand Up Comedy ‘Mens Rea’ Pandji Pragiwaksono.

BENTENGSUMBAR.COM
- Polda Metro Jaya akan memeriksa saksi ahli sebelum menentukan unsur pidana dalam kasus dugaan penistaan agama hingga ujaran kebencian terkait materi Stand Up Comedy ‘Mens Rea’ Pandji Pragiwaksono.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, keterangan para ahli dibutuhkan untuk mengetahui adanya unsur pidana pada kasus tersebut ini.

“Langkah selanjutnya, penyidik akan melakukan pemeriksaan para ahli. Setelah seluruh rangkaian pengumpulan fakta dinilai cukup, penyelidik akan melakukan gelar perkara, untuk menilai apakah peristiwa tersebut memenuhi unsur pidana,” kata Budi, Senin (9/2/2026).

Nantinya, kata dia, kepolisian bakal meningkatkan status perkara menjadi penyidikan apabila ditemukan unsur pidana. Sebaliknya, jika tidak ditemukan unsur pidana dalam pelaporan terkait pertunjukan stand up comedy Mens Rea itu, maka pengusutan bakal dihentikan.

“(Setelah gelar perkara) dan dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan atau tidak,” ujar dia.

Sebagai informasi, Pandji Pragiwaksono sendiri telah memberikan klarifikasinya kepada Polda Metro Jaya terkait konten Mens Rea tersebut pada Jumat (6/2/2026) lalu.

Ia menyatakan, siap jika diajak untuk berdialog dengan para Pelapor kasus dugaan penistaan agama dalam program Mens Rea. 

Pasalnya, sangkaan itu terjadi karena adanya sebuah kesalahpahaman atas makna yang disampaikan dalam pernyataannya itu. (*) 

Sumber: iNews. id

Kenneth Trevi Angkat Kisah Pribadi Lewat Rilis Lagu Dyslexia Man dan Film “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita”    
Rabu, Januari 28, 2026

On Rabu, Januari 28, 2026

Kenneth Trevi Angkat Kisah Pribadi Lewat Rilis Lagu Dyslexia Man dan Film “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita”
Kenneth Trevi rilis lagu Dyslexia Man dan film Aku Kamu dan Suatu Hari Kita. (Dok. Istimewa). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Kenneth Trevi membuka tahun 2026 melalui perilisan lagu berjudul Dyslexia Man, sebuah karya musik yang lahir dari pengalaman hidup pribadi sebagai penyandang disleksia. Pada momen yang bersamaan, Kenneth Trevi juga membintangi film dalam kemasan YouTube Series “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita”, sebuah serial reflektif yang mengangkat perjalanan hidup, perjuangan, serta proses tumbuh seorang anak dengan cara belajar berbeda.

Kenneth Trevi kepada awak media pada Rabu (28/1/2026) mengatakan lagu Dyslexia Man dan film “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” sama-sama mengangkat kisah nyata Kenneth Trevi sebagai anak disleksia yang harus menghadapi tantangan akademik, sosial, dan emosional sejak usia dini. Kedua karya tersebut diproduksi oleh label Senada Digital Records bersama TemanHebat Records, sebagai bentuk komitmen menghadirkan hiburan yang memiliki nilai empati, edukasi, dan dampak sosial.

Melalui lagu Dyslexia Man, Kenneth Trevi menyuarakan realitas kehidupan anak disleksia yang sering disalahpahami oleh lingkungan sekitar. Lagu tersebut menggambarkan proses belajar yang lebih lambat, kebutuhan akan pengulangan, serta pencarian metode belajar yang sesuai, tanpa menghilangkan keyakinan bahwa setiap individu memiliki kemampuan dan potensi. Musik menjadi medium utama Kenneth Trevi untuk menyampaikan pesan keberanian, penerimaan diri, dan perjuangan tanpa henti.

Film Aku Kamu dan Suatu Hari Kita menghadirkan kisah perjalanan hidup Kenneth Trevi dari sudut pandang yang intim dan jujur. Serial tersebut diperankan langsung oleh Kenneth Trevi bersama sang ibu, Moms Yuly, yang merepresentasikan peran orang tua sebagai sosok pendamping tanpa syarat dalam proses tumbuh seorang anak disleksia. Cerita berkembang melalui dinamika hubungan ibu dan anak yang penuh kasih, pengorbanan, serta kepercayaan.

Bagi Kenneth Trevi, kehadiran seorang ibu yang selalu mendampingi menjadi fondasi utama pembentukan karakter dan mental hingga saat sekarang. Sosok tersebut tidak pernah meninggalkan, terus menggenggam, dan berjuang menemukan versi terbaik dari seorang anak yang kerap dianggap berbeda. Pengalaman tersebut mengajarkan nilai keteguhan, keberanian untuk bangkit, serta keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri.

Proses belajar akting untuk memerankan perjalanan hidup pribadi menjadi pengalaman emosional tersendiri bagi Kenneth Trevi. Peran tersebut bukan dimaknai sebagai pengulangan luka, melainkan perayaan atas perjuangan panjang yang membentuk pribadi kuat dan percaya diri. Momen paling menyentuh hadir saat melihat sang ibu memerankan kesedihan, yang membuka kesadaran bahwa perjuangan disleksia juga menjadi perjalanan emosional bagi seorang orang tua.

Melalui karya musik dan serial visual, Kenneth Trevi berupaya meluruskan kesalahpahaman masyarakat mengenai disleksia. Disleksia bukan sekadar kesulitan membaca atau menulis, melainkan kondisi kompleks yang membutuhkan waktu, metode belajar berbeda, serta dukungan lingkungan yang tepat. Harapan besar tertuju pada lahirnya pemahaman bahwa anak disleksia memiliki potensi untuk berkembang sesuai ritme masing-masing.

Moms Yuly mengungkapkan perjalanan panjang mengenali kondisi Kenneth Trevi sejak usia balita melalui berbagai proses terapi dan pemeriksaan tumbuh kembang. Diagnosis sebagai anak dengan disleksia berat sekaligus gifted menjadi fase emosional yang penuh kebingungan, kesedihan, dan rasa bersalah. Seiring waktu, proses penerimaan berjalan beriringan dengan penemuan kekuatan Kenneth Trevi pada bidang musik.

Tekanan sosial dan sistem pendidikan yang belum ramah terhadap anak dengan kebutuhan belajar berbeda menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga. Moms Yuly memilih untuk memilah suara lingkungan, menurunkan ekspektasi, serta membangun jejaring dukungan dengan komunitas yang memiliki pengalaman serupa. Peran orang tua menjadi jembatan penting antara anak dan dunia pendidikan agar proses belajar tetap aman dan membangun rasa percaya diri.

Melalui film Aku Kamu dan Suatu Hari Kita, Moms Yuly ingin menyampaikan pesan bahwa pendampingan anak disleksia berangkat dari kehadiran dan kesediaan untuk bertumbuh bersama. Anak dengan kebutuhan belajar berbeda bukan individu yang kurang, melainkan pribadi yang membutuhkan ruang, waktu, dan kepercayaan. Orang tua diharapkan mampu menemani tanpa paksaan, sekaligus memberi kesempatan bagi anak untuk menemukan kekuatan diri.

Rulli Aryanto selaku produser Kenneth Trevi dan pemilik label Senada Digital Records dan salah seorang pemilik TemanHebat Records menjelaskan alasan dukungan terhadap proyek musik dan serial visual tersebut. Musik dan visual storytelling dipandang sebagai kombinasi efektif dalam menjangkau pasar hiburan sekaligus membangun kesadaran sosial. Selain memperluas pemahaman masyarakat mengenai disleksia, proyek tersebut juga menjadi sarana pembelajaran seni peran bagi seorang penyanyi.

Dari sudut pandang industri kreatif, musik dan film memiliki dampak jangka panjang terhadap cara berpikir dan empati publik. Karya dengan pesan positif berpotensi menjadi medium kebaikan yang hidup bersama penikmatnya. Harapan besar diarahkan pada tumbuhnya kesadaran bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak untuk bermimpi, berkarya, serta mengekspresikan potensi melalui musik dan film.

Video musik lagu Dyslexia Man yang dinyanyikan oleh Kenneth Trevi telah tersedia di berbagai platform musik digital dan dapat disaksikan melalui kanal YouTube resminya, https://youtu.be/UdDimcYyaSc?si=1bCJN6wLZUEkm9Bn. Karya tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian narasi perjuangan, keberanian, dan harapan yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas. (*)

Pewarta: Muhammad Fadhli

Tak Melulu Galau, Fajar Sadboy Tampil Religius di Lagu Ramadhan 2026 Jenderal Dudung Abdurachman    
Selasa, Januari 27, 2026

On Selasa, Januari 27, 2026

Tak Melulu Galau, Fajar Sadboy Tampil Religius di Lagu Ramadhan 2026 Jenderal Dudung Abdurachman
Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2026, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman bikin kejutan manis di dunia hiburan. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2026, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman bikin kejutan manis di dunia hiburan. Sosok yang dikenal tegas di dunia militer tersebut siap meluncurkan lagu religi Islami berjudul “Jangan Lupa Berdoa”, dengan menggandeng sederet figur lintas generasi yang lagi ramai diperbincangkan di media sosial.

Tidak tanggung-tanggung, Dudung berkolaborasi dengan Fajar Sadboy, Naura Bahri, Ucox Bongax, hingga Jibon Idol. Perpaduan nama-nama viral tersebut sukses menghadirkan nuansa religi yang terasa lebih segar, ringan, dan dekat dengan pendengar masa kini. Lagu tersebut diproduksi di bawah naungan Jwara Creative, manajemen artis di Jakarta yang juga dibina langsung oleh Dudung Abdurachman.

Saat ditemui awak media pada Selasa (27/1/2026) di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Dudung mengungkapkan bahwa lagu “Jangan Lupa Berdoa” merupakan karya lagunya sendiri. Inspirasi lagu tersebut lahir dari keprihatinannya atas bencana alam yang sempat melanda wilayah Sumatera beberapa waktu lalu.

Lewat lirik-lirik sederhana namun penuh makna spiritual, Dudung ingin mengajak masyarakat untuk selalu menjadikan doa sebagai pegangan utama dalam menghadapi berbagai ujian hidup. Menurutnya, doa adalah kekuatan yang tak mengenal batas waktu dan selalu relevan dalam situasi apa pun.

Di balik layar, hubungan kreatif Dudung dengan Fajar Sadboy dan CongQ Perwira ternyata sudah terjalin cukup lama. Dudung dikenal sebagai pembina Jwara Creative yang telah menaungi Fajar Sadboy selama lebih dari lima tahun. Bersama CongQ Perwira, Dudung bahkan sudah rutin menulis lagu sejak karya awal mereka, “Ayo Ngopi”.

CongQ Perwira yang telah memproduseri Dudung selama lima tahun terakhir menceritakan bahwa kolaborasi mereka berawal dari pertemanan. Seiring waktu, CongQ mendirikan Jwara Creative dan menggandeng Dudung sebagai pembina. Dari sanalah, ide-ide lagu religi mulai mengalir hingga akhirnya terwujud dalam “Jangan Lupa Berdoa”.

Keterlibatan Fajar Sadboy pun menjadi sorotan tersendiri. Sosok yang identik dengan ekspresi melankolis tersebut kembali menunjukkan sisi lain dirinya. Tak hanya piawai berakting, Fajar dinilai memiliki potensi besar di dunia tarik suara. Sejak 2022, ia telah merilis sejumlah lagu, mulai dari debut single AYYA (Cinta Tak Selamanya Indah) hingga kolaborasi bersama Denny Cagur dan musisi lainnya.

Proses syuting video klip “Jangan Lupa Berdoa” dilakukan di kawasan Cibubur dan melibatkan Dudung Abdurachman, Fajar Sadboy, Naura Bahri, Ucox Bongax, serta Jibon Idol. Video klip tersebut disutradarai langsung oleh CongQ Perwira bersama Virlan Wana Langgong.

Menariknya, Fajar Sadboy mengaku suasana syuting terasa berbeda dan penuh kesan. Hujan yang turun beberapa kali selama pengambilan gambar justru dianggapnya sebagai keberkahan. Ia bahkan sempat melontarkan candaan soal pengalaman langkanya beradegan boncengan motor bersama seorang jenderal.

Di luar aktivitas bermusik, Dudung Abdurachman yang kini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional berharap generasi muda bisa terus berperan aktif dalam menjaga ketahanan bangsa. Kolaborasi tersebut pun menjadi proyek religi perdana Dudung bersama Fajar Sadboy.

Sementara itu, CongQ Perwira berharap lagu “Jangan Lupa Berdoa” dapat diterima luas oleh masyarakat. Menurutnya, lagu tersebut tak hanya nyaman didengar, tetapi juga dikemas secara visual dengan menghadirkan figur-figur populer media sosial agar pesan spiritualnya semakin kuat dan membumi.

Pewarta: Muhammad Fadhli

Aldino Moreno Rilis Lagu Ramadhan 2026 “Mahkota Cahaya”, Bakal Bikin Banyak Orang Nangis    
Senin, Januari 26, 2026

On Senin, Januari 26, 2026

Aldino Moreno Rilis Lagu Ramadhan 2026 “Mahkota Cahaya”, Bakal Bikin Banyak Orang Nangis
Aldino Moreno, Penyanyi lagu Ramadhan 2026 Mahkota Cahaya. (Dok. Istimewa). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Berpulangnya sosok ayah menjadi luka mendalam yang tak mudah dihadapi, terlebih bagi seorang anak yang masih berusia 12 tahun. Dari pengalaman hidup tersebut, Aldino Moreno, penyanyi lagu religi Islam asal Kota Padang, meluncurkan lagu perdananya berjudul “Mahkota Cahaya”, sebuah lagu penuh makna tentang kehilangan, doa, dan harapan. Video klipnya resmi tayang perdana pada Senin, 26 Januari 2026, di kanal YouTube Aci Cahaya, sekaligus menandai langkah awal Aldino di industri musik religi Tanah Air.

Lagu “Mahkota Cahaya” merupakan karya lagu Muhammad Fadhli yang terinspirasi langsung dari kisah nyata Aldino Moreno, sebagai lagu religi Ramadhan terbaru 2026. Balutan aransemen musik digarap dengan penuh kepekaan oleh Heru Erlangga di Sanadatune Studio, sementara proses perekaman vokal dilakukan di Soni Audeo Record. Kolaborasi tersebut menghadirkan nuansa emosional yang lembut, namun tetap kuat, sehingga pesan spiritual dalam lagu tersampaikan dengan mendalam kepada pendengar.

“Mahkota Cahaya” juga menjadi bagian dari realisasi Ladofadoredo Islamic Project tahap ketiga, sebuah program dari label musik Ladofadoredo yang berfokus pada pengembangan dan penyaluran bakat generasi muda dalam melantunkan sholawat serta lagu religi Islami. Dalam proyek tersebut, Aldino Moreno telah menjalani perekaman vokal untuk tiga sholawat dan satu lagu religi Islami. Adapun tiga sholawat yang telah diproduksi untuk Aldino Moreno berjudul Sholawat Jibril, Ya Nabi Ya Min Qidam, dan Khotmil Qur’an.

Aldino Moreno lahir di Padang pada 10 Juli 2010 dari pasangan Jufry Rahmad dan Liza Heryanti Thaher. Saat ini, Aldino menempuh pendidikan di kelas X Pondok Pesantren Tahfizh Mu’allimin Muhammadiyah, Sawah Dangka, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sejak dini, Aldino telah menunjukkan prestasi gemilang di bidang tahfizh dan tilawah Al-Qur’an, di antaranya Juara I Tahfidh MDT Baiturrahman Padang (2019), Juara III Tahfidz 1 Juz dan Tilawah Putra MTQ Kota Padang ke-39 (2020), Juara II Tahfidz Tingkat MDA Kota Padang (2022), hingga Wisuda 1 Juz Tahfidz Tingkat SMP se-Kota Padang (2025).

Dalam wawancara, Aldino mengungkapkan bahwa momen terberat dalam hidupnya adalah kepergian sang ayah, tepat setelah ia menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SDN 033 Sawahan Tan Malaka. Sebelum wafat, sang ayah berpesan dan berharap agar Aldino kelak dapat melanjutkan pendidikan hingga ke Kairo, Mesir. Pesan tersebut yang kini menjadi motivasi terbesar Aldino untuk menempuh pendidikan di pondok pesantren dan terus berjuang mewujudkan cita-cita sang ayah.

Pertemuan Aldino dengan Muhammad Fadhli menjadi titik balik penting dalam perjalanan emosional dan musikalnya. Aldino merasa Allah SWT mempertemukannya dengan sosok yang mampu memahami isi hati, perasaan, dan harapannya, hingga lahirlah lagu “Mahkota Cahaya” sebagai ungkapan batin terdalamnya. Lagu tersebut menjadi simbol keikhlasan, doa seorang anak, serta persembahan cinta yang tak terputus kepada ayahnya.

Dari sisi musikal, Heru Erlangga menjelaskan bahwa aransemen “Mahkota Cahaya” dibangun dengan pendekatan pop balada yang dipadukan sentuhan klasik dan modern. Referensi musikal diambil dari karya-karya musisi dunia dan dalam negeri, dengan fokus pada sinkronisasi emosi, dinamika yang tenang, serta klimaks yang kuat namun tetap ringan dan mudah dicerna. Tantangan terbesar adalah menjaga alur emosi lagu sejak intro hingga akhir, agar pesan spiritualnya tersampaikan secara utuh.

Sementara itu, sang ibu, Liza Heryanti Thaher, mengungkapkan bahwa dirinya senantiasa mendampingi Aldino dengan penuh kesabaran, menjaga kebiasaan baik yang telah ditanamkan almarhum ayahnya. Lagu “Mahkota Cahaya” baginya terasa sangat personal dan menyentuh, karena seolah menjadi perwujudan amanah dan harapan sang ayah. Doa terbesarnya adalah agar Aldino tumbuh menjadi anak yang saleh, berilmu, dan kelak mampu menghadiahkan “mahkota cahaya” bagi ayahnya di akhirat, sebagaimana makna yang tersirat dalam lagu tersebut.

Dengan hadirnya “Mahkota Cahaya”, Aldino Moreno tak hanya memperkenalkan diri sebagai penyanyi religi berbakat, tetapi juga sebagai simbol keteguhan iman dan cinta seorang anak kepada orang tuanya. Lagu tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dan penguat hati bagi banyak pendengar, sekaligus membuka perjalanan panjang Aldino di dunia musik religi Indonesia.

Link videoklip lagu Mahkota Cahaya dari Aldino Moreno: https://youtu.be/r_vNL1p1-eE

Pewarta: Muhammad Fadhli

Gandeng Allya Zenab, Mitologi Suntikkan Jiwa Baru ke Lagu “Berharap”    
Sabtu, Januari 24, 2026

On Sabtu, Januari 24, 2026

Gandeng Allya Zenab, Mitologi Suntikkan Jiwa Baru ke Lagu “Berharap”
Vokalis baru, Allya Zenab. 

BENTENGSUMBAR.COM
– Grup band asal Kota Kembang, Mitologi, resmi meluncurkan kembali single perdananya yang berjudul “Berharap” dengan kemasan rasa yang lebih segar dan emosional. Lagu tersebut hadir sebagai penanda babak baru Mitologi dengan menggandeng vokalis baru, Allya Zenab, dan dirilis secara resmi di bawah naungan label Metronom Musik pada Jumat, 23 Januari 2026, di berbagai platform musik digital.

Single “Berharap” bukan sekadar pengulangan, melainkan kelahiran ulang dengan sentuhan musikal yang lebih matang dan menyentuh. Perubahan paling signifikan hadir dari karakter vokal Allya Zenab yang dinilai mampu memberi warna baru sekaligus memperkuat identitas lagu tersebut. Dengan pendekatan aransemen yang lebih emosional, Mitologi ingin membawa pendengar larut dalam makna dan rasa yang lebih dalam.

I Made Wiraswatika, selaku drummer, sekaligus produser Mitologi, mengungkapkan bahwa kehadiran Allya Zenab menjadi nilai lebih yang sangat penting bagi perjalanan band tersebut. Ia menegaskan bahwa bagi Mitologi, sikap dan etika dalam bermusik adalah fondasi utama yang tidak bisa ditawar.

“Vokalis kami sekarang lebih berteknik, kontrol nada rendahnya stabil, dan yang paling utama memiliki attitude yang baik,” ujar I Made Wiraswatika.

Saat ini, Mitologi mengusung konsep formasi inti berdua yang terdiri dari I Made Wiraswatika dan Allya Zenab. Untuk kebutuhan penampilan panggung, Mitologi akan didukung oleh additional musisi profesional agar tetap maksimal dalam menyampaikan energi dan pesan musik mereka. Konsep tersebut dipilih agar band lebih fokus dalam pengembangan karya dan karakter musikal yang konsisten.

Mengusung genre pop alternatif, Mitologi berkomitmen untuk terus mengolah musik yang disesuaikan dengan kapasitas dan karakter vokalis barunya. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ciri khas Mitologi sekaligus membuka ruang eksplorasi musikal yang lebih luas. Dengan langkah tersebut, Mitologi optimistis dapat bersaing dan bertahan di industri musik Indonesia yang dinamis.

Ke depan, Mitologi menargetkan untuk terus eksis melalui karya-karya yang siap diluncurkan secara berkelanjutan. Harapan besar pun disematkan pada rencana perilisan album penuh sebagai tonggak perjalanan mereka berikutnya. Lebih dari sekadar hadir, Mitologi ingin memberi warna baru dan menjadi suara yang relevan di tengah keragaman musik Indonesia.

Pergantian vokalis bagi Mitologi bukan keputusan sederhana, melainkan hasil pemikiran matang tentang peran vital seorang ujung tombak band. Bagi Mitologi, suara yang bagus harus berjalan seiring dengan attitude yang baik agar mampu menciptakan kenyamanan bagi publik. Dengan semangat baru dan karya-karya yang easy listening namun penuh rasa, Mitologi siap melangkah mantap dan menyuarakan identitas mereka ke panggung musik nasional.

Pewarta: Muhammad Fadhli

Penjarah Kucing Uya Kuya Divonis 6 Bulan Penjara!    
Kamis, Januari 22, 2026

On Kamis, Januari 22, 2026

Penjarah Kucing Uya Kuya Divonis 6 Bulan Penjara!
Terdakwa kasus pencurian kucing milik anggota DPR RI Surya Utama atau Uya Kuya saat penjarahan, Dimas Dwiki Rhamadani, divonis 6 bulan penjara.

BENTENGSUMBAR.COM
- Terdakwa kasus pencurian kucing milik anggota DPR RI Surya Utama atau Uya Kuya saat penjarahan, Dimas Dwiki Rhamadani, divonis 6 bulan penjara. Hakim menyatakan Dimas bersalah dalam kasus penjarahan rumah tersebut.

"Menyatakan terdakwa Dimas Dwiki Rhamadani tersebut di atas telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan sebagaimana dakwaan tunggal penuntut umum," kata ketua majelis hakim Immanuel saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (21/1/2026).

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 6 bulan," imbuh hakim.

Hakim menetapkan barang bukti berupa satu kandang berwarna silver dikembalikan ke Uya. 

Kemudian, satu sweater bertulisan 'Shining Bright' dikembalikan ke Dimas.

"Menetapkan barang bukti satu kandang besi berwarna silver dikembalikan kepada saksi Surya Utama, satu buah helm Bogo warna hitam, satu pasang sepatu merek Convers warna abu-abu dikembalikan kepada saksi Abdurrohman. Satu potong sweater warna hijau bertuliskan 'Shining Bright' dikembalikan kepada terdakwa Dimas Dwiki Rhamadani," ujar hakim.

Hakim mengatakan perbuatan Dimas menimbulkan keresahan bagi masyarakat dan merugikan Uya. 

Hakim mengatakan Dimas juga menikmati hasil perbuatannya berupa penjualan kucing tersebut.

"Keadaan memberatkan, perbuatan terdakwa menimbulkan keresahan bagi masyarakat, perbuatan terdakwa menimbulkan keresahan dan kerugian bagi saksi Surya Utama dengan saksi Abdurrohman, terdakwa telah menikmati hasil perbuatannya," ujar hakim.

Hakim mengatakan Dimas telah mengakui perbuatannya. 

Hakim mengatakan pertimbangan meringankan lainnya untuk vonis ini, yakni pemberian maaf dari Uya.

"Keadaan meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa mengakui perbuatannya. Bahwa secara khusus keadaan yang meringankan bagi terdakwa adalah di depan persidangan saksi Surya Utama, saksi Abdurrohman menyatakan memaafkan perbuatan terdakwa, bahkan saksi Surya Utama dan saksi Abdurrohman berjabatan tangan dengan terdakwa," kata hakim. (*) 

Sumber: detikcom

Ajik Krisna Ungkap Momen Mencekam Dalam Helikopter Bareng Raffi Ahmad    
Rabu, Januari 21, 2026

On Rabu, Januari 21, 2026

Ajik Krisna Ungkap Momen Mencekam Dalam Helikopter Bareng Raffi Ahmad
Raffi Ahmad mendarat di Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 07.30 Wita, kemudian langsung melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter menuju Bali utara.  (Ilustrasi). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Gusti Ngurah Anom alias Ajik Krisna mengungkapkan momen-momen mencekam saat berada di dalam helikopter bareng artis Raffi Ahmad.

Helikopter terdampak cuaca buruk dan nyaris celaka di wilayah Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Bali Utar. 

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (15/1/2026) itu sempat mengkhawatirkan masyarakat setempat.

Kejadian ini terungkap melalui unggahan Instagram manajer Raffi Ahmad, @priotralala atau Prio Bagja Anugrah, pada Jumat (16/1/2026). 

Dalam video yang beredar melalui akun TikTok @tinimuetz, terlihat sebuah helikopter terbang tidak stabil di langit berawan tebal di atas area persawahan dan permukiman warga. 

Salah satu warga tampak merekam kejadian tersebut sambil mengungkapkan rasa takut dan mendoakan agar helikopter tidak jatuh.

Anom kemudian memberikan klarifikasi melalui akun Krisna Oleh-Oleh Bali. 

Ia mengatakan penerbangan itu bertujuan untuk mengecek pembangunan UMKM. 

Sebelum penerbangan sudah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofosika (BMKG). 

Namun, Raffi Ahmad tidak memiliki waktu selain hari tersebut, sehingga penerbangan tetap dijalankan.

"Jadi sudah berkoordinasi dengan teman-teman di BMKG memang cuacanya lagi kurang bagus. Nah tetapi karena waktunya Raffi hanya ada kemarin untuk ke Bali dan berkunjung ke Bali utara melihat persiapan pembangunan lahan UMKM. Jadi mau nggak mau ya kita berkoordinasi dengan pihak helikopter," ujar Anom dalam video yang diunggah akun TikTok @krisnaoleholehbali, Sabtu (17/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa pada pagi hari kondisi cuaca masih terbilang aman meski sedikit berawan. 

Raffi Ahmad mendarat di Bandara Ngurah Rai sekitar pukul 07.30 Wita, kemudian langsung melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter menuju Bali utara. 

Perjalanan berlangsung lancar dan rombongan tiba dengan selamat.

Cuaca mulai mendung disertai gerimis pukul 10.00 Wita. Lantaran Raffi Ahmad harus kembali ke Solo pukul 11.00 Wita, penerbangan dari Bali utara ke Bandara Ngurah Rai tetap dilanjutkan.

"Nah begitu balik dari Bali utara kurang lebih jam sepuluh, memang cuaca sudah agak mendung dan agak gerimis. Karena Raffi harus balik jam sebelas itu ke Solo, mau nggak mau kami melanjutkan penerbangan dari Bali utara," katanya.

Suasana Mencekam, Diliputi Ketegangan

Ia juga menceritakan bagaimana mencekamnya cuaca dan kondisi di dalam helikopter saat gangguan terjadi. 

Lima menit pertama penerbangan masih berjalan normal. 

Namun, sepuluh menit kemudian helikopter memasuki kabut yang sangat tebal.

Penumpang di dalam heli tersebut diliputi ketegangan.

"Kabut terlalu gelap. Sangat gelap. Bahkan apapun kami nggak lihat. Sama sekali nggak ngelihat apa di bawah itu semua itu gelap. Hanya kabut aja. Nah kurang lebih sepuluh menit pesawat itu, helikopter itu berputar, putar, putar. Nah saya sendiri sangat tegang waktu itu," jelas Anom.

Perasaan takut dan cemas pun bercampur menjadi satu. 

Anom dan rombongan sempat meminta agar dilakukan pendaratan darurat, tapi pilot meyakinkan bahwa kondisi masih aman dan penerbangan bisa dilanjutkan. 

Anom pun mengapresiasi pilot yang sudah berpengalaman.

"Nah waktu itu pilot bilang aman, baik-baik saja. Masih aman. Dan di sini saya harus acungkan jempol dan berterima kasih kepada pilot. Pilotnya sangat jago. Dan ternyata dia sudah pengalaman terbang sangat tinggi," imbuhnya.

Anom juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang menyaksikan helikopter tersebut berputar-putar di atas permukiman dan ikut mendoakan keselamatan mereka.

Hingga kini, pihak manajemen Raffi Ahmad, Prio Baja Anugrah, belum memberikan konfirmasi atau pernyataan resmi terkait peristiwa tersebut.

Sementara itu, pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai menyampaikan informasi awal terkait kejadian tersebut dilakukan dengan AirNav Indonesia. (*) 

Sumber: detikcom

Pemeriksaan Lanjutan Richard Lee Sebagai Tersangka Tiba-tiba Batal, Alasannya...    
Senin, Januari 19, 2026

On Senin, Januari 19, 2026

Pemeriksaan Lanjutan Richard Lee Sebagai Tersangka Tiba-tiba Batal, Alasannya...
Richard Lee yang seharusnya menjalani pemeriksaan di MarkasnPolda Metro Jaya pada Senin, 19 Januari 2026, mengajukan penundaan.

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemeriksaan lanjutan terhadap dokter kecantikan, Richard Lee, sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen batal digelar.

Richard Lee yang seharusnya menjalani pemeriksaan di MarkasnPolda Metro Jaya pada Senin, 19 Januari 2026, mengajukan penundaan.

Penundaan tersebut dibenarkan kepolisian setelah berkoordinasi langsung dengan penyidik yang menangani perkara. 

Polisi memastikan, absennya Richard Lee bukan tanpa alasan. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa tersangka meminta agar jadwal pemeriksaan diundur.

"Info dari penyidik, yang bersangkutan minta penundaan," kata Budi dalam keterangannya, Senin, 19 Januari 2026. 

Menurut mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan itu, permohonan tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan Richard Lee yang belum memungkinkan untuk menjalani proses hukum sebagai tersangka. 

“Karena kondisi masih kurang fit. Nanti akan kami update kembali,” kata dia. 

Sebelumnya diberitakan, pemeriksaan panjang dokter kecantikan Richard Lee sebagai tersangka akhirnya terhenti di tengah jalan. 

Setelah hampir 10 jam menjalani proses hukum di Polda Metro Jaya, Richard Lee mengeluhkan kondisi kesehatan dan meminta pemeriksaan dihentikan sementara. 

Richard Lee diketahui mendatangi Polda Metro Jaya pada Rabu, 7 Januari 2026, sekitar pukul 13.00 WIB. 

Satu jam berselang, penyidik mulai memeriksa yang bersangkutan terkait dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen. 

Proses pemeriksaan berlangsung maraton dan diselingi beberapa kali jeda.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Bidhumas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Reonald Simanjuntak menjelaskan pemeriksaan sempat dihentikan sementara untuk istirahat sebelum kembali dilanjutkan. 

"Pada pukul 18.00 itu dihentikan sementara karena istirahat ya, karena istirahat dan dilanjutkan lagi pada pukul 19.00. Kemudian pada pukul 19.00 diajukan lagi pemeriksaan, dilanjutkan lagi pemeriksaan dan tadi baru selesai pada pukul 22.00," kata Reonald kepada wartawan, Kamis, 8 Januari 2026.

Namun, kondisi Richard Lee disebut tidak lagi memungkinkan untuk melanjutkan pemeriksaan.

Sekitar pukul 22.00 WIB, yang bersangkutan mengeluhkan kurang enak badan. 

Kuasa hukum pun mengajukan permohonan agar pemeriksaan dihentikan. 

"Namun, tadi berdasarkan keputusan dari penyidik, pada pukul 00.00, penyidik memutuskan bahwa pemeriksaan dihentikan," ujarnya.

Meski demikian, penyidik menyebut proses pemeriksaan telah berjalan cukup jauh.

Hingga dihentikan, Richard Lee telah menjawab mayoritas pertanyaan yang disiapkan penyidik. 

"Saat ini di pertanyaan 73 tadi dan nanti akan dijadwalkan kembali untuk melanjutkan pertanyaan sampai ke pertanyaan 85 yang akan dijadwalkan minggu depan, ya, atau nanti akan dijadwalkan di kemudian hari," ucap dia. (*) 

Sumber: tvonenews.com